BERIKAN YANG BEDA, KONSUMENMU AKAN BAHAGIA..
Lihat video di bawah ini, seorang pemuda Zimbabwe yang tampil beda ketika berjualan asongan di jalanan. Ketika yang lain tampil dengan baju seadanya, Farai justru memakai baju yang rapi bahkan kadang warna warni mencolok mata. Hal tersebut membuat dia mudah dikenali oleh langganannya, dan membuat yang lain jadi berminat membeli dagangannya..
Bagaimana dengan usahamu? Apakah sudah punya pembeda dibanding lainnya? Kalau belum berarti ada PR yang harus kamu kerjakan agar memiliki keunikan dan gampang diingat..
Tahun 2005 ketika saya membuka usaha Kedai Digital, entah darimana saya membuat tagline yang gampang diingat bahkan terus dipakai sampai hari ini.. apa itu?
"Bikin Mug Satoe Sadja!"
Kata kawan-kawan saya begitu mengena walaupun singkat dan sederhana. Bahkan ada yang memelesetkan jadi "Bikin Mug, Saptu Sadja!" Hehe.. maksudnya kalo mau bikin mug bisa ke tempat Saptu!
Wiss sak karepmu, sik penting payu..
Hanya itu? Enggak lah.. kita harus belajar empati pada konsumen kita walaupun sederhana. Satu ketika saya sedang duduk di depan salah satu Kedai Digital di Jogja. Ada seorang konsumen yang selesai memesan mug terus di parkiran mau mengambil motor. Mug itu dibungkus tas kertas, lalu digantungkan di stang motornya. Konsumen itu seorang wanita dengan rok panjang berjilbab, ketika dia melangkah naik motor rok panjangnya nyangkut di footstep motor, sehingga motor menjadi tidak imbang dan miring ke samping. Nyarisss jatuh tapi kakinya bisa menahannya, namun mug yang masih anget itu meluncurrrr muluss ke aspal jalan.. mak pyarrrrr!! Pecah berderai-derai.. terhempas menyesakkan.. hiks!
Saya dengan gaya sok melayani langsung mengambil mug itu, dan berkata:
"Tenang mbak, kami akan ganti.. tunggu sebentar yaa, parkir lagi motornya.."
"Lho mas, itu kan saya yang salah.. "
"Tidak ada yang salah mbak, ini musibah.."
Wuik! Kayak tebar pesona.. gak usah bayangin saya sambil nyisir rambut samping pakai jari kayak film India..
Rugi? Enggak kok..
Kedai saya gak rugi, karena harga jual mug dengan cetak digital 2 kali lipat dari bahan baku.
Hanya saja tidak untung waktu itu, tapi gak masalah.. mbak yang nyaris jatuh itu akan bercerita kepada kawan-kawan kosnya, kalau mau bikin mug di Kedai Digital saja, sudah bagus, masnya yang jaga parkiran juga baik hati.. tuh, gak penting jabatan buat saya.. hehehe
Promosi gratiss dari mulut ke mulut dari konsumen itu muahaal harganya! Mereka hanya merekomendasikan produk yang bener-bener memuaskan mereka!
Belum lama ada yang komplain di facebook Tengkleng Hohah,
"Kecewa makan disana, tengklengnya kurang pedas! Gak sesuai yang diiklankan.."
Saya langsung menjawabnya dengan komentar santai..
"Mas, kadar kepedesan lidah orang berbeda-beda, kalau mau nambah cabe gratisss walaupun cabe sangat mahal.. lain kali jika kurang pedas langsung ngomong ke kokinya, mau ambil sendiri potongan cabe ke dapur juga boleeh.. monggooo!"
Jawaban sederhana, namun konsumen merasa bahwa ada yang peduli dengan keluhannya..
Silahkan dicoba bikin konsumen istimewa, mereka akan ingat padamu selamanya..
Salam,
@Saptuari
No comments:
Post a Comment