Saturday, February 18, 2017

Dua Buku Notes Saksi Kejaiban Ilahi..

DUA BUKU NOTES SAKSI KEJAIBAN ILAHI..
(Kisah dari seminar "Kembali Ke Titik Nol" Pontianak)

Ini salah satu keajaiban mereka yang berazzam (bercita-cita dengan sungguh-sunggah) bebas utang dan riba. Di level ini ALLAH sudah menunjukkan kekuasaanNya, bukannya semua kejadian di dunia ini atas kehendak ALLAH? Tidak ada yang kebetulan.. tidak ada yang kemungkinan..

Kisah Mas Zulverdi dan mbak Mila, pasangan suami istri di Pontianak yang sangaaat ingin bebas dari jeratan utang dan riba. Mereka membersihkan diri dari pekerjaan yang penuh dengan akad-akad riba setelah tau hukumnya dan konsekuensinya.

Mas Zul pernah bekerja sebagai kepala cabang kantor asuransi terkemuka, mbak Mila bekerja di dealer mobil bagian sales yang juga sangat dekat dengan transaksi riba. Gaji dan bonus puluhan juta biasa mereka terima, tapi anehnya uangnya gak pernah kumpul. Tiap dibuat usaha dalam waktu tiga atau empat bulan selalu bangkrut. Banyak halangan di keluarga mereka yang membuat harus selalu keluar uang banyak, sehingga penghasilan besar tapi mereka tidak pernah bisa menabung. Tumpukan utang makin bertambah di beberapa titik, gaji mereka tiap bulan ludes untuk bayar cicilan.

Bulan November 2015 mereka mengikuti seminar "Pengusaha Tanpa Riba" di Pontianak. Setelah dijelaskan detail hukum-hukum dan konsekuensi riba mereka diajak untuk berazzam dan menuliskannya kapan waktunya mereka akan bebas utang dan riba.
Dalam seminar itu tempat duduk peserta laki-laki dan perempuan dipisah, jadi selama seminar mereka berdua tidak bisa saling komunikasi. Ajaibnya.. tangan mereka seperti ditulis untuk menuliskan tanggal yang sama, begini tulisannya:
"Bismillahirahmanirrohim.. Alhamdulillah aku bersyukur padamu yaa ALLAH, karena ternyata Engkau telah menolongku, memudahkan urusan-urusanku, dan menguatkan langkah-langkahku.. sehingga pada tanggal 21 November 2016 utang-utangku lunas semua...
Ammiin"
Dua Buku Notes Saksi Kejaiban Ilahi
Coba lihat dua kertas yang saya foto dari notes mereka berdua, tanpa janjian, tanpa komunikasi, tertulis angka yang sama.. 21 November!! Masya ALLAH... tidak ada yang kebetulan di dunia ini.

Setelah itu mereka mulai memantaskan diri di depan ALLAH, tidak lagi hanya fokus pada masalah diri sendiri, tapi mereka mewakafkan waktunya untuk orang lain. Mereka bergabung menjadi pengurus di pondok pesantren Munzalan Ashhabul Yamin bersama ustadz Luqmanul Hakim (penulis buku Mustahil Miskin), terlibat di proyek wakaf pembangunan masjid dan surau.

Ikhtiar lainnya, mereka menjual mobil leasing yang mereka pakai. Naik motor lagi gakpapa sambil mereka berbisnis Pancake Durian Pontianak yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Rumah mereka satu-satunya pun diputuskan untuk dijual agar sisa utang riba 200 an juta di beberapa titik segera terbayar. Selama proses itu mereka juga berikhtiar mencari rumah lainnya yang harganya lebih murah..

Apa yang terjadi?
Tanggal 9 November 2016, rumah mereka terjual cash senilai 700 juta. Dibayar lunas hari itu juga.. mereka langsung melunasi semua utang yang tersisa, membayari sebuah rumah yang luasnya hampir sama dengan rumah yang dijual dan harganya hanya 300 juta, sisa uangnya bisa untuk membeli mobil bekas yang layak pakai. Seperti sebuah alur yang dimudahkan oleh ALLAH..

"Engkau tinggalkan yang ALLAH benci, maka dapat ganti yang lebih baik. Kehilangan rumah yang bertahun-tahun ditempati, ikhlas karena ingin ridho ALLAH, diganti rumah yang luasnya hampir sama, malah jaraknya lebih dekat dengan tempat kerja, dan dapat membeli mobil lagi yang dulu telah dijual karena riba... dan yang paling penting, semua utangnya lunasss-nas!!" Tegas saya

"Begitulah mas, pernah satu malam kami berdua melihat dua catatan itu sampai menangis.. kami juga keheranan kenapa tanggalnya sama, dan benar janji ALLAH, 21 November lalu kami sudah bebas dari semua riba.. tiga bulan sudah kami hidup dalam ketenangan, rasanya legaaa sekali.." kata mas Zul

Luar biasa yaaa..
siapa yang menggerakkan tangan suami istri itu?
Siapa yang memudahkan proses setahun hijrah mereka?

Jawabannya di hadist ini,
Pesan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam:
"Barangsiapa ingin doanya terkabul dan kesulitannya teratasi, hendaklah dia MENOLONG ORANG yang dalam kesempitan" (HR Ahmad)

Mereka berdua memilih melayani anak yatim dan duafa di pondok pesantren itu, tidak egois terbelenggu memikirkan masalah mereka sendiri, maka ALLAH lah yang menyelesaikan masalah mereka.

Saat ini mas Zul menjadi Manager Teknik dan Development di Baitulmaal Muzakki dengan gerakan wakaf produktif, mbak Mila bergabung di tim Muslim Food Indonesia, yang mengedukasi umat Islam untuk menghindari makanan dan produk-produk yang haram dan subhat, sambil mereka terus berbisnis Pancake Durian Pontianak yang laris manis..

Bagaimana dengan dirimu?
Utang ribamu banyak?
Pengen sekali hijrah?
Buntu gak tau cara memulainya?
Ingin mendapat pertolongan ALLAH?
Kapan engkau akan mulai mewakafkan dirimu untuk membantu sesama?

Salam hijrah..
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

No comments:

Post a Comment