Saturday, February 18, 2017

Senyumnya Bisa Lebar Sekali

Senyumnya Bisa Lebar Sekali!

Catatan dari seminar "Kembali Ke Titik Nol" Sidoarjo

Usai seminar di Sidoarjo 8 Januari lalu saya sempatkan untuk menandatangi buku-buku yang dimiliki para peserta. Semua saya urek-urek, entah siapa dulu yang memulai kalau buku rasanya lebih afdol jika ada tandatangan penulisnya. Dari sekian banyak yang mengantri saya sekilas melihat mbak ini sambil membawa dua buku saya, ketika antriannya diduluin yang lain dia santai saja, malah kayaknya sengaja biar dapat urek-urek paling akhir..

Aaah benar kan, ketika sudah paling akhir dia menyodorkan dua buku "Kembali Ke Titik Nol" dan "Berani Jadi Taubaters" untuk saya urek-urek, sambil ngomong begini..

"Lihat nih mas.. senyum dan tertawaku sekarang lebarrr benerr tanpa beban.. lah piye, wiss gak nduwe utang kok!"

Oooo.. pantesss, baru tau saya, kalau lebar tidaknya sebuah senyuman bisa dipengaruhi oleh kadar utang yang dimiliki seseorang hehe..

Sambil ngurek-ngurek buku kami pun berbincang lebih lanjut..

"Mas, saya memang sudah selesai semua utang dimanapun, dan saya pengen ngajak saudara dan kawan-kawan saya juga untuk hijrah, tanggapannya ada yang malah nyakitin hati ya mas, saya di unfriend, diremove, diblok dan diunfollow mereka.." lanjutnya

"Gakpapa mbak... yang penting dirimu tidak 'diunfriend' oleh ALLAH, tidak diremove dari keberkahan ALLAH, tidak diblok dari rejekinya ALLAH, tidak diunfollow oleh malaikat-malaikatnya ALLAH.... amaaan deh!" Jawab saya

"Eh.. gitu ya mas! Bener juga yaaa.. padahal niat saya baik ya mas, kenapa mereka gak mau diajak dalam kebaikan ya?"

"Karena hidayah itu hak mutlaknya ALLAH mbak, kita gak punya kuasa apapun untuk merubah hatinya jika ALLAH belum berkehendak.. mereka masih suka hidup dari utang dan riba karena mungkin tuntutan gaya hidup saat ini begitu memaksa, langsung dijejeli ayat dan hadist tentang riba bisa muntah mereka, setan bermain manasin otak untuk berontak, menutup telinga dan mengeraskan hati.. lagi enak-enaknya punya mobil dan rumah baru hasil ngutang langsung ditebasss begitu, ya sakitt lah hehe.. tapi bagi orang yang ALLAH kehendaki dapat hidayah, hatinya akan lembut, terbuka menerima kebaikan itu, dan mereka dengan ikhlas akan ikutan hijrah seperti kawan-kawan lainnya.."

"Mmmm.. padahal saya tau kondisi mereka lho mas, apa gak capek hidup ngutang kesana-sini, bahkan berkali-kali saya ditembungi, sekali menasehati saya malah dimusuhi.. apa yang bisa saya lakukan ya mas?"

"Doakan mbak.. tujukan buat orang itu, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu" tembakin terus ke dia, minta sama ALLAH untuk membalikkan hatinya agar dia sadar bahaya riba... biar ALLAH yang nanti mengatur prosesnya.. jangan pernah memaksa, jangan pernah memusuhi, jangan pernah merendahkan atau mencaci.. mengajak kebaikan juga harus dengan cara-cara yang baik, jangan sampai dia terluka sebelum terbuka hatinya... begituuu mbak! Udah yaa, pesawat saya jam 2 harus kembali ke Jogja.. "

Saya masih melihat senyum sumringahnya, begitu ya orang yang hidup tanpa utang dan riba.. senyum pun tak perlu ditahan, tinggal sekarang bekerja lagi menjemput rejeki yang halal, merubah gaya hidup, bisa kembali fokus ibadah tanpa terganggu telepon, sms atau ketukan pintu para penagih utang!
Masya ALLAH.... indahnya!

Kuncinya ini: beli jika mampu... jika belum mampu? sabaaarr..
Orang sabarrrr kelak rejekinya lebarrrr...

@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

No comments:

Post a Comment