MENGURANGI TIMBANGAN, RESIKONYA BISA TERJENGKANG!
Waktu saya SMA dulu saya mengenal seorang pedagang plastik kiloan untuk bungkus makanan atau apapun itu. Segala jenis plastik dia jual, dari yang bening ukuran kecil, sampai plastik kresek ukuran besar. Usahanya begitu jaya, setiap malam berkarung-karung plastik datang kerumahnya, dikeluarkan, dipilah-pilah, baru besok pagi dibawa ke pasar dan diedarkan kepada para pedagang disana. Buat bungkus cabe, sayur, ikan, ayam, rengginang, semua masuk..
Anehnya, para tetangga bilang kalau malam hari sedang proses pemilahan, plastik itu dikeluarkan bungkusnya dari pabrik. Pedagang itu mengambil beberapa lembar plastiknya, terus plastik pembungkusnya direkatkan lagi dengan api lilin. Plastik-plastik yang diambil itu dikumpulkan, menjadi segumpul, dirapikan dan jadi penambah dagangannya..
Curang? Iyalah!
100 lembar plastik bening, diambil 5 terus dikumpulkan, yang 95 dilem lagi dijual, yang 5 dikumpulkan sampai terkumpul banyak, dilem, jadi dagangan lagi. Pembeli plastiknya tidak mungkin menghitung lembar demi lembar plastik yang dia beli, buang waktu saja..
Bagaimana endingnya?
Saya jadi saksi pedagang itu dulunya makmur, punya motor 3, rumahnya langsung diganti keramik semua, bisnisnya rame. Namun janji ALLAH buat orang-orang yang curang dalam berdagang ternyata terbukti.
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthoffifin: 1-3).
CELAKA! Itu ancamannya..
Pedagang plastik itu terjerat riba hingga ratusan juta. Rumahnya disatroni tukang tagih siang malam. Dagangannya ludes tak bersisa. Mereka memilih meninggalkan rumahnya dan pergi ke kota lain, sampai hari ini mereka tidak kembali, rumah itu hanya ditempati saudaranya bertahun-tahun dengan kayu yang makin keropos dan cat yang hancur memudar.
Berapa banyak di jaman sekarang orang yang berbisnis bermain curang, timbangan diakali biar yang sekilo jadi berkurang takarannya.
Yang jualan online pun begitu, barang buruk dibilang bagus, kirim di luar spek, barang returan dikemas ulang lalu jual lagi ke pembeli lain. Gambling, semoga pembelinya gak protes..
Jualan dengan cara begitu, dapat uangnya tapi gak dapat berkahnya..
uang kepegang, tapi ALLAH bakal ambil lagi uang itu dengan cara-cara lain, lewat sakit.. celaka di jalan.. kehilangan.. atau gantian dia yang ditipu pelanggan.. nyesek kan!
Kemarin saya ke Gunung Kidul, ada cemilan khas sana yaitu belalang goreng. Rasanya memang enak kok, banyak yang suka walaupun ada juga yang ngeri melihat tampilannya...
Saya pernah bertanya penjualnya yang tersebar di jalan-jalan:
"Mbak ini kok toplesnya diganjel dengan dus tengahnya? Dari bawah kelihatan penuh, tapi ternyata bagian tengah berkurang jauh karena ditahan oleh dus yang dipotong bundar berbentuk cembung.."
Jawabnya:
"Iya mas, saya cuma dikirimi oleh supplyernya.. saya gak mengemas sendiri"
"Kalau begini namanya bisa diangap curang lho mbak sama pembeli, harga 25 ribu setoples, kelihatan banyak padahal enggak. Coba kalo beli di toko kacang bawang, kacang kapri, kacang tepung, dari bawah kelihatan penuh, pas dibuka ya tetap penuh.. "
Penjual itu cuman mringis gak bisa jawab...
Kalau memang alasannya untuk meniriskan minyak harusnya bisa dilakukan di luar toples usai digoreng, saya pernah membeli dengan harga yang sama 25 ribu, tapi toples isi penuh tanpa ada pengganjal dus cembung dibawahnya yang mengurangi volumenya.
Mmm... bisa jadi beda ya suppliyernya.
ALLAH meminta kita yang mau dapat rejeki berkah, adalah jadi pedagang yang JUJUR yang menyempurnakan semua takarannya..
"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya [QS al-Isrâ`:35].
Mulai sekarang berjanjilah pada diri sendiri, agar selalu hati-hati dalam mencari rejeki. Kalau hanya sekedar materi banyak sekali di bumi ini, tapi yang diridhoi oleh Ilahi harus dihindari yang ALLAH benci...
Yuk marii..
@Saptuari
Tuesday, February 28, 2017
Monday, February 27, 2017
TIPE KONSUMEN DI BISNIS KULINER..
TIPE KONSUMEN DI BISNIS KULINER..
Kamu yang punya bisnis kuliner pasti pernah ngalami dipuji pelanggan sekaligus dikomplain pelanggan, itu biasa.. wajarrrr dan normal! Gak ada yang sempurna di dunia ini, karena koki dan karyawan di warungmu bukan malaikat, namanya lalai, geseh, pasti bisa terjadi kapan saja.. mereka manusia biasa!
Ada yang japri ke saya, warungnya yang baru buka dikomplian pelanggan langsung ngedrop.. PDnya ilang! Saya bilang, justru itu moment bagus dapat masukan dari lidah orang lain, gak masalah.. jadikan semangat untuk masak lebih enak lagi besok.

Berikut beberapa tipe konsumen di bisnis kuliner yang saya pelajari sendiri, tentu dengan gaya bahasa saya yak!
1. TIPE PEMANGSA SEGALA
Ini konsumen yang gak ribet soal makanan! Di otaknya makanan itu hanya ada dua macam, enak dan enaaak banget! Pokoknya lapar.. datang.. makan.. kenyang.. bayar!
2. TIPE PENDIAM DAN PEMALU
Dia makan bisa gak dihabiskan, kalau ada yang gak cocok dengan lidahnya dia memilih diam. Ditanya kok gak habis? Jawabannya: "sudah kenyang..." Kalau beneran sudah kenyang dan makanannya enak pasti dia bisa bilang "dibungkus aja yaa.."
3. TIPE SANTUN BAIK HATI
Mereka konsumen ideal, datang dengan sopan, pesan makanan dengan sabar urut antrian, pantang komplain, menikmati kehadiran dan makanan di warungmu. Bisa jadi dia gak puas, tapi ketika membayar tetap tersenyum dan mengucapkan terimakasih.. masya ALLAH! Dia yakin kehadirannya hari itu sudah diatur ALLAH, kalau ada rasa yang gak cocok wajar saja, toh besok juga bisa makan lagi dimana saja. Setiap suapan makanan adalah rejeki yang harus disyukuri. Semoga banyak pahala untuknya..
4. TIPE REPORTER
Ketika makanan dihidangkan dia langsung ambil kamera, memfotonya dari beberapa sudut, dan sibuk menguploadnya di instagram, tidak lupa cekin.. bahkan sudah bisa komentar "kelihatan enak" padahal belum dimakan. Pokoknya ngeksis dulu, makan belakangan, bahkan sampai lupa berdoa.
5. TIPE KOMENTATOR
Dia tipenya harus memberian penilaian subyektif menurut standar lidahnya.. dia dengan pedenya akan bilang kurang ini kurang itu, pokoknya harus ada yang bisa dianalisa. Dia akan bergaya seperti komentator di TV, enak akan maknyuss tapi kalau gak enak kadang lebih kejam.. dan itu bukan hanya diomongkan tapi diupload di media sosial.
6. TIPE PENCACAT SEJATI
Konsumen ini yang kadang bikin ngelu hati.. semua makanan di matanya gak ada yang sempurna. Merasa sudah bayar maka dia akan ngomong semaunya. Ada 50 konsumen yang makan siang itu tanpa komplain, dia bisa jadi satu-satunya pengomplain. Berani ngomong langsung ke karyawan atau kasir, bayar sambil menggerutu, pokoknya sekali ada cacatnya dia akan melampiaskan rasa tidak puasnya terang-terangan walau jadi pusat perhatian. Gayanya juga kadang membandingkan dengan tempat makan lain yang sejenis. Kalau di sosmed dia akan berkata kejam: "cukup sekali! Saya gak akan datang lagi... cuihh!!" hehe..
7. TIPE DESTROYER
Ini konsumen yang memang dilahirkan untuk jadi pengisruh dimanapun dia berada. Sifatnya pemarah, temperamen tinggi, teriak-teriak semaunya, dan merasa dialah raja yang harus dilayani. Ada tulisan di Facebook keluhan orang yang warungnya diamuk si destroyer, gara-gara sudah pesan tempat namun di jam yang sudah ditentukan dia belum datang, sementara konsumen lain antri dalam kondisi hujan. Tempat itu diberikan konsumen lain sementara, pas dia datang langsung komplain, ngamuk, sampai mesin kasir nyaris jatuh disikutnya.. berdoa saja agar ALLAH jauhkan kita dari konsumen yang beginian dan dari godaan syeitan yang terkutuk, minta ALLAH kirimkan konsumen yang baik hati saja.. Aaamiiin!
8. TIPE MATA-MATA
Dia bisa jadi pemilik usaha yang sama, atau dia orang yang pengen nyontoh usaha kita. Gayanya tenang, sambil menunggu makan biasanya dia sudah mengeluarkan kamera, bergaya sok santai motret daftar menu, daftar minuman, tempelan-tempelan di dinding, posisi lampu, sampai bentuk meja kursi pun difoto. Ketika makan pun dia akan memotret makanannya, pura-pura menikmati dan membandingkan makanan di warungnya. Ketika membayar dia akan basa basi dengan kasir, menanyakan beberapa hal yang dia anggap penting, yang vulgar ada yang terang-terangan meminta resep bumbunya, dengan alasan mau buka di planet lain! Wataaawww bletak!!
Sudah paham yaa.. dengan semua tipe konsumen begitu dirimu juga akan dilatih kesabarannya, makin hari jadi asupan gizi dan pengalaman untukmu...
hadapi!
tekuni!
Setiap masalah pasti ada solusinya, asal selalu melibatkan ALLAH dalam ikhtiar kita..
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada KEMUDAHAN.."
-Quran Surat Al Inshirah:5
Kapan mau mampir lagi?
@Saptuari
Kamu yang punya bisnis kuliner pasti pernah ngalami dipuji pelanggan sekaligus dikomplain pelanggan, itu biasa.. wajarrrr dan normal! Gak ada yang sempurna di dunia ini, karena koki dan karyawan di warungmu bukan malaikat, namanya lalai, geseh, pasti bisa terjadi kapan saja.. mereka manusia biasa!
Ada yang japri ke saya, warungnya yang baru buka dikomplian pelanggan langsung ngedrop.. PDnya ilang! Saya bilang, justru itu moment bagus dapat masukan dari lidah orang lain, gak masalah.. jadikan semangat untuk masak lebih enak lagi besok.

Berikut beberapa tipe konsumen di bisnis kuliner yang saya pelajari sendiri, tentu dengan gaya bahasa saya yak!
1. TIPE PEMANGSA SEGALA
Ini konsumen yang gak ribet soal makanan! Di otaknya makanan itu hanya ada dua macam, enak dan enaaak banget! Pokoknya lapar.. datang.. makan.. kenyang.. bayar!
2. TIPE PENDIAM DAN PEMALU
Dia makan bisa gak dihabiskan, kalau ada yang gak cocok dengan lidahnya dia memilih diam. Ditanya kok gak habis? Jawabannya: "sudah kenyang..." Kalau beneran sudah kenyang dan makanannya enak pasti dia bisa bilang "dibungkus aja yaa.."
3. TIPE SANTUN BAIK HATI
Mereka konsumen ideal, datang dengan sopan, pesan makanan dengan sabar urut antrian, pantang komplain, menikmati kehadiran dan makanan di warungmu. Bisa jadi dia gak puas, tapi ketika membayar tetap tersenyum dan mengucapkan terimakasih.. masya ALLAH! Dia yakin kehadirannya hari itu sudah diatur ALLAH, kalau ada rasa yang gak cocok wajar saja, toh besok juga bisa makan lagi dimana saja. Setiap suapan makanan adalah rejeki yang harus disyukuri. Semoga banyak pahala untuknya..
4. TIPE REPORTER
Ketika makanan dihidangkan dia langsung ambil kamera, memfotonya dari beberapa sudut, dan sibuk menguploadnya di instagram, tidak lupa cekin.. bahkan sudah bisa komentar "kelihatan enak" padahal belum dimakan. Pokoknya ngeksis dulu, makan belakangan, bahkan sampai lupa berdoa.
5. TIPE KOMENTATOR
Dia tipenya harus memberian penilaian subyektif menurut standar lidahnya.. dia dengan pedenya akan bilang kurang ini kurang itu, pokoknya harus ada yang bisa dianalisa. Dia akan bergaya seperti komentator di TV, enak akan maknyuss tapi kalau gak enak kadang lebih kejam.. dan itu bukan hanya diomongkan tapi diupload di media sosial.
6. TIPE PENCACAT SEJATI
Konsumen ini yang kadang bikin ngelu hati.. semua makanan di matanya gak ada yang sempurna. Merasa sudah bayar maka dia akan ngomong semaunya. Ada 50 konsumen yang makan siang itu tanpa komplain, dia bisa jadi satu-satunya pengomplain. Berani ngomong langsung ke karyawan atau kasir, bayar sambil menggerutu, pokoknya sekali ada cacatnya dia akan melampiaskan rasa tidak puasnya terang-terangan walau jadi pusat perhatian. Gayanya juga kadang membandingkan dengan tempat makan lain yang sejenis. Kalau di sosmed dia akan berkata kejam: "cukup sekali! Saya gak akan datang lagi... cuihh!!" hehe..
7. TIPE DESTROYER
Ini konsumen yang memang dilahirkan untuk jadi pengisruh dimanapun dia berada. Sifatnya pemarah, temperamen tinggi, teriak-teriak semaunya, dan merasa dialah raja yang harus dilayani. Ada tulisan di Facebook keluhan orang yang warungnya diamuk si destroyer, gara-gara sudah pesan tempat namun di jam yang sudah ditentukan dia belum datang, sementara konsumen lain antri dalam kondisi hujan. Tempat itu diberikan konsumen lain sementara, pas dia datang langsung komplain, ngamuk, sampai mesin kasir nyaris jatuh disikutnya.. berdoa saja agar ALLAH jauhkan kita dari konsumen yang beginian dan dari godaan syeitan yang terkutuk, minta ALLAH kirimkan konsumen yang baik hati saja.. Aaamiiin!
8. TIPE MATA-MATA
Dia bisa jadi pemilik usaha yang sama, atau dia orang yang pengen nyontoh usaha kita. Gayanya tenang, sambil menunggu makan biasanya dia sudah mengeluarkan kamera, bergaya sok santai motret daftar menu, daftar minuman, tempelan-tempelan di dinding, posisi lampu, sampai bentuk meja kursi pun difoto. Ketika makan pun dia akan memotret makanannya, pura-pura menikmati dan membandingkan makanan di warungnya. Ketika membayar dia akan basa basi dengan kasir, menanyakan beberapa hal yang dia anggap penting, yang vulgar ada yang terang-terangan meminta resep bumbunya, dengan alasan mau buka di planet lain! Wataaawww bletak!!
Sudah paham yaa.. dengan semua tipe konsumen begitu dirimu juga akan dilatih kesabarannya, makin hari jadi asupan gizi dan pengalaman untukmu...
hadapi!
tekuni!
Setiap masalah pasti ada solusinya, asal selalu melibatkan ALLAH dalam ikhtiar kita..
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada KEMUDAHAN.."
-Quran Surat Al Inshirah:5
Kapan mau mampir lagi?
@Saptuari
Wednesday, February 22, 2017
SUJUD! KEAJAIBAN REJEKI MEMINTA PADA ALLAH..
SUJUD! KEAJAIBAN REJEKI MEMINTA PADA ALLAH..
"Mas Saptu, mampir warung saya mas! Please tak tunggu.. ada bebek paling enak se-Magelang, dan ada kisah luar biasa mas!"
Isi WA dari Dimas Adnan saya terima kemarin dalam perjalanan dari Jogja ke Temanggung.
Ada cerita 'nggedabusss' apa lagi dari orang ini, dibanding tawaran bebeknya, saya kok lebih tertarik dengan ceritanya. Kalo menarik saya tayangkan di group ini..
Jam 4 sore saya mampir ke lokasi yang dia kirim rutenya via WA, di jalan Bandongan arah Kaliangkrik. Sebuah warung makan dengan konsep natural dari bambu, tempat parkirnya luas penuh dengan mobil. Ketika saya keluar dia sudah prengas-prenges membawa payung, sementara di dalam suara begitu ramai orang yang sedang makan. Sebuah Neonbox besar bertuliskan: ATM Cafe, Angkringan Tmax Tmilk! Haiyah.. apalagi nih..
"Cerita opo lagi Dim? Nek ra menarik ora layak tayang pokoke.. hehe" kata saya iseng
"Naaah itulah mas.. saya maksa mas Saptu kesini karena ada testimoni yang mau saya ceritakan.. sambil nunggu bebeknya datang yo mas, wajib mencoba.."
Mmmm.. ini nih yang jadi godaannya..
"Usaha SuperMilk dah saya tutup mas, karena pemilik tempat mulai tidak konsisten, dari yang sebelumnya bagi hasil tiap bulan dia mulai minta ngerecoki keuangan harian, akhirnya saya milih menutup usaha saja, daripada diteruskan cuma sakit hati.."
Terus? Gitu thok? Biasa itu mah..
"Dalam kondisi saya gak punya modal banyak, bikin buka usaha lagi mau dari mana? Tempat gak punya? Karyawan gak punya?.. dan saya mraktekkan ilmunya, memperbaiki sholat total! Selalu jamaah di masjid, kobliah ba'diah, tahajud, dhuha gak pernah putus.. kemana-mana saya pakai kemeja sekarang, mantesin diri ketika ALLAH memanggil saya langsung ke masjid sudah pakai kemeja, saya cuman pakai kaos kalo di rumah habis isya, atau habis subuh.. "
Terus, apa tuh yang kamu rasakan? Minta harta banyak? Dapat pinjaman? Dapat modal usaha?
"Enggak mas, setiap sujud saya lama berdoa, hanya minta ya ALLAH cukupkan semua kebutuhanku saat ini, saya gak minta macem-macem atau nyebut rupiah. ALLAH tau apa yang saya butuhkan, dan saya minta dicukupkan.. "
Ngefek begitu?
"Itulah mas.. dimulai dari saya seperti diingatkan ada orang yang pernah mencari saya ketika dia dulu mampir ke warung susu, dia bilang mau ketemu. Cuman saya waktu itu belum ada waktu.. pas sekarang kok tiba-tiba ingat, saya datangi alamat yang dulu dikasih. Masya ALLAH kejaiban itu datang mas, orangnya ternyata teman almarhum Bapak saya, dan ternyata asalnya gak jauh dari rumah saya juga, cuman selama ini dia tinggal di Jakarta, orang itu bilang kesaya: Dimas, saya suka melihat usahamu, saya mau kamu kerjasama dengan saya, ada tanah 3000 meter siap kelola, kalo modal kurang saya tambahi, nanti bagi hasil, kamu 60%, saya 40%.. "
"Jleb! Masya ALLAH.. orang ini seperti ALLAH langsung yang hadirkan di depan mata, tanpa saya sibuk mikir utang bank lagi, tanpa mikir utang ke kawan dan saudara, saya minta ke ALLAH langsung! Dan ALLAH hadirkan solusinya.. ALLAH atur prosesnya!"
Lanjut Dimas dengan berapi-api..
Terus? Terus?
"Langsung saya kebut segera merenovasi tempat ini, namanya Angkringan Tmax Tmilk, kalo dalam bahasa jawa itu kayak 'Thimak Thimik', pelan-pelan.. seperti Tuma'ninah dalam gerakan sholat. Sholat itu harus ada jeda, dinikmati tiap gerakannya, gak boleh buru-buru.. itu filosofinya.. Alhamdulillah, warung ini sambutannya luar biasa mas.. siang sampai malam selalu rame, saya sedang nyiapkan ada meeting room di belakang karena permintaan pelanggan agar bisa rapat sekaligus makan siang disini.."
Suara riuh pembeli sedang makan terdengar dari dalam, bebek di piring saya sudah tak bersisa.. ludess sampai sambelnya! Cabe mahal bro!
"Berapa omzet sehari Dim? " tanya saya
"Alhamdulillah rata-rata sudah 5 juta mas, kalo pas weekend naik lagi.. naah gara-gara responnya bagus, saya ditawari lahan kedua mas di Blabak Magelang 2000m, minta dibuatkan persis seperti ini.. masya ALLAH, seperti dibuka jalan sama ALLAH, saya hanya minta DICUKUPKAN.. oleh ALLAH malah dikasih banyak peluang di depan mata.."
Kok bisa cepet rame gini? Kamu promosi pakai apa? Facebook? Instagram? Brosur? Spanduk?
"Enggak mas.. pakai doa" tutupnya sambil cengengesan
Hujan rintik di Magelang, seolah mengamini semua cerita yang saya dengar..
Perjalanan menuju Jogja menjelang petang, jadi syahdu jika mengingat janji Tuhan..
"Jadikanlah SABAR dan SHALAT sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (Al-Baqarah:45)
Gerimis..
@Saptuari
"Mas Saptu, mampir warung saya mas! Please tak tunggu.. ada bebek paling enak se-Magelang, dan ada kisah luar biasa mas!"
Isi WA dari Dimas Adnan saya terima kemarin dalam perjalanan dari Jogja ke Temanggung.
Ada cerita 'nggedabusss' apa lagi dari orang ini, dibanding tawaran bebeknya, saya kok lebih tertarik dengan ceritanya. Kalo menarik saya tayangkan di group ini..
Jam 4 sore saya mampir ke lokasi yang dia kirim rutenya via WA, di jalan Bandongan arah Kaliangkrik. Sebuah warung makan dengan konsep natural dari bambu, tempat parkirnya luas penuh dengan mobil. Ketika saya keluar dia sudah prengas-prenges membawa payung, sementara di dalam suara begitu ramai orang yang sedang makan. Sebuah Neonbox besar bertuliskan: ATM Cafe, Angkringan Tmax Tmilk! Haiyah.. apalagi nih..
"Cerita opo lagi Dim? Nek ra menarik ora layak tayang pokoke.. hehe" kata saya iseng
"Naaah itulah mas.. saya maksa mas Saptu kesini karena ada testimoni yang mau saya ceritakan.. sambil nunggu bebeknya datang yo mas, wajib mencoba.."
Mmmm.. ini nih yang jadi godaannya..
"Usaha SuperMilk dah saya tutup mas, karena pemilik tempat mulai tidak konsisten, dari yang sebelumnya bagi hasil tiap bulan dia mulai minta ngerecoki keuangan harian, akhirnya saya milih menutup usaha saja, daripada diteruskan cuma sakit hati.."
Terus? Gitu thok? Biasa itu mah..
"Dalam kondisi saya gak punya modal banyak, bikin buka usaha lagi mau dari mana? Tempat gak punya? Karyawan gak punya?.. dan saya mraktekkan ilmunya, memperbaiki sholat total! Selalu jamaah di masjid, kobliah ba'diah, tahajud, dhuha gak pernah putus.. kemana-mana saya pakai kemeja sekarang, mantesin diri ketika ALLAH memanggil saya langsung ke masjid sudah pakai kemeja, saya cuman pakai kaos kalo di rumah habis isya, atau habis subuh.. "
Terus, apa tuh yang kamu rasakan? Minta harta banyak? Dapat pinjaman? Dapat modal usaha?
"Enggak mas, setiap sujud saya lama berdoa, hanya minta ya ALLAH cukupkan semua kebutuhanku saat ini, saya gak minta macem-macem atau nyebut rupiah. ALLAH tau apa yang saya butuhkan, dan saya minta dicukupkan.. "
Ngefek begitu?
"Itulah mas.. dimulai dari saya seperti diingatkan ada orang yang pernah mencari saya ketika dia dulu mampir ke warung susu, dia bilang mau ketemu. Cuman saya waktu itu belum ada waktu.. pas sekarang kok tiba-tiba ingat, saya datangi alamat yang dulu dikasih. Masya ALLAH kejaiban itu datang mas, orangnya ternyata teman almarhum Bapak saya, dan ternyata asalnya gak jauh dari rumah saya juga, cuman selama ini dia tinggal di Jakarta, orang itu bilang kesaya: Dimas, saya suka melihat usahamu, saya mau kamu kerjasama dengan saya, ada tanah 3000 meter siap kelola, kalo modal kurang saya tambahi, nanti bagi hasil, kamu 60%, saya 40%.. "
"Jleb! Masya ALLAH.. orang ini seperti ALLAH langsung yang hadirkan di depan mata, tanpa saya sibuk mikir utang bank lagi, tanpa mikir utang ke kawan dan saudara, saya minta ke ALLAH langsung! Dan ALLAH hadirkan solusinya.. ALLAH atur prosesnya!"
Lanjut Dimas dengan berapi-api..
Terus? Terus?
"Langsung saya kebut segera merenovasi tempat ini, namanya Angkringan Tmax Tmilk, kalo dalam bahasa jawa itu kayak 'Thimak Thimik', pelan-pelan.. seperti Tuma'ninah dalam gerakan sholat. Sholat itu harus ada jeda, dinikmati tiap gerakannya, gak boleh buru-buru.. itu filosofinya.. Alhamdulillah, warung ini sambutannya luar biasa mas.. siang sampai malam selalu rame, saya sedang nyiapkan ada meeting room di belakang karena permintaan pelanggan agar bisa rapat sekaligus makan siang disini.."
Suara riuh pembeli sedang makan terdengar dari dalam, bebek di piring saya sudah tak bersisa.. ludess sampai sambelnya! Cabe mahal bro!
"Berapa omzet sehari Dim? " tanya saya
"Alhamdulillah rata-rata sudah 5 juta mas, kalo pas weekend naik lagi.. naah gara-gara responnya bagus, saya ditawari lahan kedua mas di Blabak Magelang 2000m, minta dibuatkan persis seperti ini.. masya ALLAH, seperti dibuka jalan sama ALLAH, saya hanya minta DICUKUPKAN.. oleh ALLAH malah dikasih banyak peluang di depan mata.."
Kok bisa cepet rame gini? Kamu promosi pakai apa? Facebook? Instagram? Brosur? Spanduk?
"Enggak mas.. pakai doa" tutupnya sambil cengengesan
Hujan rintik di Magelang, seolah mengamini semua cerita yang saya dengar..
Perjalanan menuju Jogja menjelang petang, jadi syahdu jika mengingat janji Tuhan..
"Jadikanlah SABAR dan SHALAT sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (Al-Baqarah:45)
Gerimis..
@Saptuari
Saturday, February 18, 2017
BERBISNIS DARI KETERBATASAN... TERNYATA BISA!!
BERBISNIS DARI KETERBATASAN... TERNYATA BISA!!
Ketika acara Milad #SedekahRombongan ke 5 ada sesi sharing dengan kurir relawan. Kisah mbak Shendi Agustya Irflani membuat seisi ruangan menangis haru. Bu Khofifah Mensos yang duduk di samping saya pun berkali-kali menghapus air matanya..
"Anak saya sakit hydrocephalus.. pembesaran kepala berisi cairan yang bocor. Dari Cilacap saya dan suami berangkat ke Jakarta untuk berobat ke RSCM dengan bekal seadanya. Kami hanya ingin anak kami sembuh, namun ternyata pengobatan anak kami butuh waktu lama, tidak hanya satu dua minggu. Ketika di RSCM kami kehabisan biaya sehingga tidak mampu menyewa rumah kos, kami tidur di selasar rumah sakit sementara suami saya bekerja serabutan untuk menambah biaya hidup kami.."
Mbak Shendi mulai bercerita, 500 orang yang ada di ruangan itu terdiam..
"Satu ketika uang di dompet tinggal 2000 rupiah, saya harus menahan lapar hari itu. Waktu itu saya sholat sambil nangis memohon pertolongan dari ALLAH.. saya benar-benar terpuruk, anak sakit, jauh dari keluarga, dan bekal habis.. saya pantang meminta-minta pada manusia, hanya ALLAH tempat saya meminta bantuan.."
Suasana makin haru..
"Dalam kondisi kepepet itu saya kaget ketika sedang duduk di selasar rumah sakit ada seorang bapak yang mendekati saya dan menyapa dengan ramah.."
"Ibu sakit apa? Atau keluarga yang sakit? dari mana? Apa yang dibutuhkan saat ini?"
"Bapak itu mengenalkan diri namanya pak Harji dari gerakan #SedekahRombongan, saya kaget sekali ketika bapak itu menyerahkan uang 500 ribu dalam amplop, dan bilang kalau itu uang untuk biaya hidup di rumah sakit. Ya ALLAH inikah pertolonganMu... saya nangis waktu itu, sungguh ALLAH mendengar doa saya.. saya lapar, saya berdoa dan ALLAH langsung memberikan rejekiNya.. "
Banyak peserta sudah mulai berkaca-kaca..
"Saya tidak mau berdiam diri dengan uang itu, saya harus bisa mencari uang sendiri dan saya tidak mau tangan saya di bawah terus! Uang itu 100 ribu saya buat makan, cukup untuk beberapa kali makan.. yang 400 ribu saya gunakan untuk membeli krupuk ikan di penyetor, terus krupuk itu saya jual keliling di rumah sakit, masya Allah krupuk itu ludes dengan cepatnya.. saya ambil lagi, jual lagi, ambil lagi, jual lagi, teruuus begitu sambil menunggu anak saya yang dirawat di RSCM.. ALLAH memang Maha Kaya, sejak saat itu rejeki dari jualan krupuk ikan cukup untuk makan sehari-hari, bisa bayar kos, bahkan saya bisa menabung.."
Masya ALLAH sampai sini sudah menginspirasi, tapi cerita belum selesai..
"Ada kawan yang menyarankan agar saya berjualan di facebook, saya mulai mengupload krupuk ikan itu... banyak kawan-kawan yang memesan bahkan mereka ambil banyak untuk dijual lagi, kadang sampai malam saya dan suami membungkus krupuk-krupuk itu untuk dikirim besok pagi. Ada pesanan dari Papua juga. Saya juga menjadi reseller salah satu kosmetik, saya upload juga di facebook.. pesenan juga terus berdatangan dari berbagai kota, Alhamdulillaaah..."
Selesai? Beluum...
"Ketika dulu saya dalam kondisi terpuruk saya dibantu #SedekahRombongan, sekarang saya sudah punya usaha sendiri, omzet sebulan minimal 30 juta, saya bertekad untuk gantian saya yang memberi.. saya bergabung menjadi kurir relawan di #SR, dan tiap bulan sebagian dari keuntungan saya jualan krupuk dan kosmetik selalu saya sedekahkan untuk mereka yang juga bernasib seperti saya dulu.. keluarga sakit, dan butuh dana untuk bertahan hidup di Jakarta... saya begitu bahagia ketika bisa bersedekah, sambil merawat anak saya yang sakit ternyata saya juga bisa bermanfaat untuk sesama... "
Seisi ruangan banjir airmata..
Ini pelajaran mahal dan jadi contoh untuk siapa saja yang sedang di bawah.. habis-habisan karena keluarga sakit, atau terjerat utang bertahun-tahun.. bersandarlah kepada ALLAH Yang Muahaaa Kaya!
Yang Muaaahaa Berkuasa!
Sungguh pertolongan ALLAH sangat dekat bagi mereka yang percaya dan mau MENDEKAT padaNya..
Kisah mbak Shendi ini menginspirasi banyak orang, pantas jika sebuah stasiun televisi pernah memberinya award Inspirasi Indonesia "Pantang Menyerah"..
Oh iya.. bagi yang ingin mendengar dan melihat cuplikan kisah mbak Shendi langsung, bisa lihat nanti malam, Jumat 20 Januari jam 20.00 dan besok Sabtu siang jam 13.00 di acara Kick Andy...
Insya ALLAH saya ikut menemani..
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Ketika acara Milad #SedekahRombongan ke 5 ada sesi sharing dengan kurir relawan. Kisah mbak Shendi Agustya Irflani membuat seisi ruangan menangis haru. Bu Khofifah Mensos yang duduk di samping saya pun berkali-kali menghapus air matanya..
"Anak saya sakit hydrocephalus.. pembesaran kepala berisi cairan yang bocor. Dari Cilacap saya dan suami berangkat ke Jakarta untuk berobat ke RSCM dengan bekal seadanya. Kami hanya ingin anak kami sembuh, namun ternyata pengobatan anak kami butuh waktu lama, tidak hanya satu dua minggu. Ketika di RSCM kami kehabisan biaya sehingga tidak mampu menyewa rumah kos, kami tidur di selasar rumah sakit sementara suami saya bekerja serabutan untuk menambah biaya hidup kami.."
Mbak Shendi mulai bercerita, 500 orang yang ada di ruangan itu terdiam..
"Satu ketika uang di dompet tinggal 2000 rupiah, saya harus menahan lapar hari itu. Waktu itu saya sholat sambil nangis memohon pertolongan dari ALLAH.. saya benar-benar terpuruk, anak sakit, jauh dari keluarga, dan bekal habis.. saya pantang meminta-minta pada manusia, hanya ALLAH tempat saya meminta bantuan.."
Suasana makin haru..
"Dalam kondisi kepepet itu saya kaget ketika sedang duduk di selasar rumah sakit ada seorang bapak yang mendekati saya dan menyapa dengan ramah.."
"Ibu sakit apa? Atau keluarga yang sakit? dari mana? Apa yang dibutuhkan saat ini?"
"Bapak itu mengenalkan diri namanya pak Harji dari gerakan #SedekahRombongan, saya kaget sekali ketika bapak itu menyerahkan uang 500 ribu dalam amplop, dan bilang kalau itu uang untuk biaya hidup di rumah sakit. Ya ALLAH inikah pertolonganMu... saya nangis waktu itu, sungguh ALLAH mendengar doa saya.. saya lapar, saya berdoa dan ALLAH langsung memberikan rejekiNya.. "
Banyak peserta sudah mulai berkaca-kaca..
"Saya tidak mau berdiam diri dengan uang itu, saya harus bisa mencari uang sendiri dan saya tidak mau tangan saya di bawah terus! Uang itu 100 ribu saya buat makan, cukup untuk beberapa kali makan.. yang 400 ribu saya gunakan untuk membeli krupuk ikan di penyetor, terus krupuk itu saya jual keliling di rumah sakit, masya Allah krupuk itu ludes dengan cepatnya.. saya ambil lagi, jual lagi, ambil lagi, jual lagi, teruuus begitu sambil menunggu anak saya yang dirawat di RSCM.. ALLAH memang Maha Kaya, sejak saat itu rejeki dari jualan krupuk ikan cukup untuk makan sehari-hari, bisa bayar kos, bahkan saya bisa menabung.."
Masya ALLAH sampai sini sudah menginspirasi, tapi cerita belum selesai..
"Ada kawan yang menyarankan agar saya berjualan di facebook, saya mulai mengupload krupuk ikan itu... banyak kawan-kawan yang memesan bahkan mereka ambil banyak untuk dijual lagi, kadang sampai malam saya dan suami membungkus krupuk-krupuk itu untuk dikirim besok pagi. Ada pesanan dari Papua juga. Saya juga menjadi reseller salah satu kosmetik, saya upload juga di facebook.. pesenan juga terus berdatangan dari berbagai kota, Alhamdulillaaah..."
Selesai? Beluum...
"Ketika dulu saya dalam kondisi terpuruk saya dibantu #SedekahRombongan, sekarang saya sudah punya usaha sendiri, omzet sebulan minimal 30 juta, saya bertekad untuk gantian saya yang memberi.. saya bergabung menjadi kurir relawan di #SR, dan tiap bulan sebagian dari keuntungan saya jualan krupuk dan kosmetik selalu saya sedekahkan untuk mereka yang juga bernasib seperti saya dulu.. keluarga sakit, dan butuh dana untuk bertahan hidup di Jakarta... saya begitu bahagia ketika bisa bersedekah, sambil merawat anak saya yang sakit ternyata saya juga bisa bermanfaat untuk sesama... "
Seisi ruangan banjir airmata..
Ini pelajaran mahal dan jadi contoh untuk siapa saja yang sedang di bawah.. habis-habisan karena keluarga sakit, atau terjerat utang bertahun-tahun.. bersandarlah kepada ALLAH Yang Muahaaa Kaya!
Yang Muaaahaa Berkuasa!
Sungguh pertolongan ALLAH sangat dekat bagi mereka yang percaya dan mau MENDEKAT padaNya..
Kisah mbak Shendi ini menginspirasi banyak orang, pantas jika sebuah stasiun televisi pernah memberinya award Inspirasi Indonesia "Pantang Menyerah"..
Oh iya.. bagi yang ingin mendengar dan melihat cuplikan kisah mbak Shendi langsung, bisa lihat nanti malam, Jumat 20 Januari jam 20.00 dan besok Sabtu siang jam 13.00 di acara Kick Andy...
Insya ALLAH saya ikut menemani..
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Solusi untuk melunasi hutang
Setelah postingan saya "SK Yang Tergadai" temennya "Putri Yang Tertukar" direpost ribuan orang, banyak kawan-kawan PNS yang curhat ke saya tentang kondisi mereka yang hidup penuh utang. Di satu sisi jelas miris dan ikut prihatin, di sisi lain harus ada solusinya.. kalau enggak ya seumur hidup tersandera oleh utang! Karena gaji mereka otomatis terpotong sebelum sampai di tangan.. yang masih sisa walaupun sedikit masih mending, banyak yang sampai minus untuk bayar utang hingga harus ngobyek sana-sini banting tulang siang malam hanya untuk setor cicilan..
Makin hot karena minggu lalu saya dapat kiriman dari kang Ajat Jatnika di Karawang, headline koran lokal "GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS" dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.. ngerii!
Terus kawan saya Makhjudin Zein mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi 34 KM dari jam 12 malam, demi mengantri di waktu subuh di loket pengambilan uang pensiun. Apakah yang diterima utuh? Ooo tidak.. dari uang pensiun 3,9 juta hanya tersisa 395.000 saja! Tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta, padahal uang yang diterima hanya 80 juta, katanya dulu untuk beli sawah.. siapapun yang melihat video itu bakalan nyesek ke ulu hati, baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..
Bagi yang sudah belajar ilmu RIBA gak susah nyari jawabannya, ada di Quran dan hadist kok..
"Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." [QS. Al-Baqarah: Ayat 276]
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Dan jeritan kawan-kawan PNS yang curhat ternyata intinya sama:
"Saya ingin bebas dari semua utang mas!"
"Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!"
"Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!"
"Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikir cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!"
Sebenarnya solusinya sudah sering saya bahas, tapi kuncinya cuman satu: mau enggak menjalaninya?
Berat? Ya beraaat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. dramatis pokoknya!
Bikin malu? Tentu! Tapi gak malu-maluin di depan ALLAH..
"Apa itu mas? Apa itu! Apa ituuuu!!"
Fiuuuuh! Yuk satu-satu saya tuntun..
1. TAUBAT!
Minta ampun sama ALLAH karena kita sudah berani mainan riba. Sholat taubat 2 rakaat sebanyak-banyaknya. Bisa sesudah shalat fardhu maupun di waktu dhuha dan tahajut.. pokoknya sholat taubat sebanyak-banyaknya, kejar ampunan ALLAH! Gak usah nyari solusi dulu, gak bakal ketemu.. kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan ALLAH bukakan! Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasih dari Tuhan yang menciptakan kita.. dah level paling atas nih!
2. BERAZZAM
Artinya berniat dan bercita-cita dengan sangaaaaaattt sungguh-sungguh untuk bebas utang dan riba! Di level ini kalau niat itu begitu muantab maka perasaan jijik pada utang itu sudah pada level jijik melihat babi dan khamar! Kan semua jelas-jelas diharamkan ALLAH, Tuhan yang punya langit dan bumi, maka pilihannya cuman satu kita taat dan patuh pada aturan itu!
Riba haram mas? Baca saja di Quran Surat Al Baqarah 275.. masak masih ngeyel pada aturan ALLAH?
Banyak orang yang testimoni mulai merasakan keajaiban di level ini, ketika sudah mantab meninggalkan riba maka satu demi satu keajaiban datang! Ini seperti bukti dari hadist ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400]
3. SIAP KEHILANGAN!
Kehilangan apa? Kehilangan benda-benda yang selama ini membuat tersandera!
Gini, utang dengan jaminan SK itu hanya akan lunas di waktu yang telah ditentukan. Pihak pemberi utang tenang, karena ada jaminan dari tempat kerja bahwa tiap bulan gaji otomatis terpotong, gak ada kredit macet.. dan PASTI UNTUNG! Kalau berhutang dengan jadwal waktu 5 tahun, padahal baru setahun sudah terasa begitu sesak di dada, bagaimana cara memblokir yang 4 tahun tersisa?
Hanya satu pilihan.. lunasi pokoknya, tebass langsung!
Uang dari mana mas? Ya jual asset salah satu cara tercepat!
Punya motor? Jual aja..
Punya mobil? Jual aja..
Punya tanah? Jual aja..
Punya rumah? Jual aja..
Hasil penjualan 100% untuk bayar utang! Kalaupun nombok gak banyak-banyak amat laaah..
"Jual barang dan asset itu gak gampang mas? Susah cari pembeli! Berbulan-bulan iklan gak laku-laku juga!"
Mmmm.. pakai ilmu manusia sih! Pakai ilmunya ALLAH dong yang diajarkan Nabi!
Apa itu? SEDEKAH DI DEPAN!
Niatnya diganti, bukan begini:
"Kalau rumah saya laku, saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim!"
Tapi begini:
"Saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim, agar ALLAH ridho dan memberikan jalan keluar. Mengirimkan pembeli yang cocok yang akan membeli asset saya"
Tuh begitu... ada buktinya kalo itu manjur?
Sepanjang saya seminar "Kembali Ke Titik Nol" di berbagai kota, buanyak yang ngasih testimoni setelah asset mereka terjual setelah rutin ngasih makan anak-anak yatim dan duafa! Masak gak percaya sama ilmu yang diajarkan Nabi sih?
4. CARI PENDAPATAN LAIN YANG HALAL!
Sambil proses menjual asset, gak usah malu untuk ngobyek di luar jam kerja asal itu halal! Nyambi jadi driver ojek online boleeeh! Lepaskan itu seragam PNS, ganti jaket warna warni. Halal kok.. angkut!
Mau jualan? Gak dilarang.. belajar jualan online, dari jilbab, flaskdisk, casing HP, sambel kemasan, madu, obat herbal, apapun itulah.. pokoknya asal halal ya sikat! Kumpulkan uangnya untuk membayar pokok utang!
5. UBAH GAYA HIDUP!
Gak usah gampang panasss ketika teman sekantor pada pamer limit kartu kredit, pamer mobil baru, pamer motor baru, pamer laptop baru, apalagi cuman HP baru... haaaalaah, makplenyik lah itu!
Pokoknya "madep mantep" utang lunas! Fokuuusss jangan gampang panas!
6. MINTA DOA ORANG TUA
Mereka yang melahirkan dan membesarkanmu, cium tangan bahkan kaki mereka agar ALLAH makin ridho.. minta doa dari mereka agar bisa makin kuat menghadapi jeratan utang itu.
Daaaaan... jika moment mengharukan itu datang, engkau bisa membebaskan SK mu, jangan pernah lagi menyekolahkannya.. mulailah hidup hemat dan tertib dalam mengelola keuangan keluarga. Yakin deh, ketika hati tenang, pikiran lapang, itu semua potensi diri dan kreativitas bakal keluarrrr! Energi kebaikan akan berlipat-lipat, dan rejeki akan datang lagi lebih berkah dan lebih banyak...
Janji ALLAH:
"Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.." [QS An Nisa:100]
Selamat berjuang kawan! Kelak engkau jadi PNS sungguhan.. Pengen Nambahi Sedekah!
Sedekahnya jadi buanyak! Karena rejeki terus datang berlipat-lipat..
Salam lunas!
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Makin hot karena minggu lalu saya dapat kiriman dari kang Ajat Jatnika di Karawang, headline koran lokal "GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS" dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.. ngerii!
Terus kawan saya Makhjudin Zein mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi 34 KM dari jam 12 malam, demi mengantri di waktu subuh di loket pengambilan uang pensiun. Apakah yang diterima utuh? Ooo tidak.. dari uang pensiun 3,9 juta hanya tersisa 395.000 saja! Tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta, padahal uang yang diterima hanya 80 juta, katanya dulu untuk beli sawah.. siapapun yang melihat video itu bakalan nyesek ke ulu hati, baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..
Bagi yang sudah belajar ilmu RIBA gak susah nyari jawabannya, ada di Quran dan hadist kok..
"Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." [QS. Al-Baqarah: Ayat 276]
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Dan jeritan kawan-kawan PNS yang curhat ternyata intinya sama:
"Saya ingin bebas dari semua utang mas!"
"Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!"
"Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!"
"Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikir cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!"
Sebenarnya solusinya sudah sering saya bahas, tapi kuncinya cuman satu: mau enggak menjalaninya?
Berat? Ya beraaat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. dramatis pokoknya!
Bikin malu? Tentu! Tapi gak malu-maluin di depan ALLAH..
"Apa itu mas? Apa itu! Apa ituuuu!!"
Fiuuuuh! Yuk satu-satu saya tuntun..
1. TAUBAT!
Minta ampun sama ALLAH karena kita sudah berani mainan riba. Sholat taubat 2 rakaat sebanyak-banyaknya. Bisa sesudah shalat fardhu maupun di waktu dhuha dan tahajut.. pokoknya sholat taubat sebanyak-banyaknya, kejar ampunan ALLAH! Gak usah nyari solusi dulu, gak bakal ketemu.. kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan ALLAH bukakan! Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasih dari Tuhan yang menciptakan kita.. dah level paling atas nih!
2. BERAZZAM
Artinya berniat dan bercita-cita dengan sangaaaaaattt sungguh-sungguh untuk bebas utang dan riba! Di level ini kalau niat itu begitu muantab maka perasaan jijik pada utang itu sudah pada level jijik melihat babi dan khamar! Kan semua jelas-jelas diharamkan ALLAH, Tuhan yang punya langit dan bumi, maka pilihannya cuman satu kita taat dan patuh pada aturan itu!
Riba haram mas? Baca saja di Quran Surat Al Baqarah 275.. masak masih ngeyel pada aturan ALLAH?
Banyak orang yang testimoni mulai merasakan keajaiban di level ini, ketika sudah mantab meninggalkan riba maka satu demi satu keajaiban datang! Ini seperti bukti dari hadist ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400]
3. SIAP KEHILANGAN!
Kehilangan apa? Kehilangan benda-benda yang selama ini membuat tersandera!
Gini, utang dengan jaminan SK itu hanya akan lunas di waktu yang telah ditentukan. Pihak pemberi utang tenang, karena ada jaminan dari tempat kerja bahwa tiap bulan gaji otomatis terpotong, gak ada kredit macet.. dan PASTI UNTUNG! Kalau berhutang dengan jadwal waktu 5 tahun, padahal baru setahun sudah terasa begitu sesak di dada, bagaimana cara memblokir yang 4 tahun tersisa?
Hanya satu pilihan.. lunasi pokoknya, tebass langsung!
Uang dari mana mas? Ya jual asset salah satu cara tercepat!
Punya motor? Jual aja..
Punya mobil? Jual aja..
Punya tanah? Jual aja..
Punya rumah? Jual aja..
Hasil penjualan 100% untuk bayar utang! Kalaupun nombok gak banyak-banyak amat laaah..
"Jual barang dan asset itu gak gampang mas? Susah cari pembeli! Berbulan-bulan iklan gak laku-laku juga!"
Mmmm.. pakai ilmu manusia sih! Pakai ilmunya ALLAH dong yang diajarkan Nabi!
Apa itu? SEDEKAH DI DEPAN!
Niatnya diganti, bukan begini:
"Kalau rumah saya laku, saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim!"
Tapi begini:
"Saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim, agar ALLAH ridho dan memberikan jalan keluar. Mengirimkan pembeli yang cocok yang akan membeli asset saya"
Tuh begitu... ada buktinya kalo itu manjur?
Sepanjang saya seminar "Kembali Ke Titik Nol" di berbagai kota, buanyak yang ngasih testimoni setelah asset mereka terjual setelah rutin ngasih makan anak-anak yatim dan duafa! Masak gak percaya sama ilmu yang diajarkan Nabi sih?
4. CARI PENDAPATAN LAIN YANG HALAL!
Sambil proses menjual asset, gak usah malu untuk ngobyek di luar jam kerja asal itu halal! Nyambi jadi driver ojek online boleeeh! Lepaskan itu seragam PNS, ganti jaket warna warni. Halal kok.. angkut!
Mau jualan? Gak dilarang.. belajar jualan online, dari jilbab, flaskdisk, casing HP, sambel kemasan, madu, obat herbal, apapun itulah.. pokoknya asal halal ya sikat! Kumpulkan uangnya untuk membayar pokok utang!
5. UBAH GAYA HIDUP!
Gak usah gampang panasss ketika teman sekantor pada pamer limit kartu kredit, pamer mobil baru, pamer motor baru, pamer laptop baru, apalagi cuman HP baru... haaaalaah, makplenyik lah itu!
Pokoknya "madep mantep" utang lunas! Fokuuusss jangan gampang panas!
6. MINTA DOA ORANG TUA
Mereka yang melahirkan dan membesarkanmu, cium tangan bahkan kaki mereka agar ALLAH makin ridho.. minta doa dari mereka agar bisa makin kuat menghadapi jeratan utang itu.
Daaaaan... jika moment mengharukan itu datang, engkau bisa membebaskan SK mu, jangan pernah lagi menyekolahkannya.. mulailah hidup hemat dan tertib dalam mengelola keuangan keluarga. Yakin deh, ketika hati tenang, pikiran lapang, itu semua potensi diri dan kreativitas bakal keluarrrr! Energi kebaikan akan berlipat-lipat, dan rejeki akan datang lagi lebih berkah dan lebih banyak...
Janji ALLAH:
"Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.." [QS An Nisa:100]
Selamat berjuang kawan! Kelak engkau jadi PNS sungguhan.. Pengen Nambahi Sedekah!
Sedekahnya jadi buanyak! Karena rejeki terus datang berlipat-lipat..
Salam lunas!
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
SISTEM MANAJEMEN MODAL BISNIS KULINER
SISTEM MANAJEMEN MODAL BISNIS KULINER
Bagi yang mau bisnis kuliner rumah makan atau warung makan banyak yang belum tau cara mengatur perputaran modalnya. Berikut saya kasih beberapa contoh sistem yang pernah saya lakukan juga kawan-kawan lain lakukan, silahkan dicontoh mana yang paling cocok untukmu.
1. SISTEM PUTAR TERUS
Misal punya warung makan dengan target omzet 3 juta perhari, rata-rata margin bisa 100% (modal bahan baku 50% nya) maka yang dilakukan: modal awal 1,5 juta untuk bahan baku, selanjutnya di hari-hari berikutnya selalu menyisihkan uang minimal 1,5 dari omzet untuk beli bahan baku, jika omzet naik maka dinaikan biaya belanjanya. Omzet dikumpulkan di satu rekening, putar terusss sampai nanti akhir bulan tersisa uang berapa, dikurangi biaya sewa tabungan tempat dan gaji karyawan, sisanya itulah profit bersih dalam sebulan.
2. SISTEM POTONG DI DEPAN
Ada beberapa rumah makan yang sudah punya perhitungan rata-rata profit bersih sehari adalah 20% dari total omzet, maka mereka langsung menyisihkan 20% tanpa ampun tiap tutup buku harian, 80% diputar terusss untuk modal bahan baku, naik turun tidak masalah. Misal begini:
Tanggal 1, omzet 2 juta, 20% nya 400 ribu langsung sisihkan ke rekening khusus.
Tanggal 2, omzet 2,5 juta, 20% nya 500 ribu langsung tabung ke rekening khusus.
Tanggal 3, omzet 2,3 juta, 20% nya 460 ribu langsung disimpan
Begitu seterusnya sampai sebulan..
Naah uang yang terkumpul itulah profit dalam 1 bulan, ternyata sisa modal kurang untuk gaji karyawan, maka bisa diambil dari simpanan itu. Begitu juga dengan tabungan sewa tempat.
3. SISTEM MODAL TETAP
Dari awal bukan sudah ditetapkan modal uang senilai 1 kali omzet ditahan. Misal omzet harian ingin 4 juta, maka sejak awal sudah disiapkan dana 4 juta yang diputar untuk modal bahan baku, dana itu tidak bisa diambil.. misal omzet harian misal 5 juta, maka diambil dulu untuk menggenapi modal awal 4 juta, (sisa bahan baku diperkirakan dihitung di dapur dan dinominalkan), sisanya baru ditabung. Bisa tuh omzet 5 juta, setelah dikurangi modal tetap nabung 1,5 juta/hari.
Setelah satu bulan ditotal, dikurangi gaji karyawan dan tabungan sewa tempat, itulah profit bersih.
Berapa harus menabung untuk sewa tempat dalam sebulan?
Gampaaang... misal sewa tempat setahun 50 juta, maka dibagi 12 bulan, jadinya tiap bulan wajib nabung 4,2 juta.. tidak boleh diotak atik agar tahun depan waktu perpanjang tempat dana sudah tersedia!
Nyimpen dana di bank untuk perputaran uang usaha boleh nggak mas?
Boleh kok.. karena akadnya jasa, kalo mau yang bersih tanpa bunga bisa ke bank syariah, ada tabungan wadiah tanpa bunga..
Bagi yang mau bisnis kuliner rumah makan atau warung makan banyak yang belum tau cara mengatur perputaran modalnya. Berikut saya kasih beberapa contoh sistem yang pernah saya lakukan juga kawan-kawan lain lakukan, silahkan dicontoh mana yang paling cocok untukmu.
1. SISTEM PUTAR TERUS
Misal punya warung makan dengan target omzet 3 juta perhari, rata-rata margin bisa 100% (modal bahan baku 50% nya) maka yang dilakukan: modal awal 1,5 juta untuk bahan baku, selanjutnya di hari-hari berikutnya selalu menyisihkan uang minimal 1,5 dari omzet untuk beli bahan baku, jika omzet naik maka dinaikan biaya belanjanya. Omzet dikumpulkan di satu rekening, putar terusss sampai nanti akhir bulan tersisa uang berapa, dikurangi biaya sewa tabungan tempat dan gaji karyawan, sisanya itulah profit bersih dalam sebulan.
2. SISTEM POTONG DI DEPAN
Ada beberapa rumah makan yang sudah punya perhitungan rata-rata profit bersih sehari adalah 20% dari total omzet, maka mereka langsung menyisihkan 20% tanpa ampun tiap tutup buku harian, 80% diputar terusss untuk modal bahan baku, naik turun tidak masalah. Misal begini:
Tanggal 1, omzet 2 juta, 20% nya 400 ribu langsung sisihkan ke rekening khusus.
Tanggal 2, omzet 2,5 juta, 20% nya 500 ribu langsung tabung ke rekening khusus.
Tanggal 3, omzet 2,3 juta, 20% nya 460 ribu langsung disimpan
Begitu seterusnya sampai sebulan..
Naah uang yang terkumpul itulah profit dalam 1 bulan, ternyata sisa modal kurang untuk gaji karyawan, maka bisa diambil dari simpanan itu. Begitu juga dengan tabungan sewa tempat.
3. SISTEM MODAL TETAP
Dari awal bukan sudah ditetapkan modal uang senilai 1 kali omzet ditahan. Misal omzet harian ingin 4 juta, maka sejak awal sudah disiapkan dana 4 juta yang diputar untuk modal bahan baku, dana itu tidak bisa diambil.. misal omzet harian misal 5 juta, maka diambil dulu untuk menggenapi modal awal 4 juta, (sisa bahan baku diperkirakan dihitung di dapur dan dinominalkan), sisanya baru ditabung. Bisa tuh omzet 5 juta, setelah dikurangi modal tetap nabung 1,5 juta/hari.
Setelah satu bulan ditotal, dikurangi gaji karyawan dan tabungan sewa tempat, itulah profit bersih.
Berapa harus menabung untuk sewa tempat dalam sebulan?
Gampaaang... misal sewa tempat setahun 50 juta, maka dibagi 12 bulan, jadinya tiap bulan wajib nabung 4,2 juta.. tidak boleh diotak atik agar tahun depan waktu perpanjang tempat dana sudah tersedia!
Nyimpen dana di bank untuk perputaran uang usaha boleh nggak mas?
Boleh kok.. karena akadnya jasa, kalo mau yang bersih tanpa bunga bisa ke bank syariah, ada tabungan wadiah tanpa bunga..
BERIKAN YANG BEDA, KONSUMENMU AKAN BAHAGIA..
BERIKAN YANG BEDA, KONSUMENMU AKAN BAHAGIA..
Lihat video di bawah ini, seorang pemuda Zimbabwe yang tampil beda ketika berjualan asongan di jalanan. Ketika yang lain tampil dengan baju seadanya, Farai justru memakai baju yang rapi bahkan kadang warna warni mencolok mata. Hal tersebut membuat dia mudah dikenali oleh langganannya, dan membuat yang lain jadi berminat membeli dagangannya..
Bagaimana dengan usahamu? Apakah sudah punya pembeda dibanding lainnya? Kalau belum berarti ada PR yang harus kamu kerjakan agar memiliki keunikan dan gampang diingat..
Tahun 2005 ketika saya membuka usaha Kedai Digital, entah darimana saya membuat tagline yang gampang diingat bahkan terus dipakai sampai hari ini.. apa itu?
"Bikin Mug Satoe Sadja!"
Kata kawan-kawan saya begitu mengena walaupun singkat dan sederhana. Bahkan ada yang memelesetkan jadi "Bikin Mug, Saptu Sadja!" Hehe.. maksudnya kalo mau bikin mug bisa ke tempat Saptu!
Wiss sak karepmu, sik penting payu..
Hanya itu? Enggak lah.. kita harus belajar empati pada konsumen kita walaupun sederhana. Satu ketika saya sedang duduk di depan salah satu Kedai Digital di Jogja. Ada seorang konsumen yang selesai memesan mug terus di parkiran mau mengambil motor. Mug itu dibungkus tas kertas, lalu digantungkan di stang motornya. Konsumen itu seorang wanita dengan rok panjang berjilbab, ketika dia melangkah naik motor rok panjangnya nyangkut di footstep motor, sehingga motor menjadi tidak imbang dan miring ke samping. Nyarisss jatuh tapi kakinya bisa menahannya, namun mug yang masih anget itu meluncurrrr muluss ke aspal jalan.. mak pyarrrrr!! Pecah berderai-derai.. terhempas menyesakkan.. hiks!
Saya dengan gaya sok melayani langsung mengambil mug itu, dan berkata:
"Tenang mbak, kami akan ganti.. tunggu sebentar yaa, parkir lagi motornya.."
"Lho mas, itu kan saya yang salah.. "
"Tidak ada yang salah mbak, ini musibah.."
Wuik! Kayak tebar pesona.. gak usah bayangin saya sambil nyisir rambut samping pakai jari kayak film India..
Rugi? Enggak kok..
Kedai saya gak rugi, karena harga jual mug dengan cetak digital 2 kali lipat dari bahan baku.
Hanya saja tidak untung waktu itu, tapi gak masalah.. mbak yang nyaris jatuh itu akan bercerita kepada kawan-kawan kosnya, kalau mau bikin mug di Kedai Digital saja, sudah bagus, masnya yang jaga parkiran juga baik hati.. tuh, gak penting jabatan buat saya.. hehehe
Promosi gratiss dari mulut ke mulut dari konsumen itu muahaal harganya! Mereka hanya merekomendasikan produk yang bener-bener memuaskan mereka!
Belum lama ada yang komplain di facebook Tengkleng Hohah,
"Kecewa makan disana, tengklengnya kurang pedas! Gak sesuai yang diiklankan.."
Saya langsung menjawabnya dengan komentar santai..
"Mas, kadar kepedesan lidah orang berbeda-beda, kalau mau nambah cabe gratisss walaupun cabe sangat mahal.. lain kali jika kurang pedas langsung ngomong ke kokinya, mau ambil sendiri potongan cabe ke dapur juga boleeh.. monggooo!"
Jawaban sederhana, namun konsumen merasa bahwa ada yang peduli dengan keluhannya..
Silahkan dicoba bikin konsumen istimewa, mereka akan ingat padamu selamanya..
Salam,
@Saptuari
Lihat video di bawah ini, seorang pemuda Zimbabwe yang tampil beda ketika berjualan asongan di jalanan. Ketika yang lain tampil dengan baju seadanya, Farai justru memakai baju yang rapi bahkan kadang warna warni mencolok mata. Hal tersebut membuat dia mudah dikenali oleh langganannya, dan membuat yang lain jadi berminat membeli dagangannya..
Bagaimana dengan usahamu? Apakah sudah punya pembeda dibanding lainnya? Kalau belum berarti ada PR yang harus kamu kerjakan agar memiliki keunikan dan gampang diingat..
Tahun 2005 ketika saya membuka usaha Kedai Digital, entah darimana saya membuat tagline yang gampang diingat bahkan terus dipakai sampai hari ini.. apa itu?
"Bikin Mug Satoe Sadja!"
Kata kawan-kawan saya begitu mengena walaupun singkat dan sederhana. Bahkan ada yang memelesetkan jadi "Bikin Mug, Saptu Sadja!" Hehe.. maksudnya kalo mau bikin mug bisa ke tempat Saptu!
Wiss sak karepmu, sik penting payu..
Hanya itu? Enggak lah.. kita harus belajar empati pada konsumen kita walaupun sederhana. Satu ketika saya sedang duduk di depan salah satu Kedai Digital di Jogja. Ada seorang konsumen yang selesai memesan mug terus di parkiran mau mengambil motor. Mug itu dibungkus tas kertas, lalu digantungkan di stang motornya. Konsumen itu seorang wanita dengan rok panjang berjilbab, ketika dia melangkah naik motor rok panjangnya nyangkut di footstep motor, sehingga motor menjadi tidak imbang dan miring ke samping. Nyarisss jatuh tapi kakinya bisa menahannya, namun mug yang masih anget itu meluncurrrr muluss ke aspal jalan.. mak pyarrrrr!! Pecah berderai-derai.. terhempas menyesakkan.. hiks!
Saya dengan gaya sok melayani langsung mengambil mug itu, dan berkata:
"Tenang mbak, kami akan ganti.. tunggu sebentar yaa, parkir lagi motornya.."
"Lho mas, itu kan saya yang salah.. "
"Tidak ada yang salah mbak, ini musibah.."
Wuik! Kayak tebar pesona.. gak usah bayangin saya sambil nyisir rambut samping pakai jari kayak film India..
Rugi? Enggak kok..
Kedai saya gak rugi, karena harga jual mug dengan cetak digital 2 kali lipat dari bahan baku.
Hanya saja tidak untung waktu itu, tapi gak masalah.. mbak yang nyaris jatuh itu akan bercerita kepada kawan-kawan kosnya, kalau mau bikin mug di Kedai Digital saja, sudah bagus, masnya yang jaga parkiran juga baik hati.. tuh, gak penting jabatan buat saya.. hehehe
Promosi gratiss dari mulut ke mulut dari konsumen itu muahaal harganya! Mereka hanya merekomendasikan produk yang bener-bener memuaskan mereka!
Belum lama ada yang komplain di facebook Tengkleng Hohah,
"Kecewa makan disana, tengklengnya kurang pedas! Gak sesuai yang diiklankan.."
Saya langsung menjawabnya dengan komentar santai..
"Mas, kadar kepedesan lidah orang berbeda-beda, kalau mau nambah cabe gratisss walaupun cabe sangat mahal.. lain kali jika kurang pedas langsung ngomong ke kokinya, mau ambil sendiri potongan cabe ke dapur juga boleeh.. monggooo!"
Jawaban sederhana, namun konsumen merasa bahwa ada yang peduli dengan keluhannya..
Silahkan dicoba bikin konsumen istimewa, mereka akan ingat padamu selamanya..
Salam,
@Saptuari
KALKULATOR ALLAH BERBEDA DENGAN MANUSIA!
MasyaAllah ternyata sudah 1 tahun tinggal dirumah ini. Berawal dari resolusi 2016 kami untuk bebas dari riba. Berawal dari buku Kembali Ke Titik Nol mas Saptuari Sugiharto. Akhirnya kami memilih untuk meninggalkan.
Perjalanan ini tidaklah mudah. Berat. Capek. Lelah. Tapi seperti kata mas Rendy Saputra, bisnis itu memang capek. Makanya hanya orang yang punya energi besar saja yang akan bertahan. Subhanallah...
Kami telah meninggalkan zona nyaman kami. Kami telah memutuskan bersama bahwa Allah diatas segalaNya. Maka kami harus menjahui segala bentuk riba.
Riba itu menyengsarakan kawan...
Balasan riba tidak hanya terlihat di akherat saja tapi juga di dunia. Lihat saja bagaimana orang yang terlibat riba pada akhirnya menuai kebangkrutan. Sakit yang tak kunjung sembuh dan uang habis untuk berobat. Rumah tangga yang kacau balau. Angka bunuh diri yang makin besar karena terlilit hutang. Merasa kaya tapi ternyata hati tidak pernah tenang. Semua kacau.
Subhanallah... Sungguh sudah banyak contoh yang diperlihatkan Allah kepada kita, apakah tidak kunjung terbuka hati kita untuk meninggalkan?
Saya dan suami 1 tahun yg lalu pun juga begitu. Pasrah. Kami pasrahkan semuaNya pada Allah. Skenario Allah pasti lebih baik dari skenario kita.
Ketika kami meninggalkan segala bentuk riba mulai dari asuransi, kartu kredit, berusaha keras melunasi rumah pertama yang kami angsur dengan KPR. Kerugian demi kerugian kami rasakan. Berat sekali masa masa itu.
Tapi ingat teman, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. MasyaAllah... Ternyata Allah mengamanahi kami dengan rumah yg menurut kami jauh lebih bagus dari rumah pertama kami.
Dan kami membeli tanpa melalui bank. Kami bisa punya rumah dengan cash bertahap.
Penghasilan bulanan kami naik lebih dari 100% dari penghasilan kami ketika beriba.
Siapa yg bisa menyangka? Kami pun tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Tapi kami percaya...
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)
Bahagia itu ternyata tidak harus punya segala hal, tapi bahagia itu adalah mensyukuri segala hal yang kita punya.
Untukmu yang masih berjuang bebas dari riba. Selamat berjuang kawan. Never give up. Ingat janji Allah itu pasti. Pasti akan menjadi manis pada akhirnya.
Bangkit dari keterpurukan dan ayoo berusaha dengan maksimal lagi. Hasilnya serahkan semua pada Allah.
Man jadda wajada...
Demi hidup yang lebih baik lagi maka tinggalkan segala bentuk riba dalam hidup kita.
Update your life,
Tri Widayanti
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Perjalanan ini tidaklah mudah. Berat. Capek. Lelah. Tapi seperti kata mas Rendy Saputra, bisnis itu memang capek. Makanya hanya orang yang punya energi besar saja yang akan bertahan. Subhanallah...
Kami telah meninggalkan zona nyaman kami. Kami telah memutuskan bersama bahwa Allah diatas segalaNya. Maka kami harus menjahui segala bentuk riba.
Riba itu menyengsarakan kawan...
Balasan riba tidak hanya terlihat di akherat saja tapi juga di dunia. Lihat saja bagaimana orang yang terlibat riba pada akhirnya menuai kebangkrutan. Sakit yang tak kunjung sembuh dan uang habis untuk berobat. Rumah tangga yang kacau balau. Angka bunuh diri yang makin besar karena terlilit hutang. Merasa kaya tapi ternyata hati tidak pernah tenang. Semua kacau.
Subhanallah... Sungguh sudah banyak contoh yang diperlihatkan Allah kepada kita, apakah tidak kunjung terbuka hati kita untuk meninggalkan?
Saya dan suami 1 tahun yg lalu pun juga begitu. Pasrah. Kami pasrahkan semuaNya pada Allah. Skenario Allah pasti lebih baik dari skenario kita.
Ketika kami meninggalkan segala bentuk riba mulai dari asuransi, kartu kredit, berusaha keras melunasi rumah pertama yang kami angsur dengan KPR. Kerugian demi kerugian kami rasakan. Berat sekali masa masa itu.
Tapi ingat teman, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. MasyaAllah... Ternyata Allah mengamanahi kami dengan rumah yg menurut kami jauh lebih bagus dari rumah pertama kami.
Dan kami membeli tanpa melalui bank. Kami bisa punya rumah dengan cash bertahap.
Penghasilan bulanan kami naik lebih dari 100% dari penghasilan kami ketika beriba.
Siapa yg bisa menyangka? Kami pun tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Tapi kami percaya...
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)
Bahagia itu ternyata tidak harus punya segala hal, tapi bahagia itu adalah mensyukuri segala hal yang kita punya.
Untukmu yang masih berjuang bebas dari riba. Selamat berjuang kawan. Never give up. Ingat janji Allah itu pasti. Pasti akan menjadi manis pada akhirnya.
Bangkit dari keterpurukan dan ayoo berusaha dengan maksimal lagi. Hasilnya serahkan semua pada Allah.
Man jadda wajada...
Demi hidup yang lebih baik lagi maka tinggalkan segala bentuk riba dalam hidup kita.
Update your life,
Tri Widayanti
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Manfaatkan Waktu Untuk Usaha Hasilnya Luar Biasa!
TENTARA-PRENUER DARI BOGOR, MANFAATKAN WAKTU UNTUK USAHA HASILNYA LUAR BIASA!
Tuh kan! Buat orang yang pintar mengatur waktu dan berbisnis disela pekerjaan utama pasti selalu ada jalan untuk menjemput rejeki.
Nih ada Praka Nur Khosim, seorang tentara angkatan darat yang tugas di Bogor bisa lho punya usaha sendiri walaupun dari rumah. Di luar jam tugasnya dari jam 7 pagi sampai setengah 3 sore, dia manfaatkan waktu untuk memproduksi bandeng presto dengan merek BANDENG PERAJURIT! Kemasannya menarik dengan warna loreng tentara.. wuik!
Belum ada setahun dia berbisnis ini, semua dikerjakan sendiri memilih bandeng di suppliyer, memprosesnya jadi presto, hingga menjual dibantu istrinya mbak Tya yang sehari-hari kerja di rumah sakit, daaaan dalam sebulan mereka bisa menjual lebih dari 100 kilogram bandeng presto dengan omzet lebih dari 12 juta rupiah, waah lebih besar dari gaji tentara hehe..
Promosi mereka lakukan dengan sosial media facebook dan instagram, setiap pulang kerja bergantian mereka mengirimkan pesanan. Seru ya bisnis bareng suami istri! Bisa kompakan bareng, menghasilkan duit lagi..
Mas Nur Khosim ini juga bergabung dengan gerakan Pasukan Sedekah Nasi Bungkus, bagi-bagi nasi bungkus tiap hari jumat di Bogor, dari dulu hanya puluhan bungkus, sekarang sudah lebih dari 500an bungkus selalu mereka bagi kepada para duafa, tukang parkir, petugas kebersihan, anak yatim, dan siapapun yang membutuhkan nasi hari itu. Tentara ini juga bergabung di #SedekahRombongan Bogor sebagai kurir relawan yang dampingi pasien.
Hidup memang harus begitu jika ingin berarti.. bertanggungjawab pada keluarga, tidak meninggalkan tugas utama, juga bermanfaat untuk sesama. Lebih keren lagi mereka berkomitmen untuk hidup tanpa riba. Semua tawaran pinjaman mereka tolak, bahkan SK tentaranya tersimpan rapi di rumah, tidak tergadai...
Yang mau pesen BANDENG PRESTO PERAJURIT bisa kontak mas Nur Khosim dan mbak Tya di: 085716888973 siap dikirim ke seluruh Indonesia, harga perkemasannya hanya 19.500 saja, merekapun membuka reseller di manapun yang berminat, Facebooknya di: Bandeng Presto Prajurit.
Sipp! Siapa lagi yang mau action punya usaha sendiri walaupun dari rumah?
Kuncinya satu... PANDAI MEMBAGI WAKTU! Tunda semua kesenangan.. kejarrrr semua impian dengan cara yang halal..
Salam eksien!
@Saptuari
Tuh kan! Buat orang yang pintar mengatur waktu dan berbisnis disela pekerjaan utama pasti selalu ada jalan untuk menjemput rejeki.
Nih ada Praka Nur Khosim, seorang tentara angkatan darat yang tugas di Bogor bisa lho punya usaha sendiri walaupun dari rumah. Di luar jam tugasnya dari jam 7 pagi sampai setengah 3 sore, dia manfaatkan waktu untuk memproduksi bandeng presto dengan merek BANDENG PERAJURIT! Kemasannya menarik dengan warna loreng tentara.. wuik!
Belum ada setahun dia berbisnis ini, semua dikerjakan sendiri memilih bandeng di suppliyer, memprosesnya jadi presto, hingga menjual dibantu istrinya mbak Tya yang sehari-hari kerja di rumah sakit, daaaan dalam sebulan mereka bisa menjual lebih dari 100 kilogram bandeng presto dengan omzet lebih dari 12 juta rupiah, waah lebih besar dari gaji tentara hehe..
Promosi mereka lakukan dengan sosial media facebook dan instagram, setiap pulang kerja bergantian mereka mengirimkan pesanan. Seru ya bisnis bareng suami istri! Bisa kompakan bareng, menghasilkan duit lagi..
Mas Nur Khosim ini juga bergabung dengan gerakan Pasukan Sedekah Nasi Bungkus, bagi-bagi nasi bungkus tiap hari jumat di Bogor, dari dulu hanya puluhan bungkus, sekarang sudah lebih dari 500an bungkus selalu mereka bagi kepada para duafa, tukang parkir, petugas kebersihan, anak yatim, dan siapapun yang membutuhkan nasi hari itu. Tentara ini juga bergabung di #SedekahRombongan Bogor sebagai kurir relawan yang dampingi pasien.
Hidup memang harus begitu jika ingin berarti.. bertanggungjawab pada keluarga, tidak meninggalkan tugas utama, juga bermanfaat untuk sesama. Lebih keren lagi mereka berkomitmen untuk hidup tanpa riba. Semua tawaran pinjaman mereka tolak, bahkan SK tentaranya tersimpan rapi di rumah, tidak tergadai...
Yang mau pesen BANDENG PRESTO PERAJURIT bisa kontak mas Nur Khosim dan mbak Tya di: 085716888973 siap dikirim ke seluruh Indonesia, harga perkemasannya hanya 19.500 saja, merekapun membuka reseller di manapun yang berminat, Facebooknya di: Bandeng Presto Prajurit.
Sipp! Siapa lagi yang mau action punya usaha sendiri walaupun dari rumah?
Kuncinya satu... PANDAI MEMBAGI WAKTU! Tunda semua kesenangan.. kejarrrr semua impian dengan cara yang halal..
Salam eksien!
@Saptuari
RENUNGAN JUMAT, LARANGAN JELAS TAPI MASIH DIEMBAT, KAPAN MAU TAUBAT?
RENUNGAN JUMAT, LARANGAN JELAS TAPI MASIH DIEMBAT, KAPAN MAU TAUBAT?
Dalam agama Islam sesuatu yang haram dan halal itu sudah dipisahkan jelas, hitam atau putih bukan abu-abu, dibolehkan atau dilarang bukan sak maumu... patuh dan tinggalkan atau ada hukuman dari Tuhan.
Contoh yang jelas-jelas di haramkan,
BABI...
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi.... "
[QS Al Maidah 3]
Sebagai orang yang patuh dan taat kita pasti berusaha keras tidak makan daging walaupun dimasak dengan bumbu terlezat, dibakar hingga asapnya harum menyebar. Dan larangan itu terbukti, ternyata babi adalah penyebar virus flu babi "H1N1" yang dapat menular dari manusia ke manusia melalui udara. Daging babi juga mengandung cacing pita yang berbahaya, video di youtube ada yang mencoba sepotong daging babi yang disiram dengan minuman soda, dalam beberapa waktu cacing-cacing itu keluar dari daging itu... hiiii!!
KHAMR.. "
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan..."
[QS Al Maidah 90]
Nabi pun menambahkan dalam hadist:
"Setiap yang memabukkan itu khamr, dan setiap yang memabukkan itu haram..." HR Muslim
Masih nekat dan ngeyel? Melawan aturan ALLAH, dan kita disuguhkan berita-berita ini:
"Korban miras oplosan meninggal 15 orang dengan mulut berbuih.."
"Pasien gagal ginjal berusia muda bertambah karena gaya hidup, mereka terbukti biasa meminum minuman keras sehingga merusak sistem ginjal, dalam seminggu pasien harus cuci darah untuk bertahan hidup"
"Seorang pilot maskapai XXX terbukti dalam kondisi mabuk ketika akan menerbangkan pesawat dari Surabaya ke Jakarta"
Dan berikutnya kita melihat nasib naas si pilot, gara-gara sesuatu yang memabukkan langsung amblas hidupnya.. dipecat dari maskapai itu, lisensi terbang dicabut seumur hidup, dia gak boleh lagi menerbangkan pesawat selamanya selama masih bernafas, hilang gaji 60-70 juta/bulan, harga diri dan nama baik ludess, dan berikutnya adalah video dia nangis-nangis usai diperiksa oleh polisi...
haram, dilarang, nekat? Itu konsekuensinya..
RIBA...
"Orang-orang yang memakan RIBA tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan RIBA. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan MENGHARAMKAN RIBA. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
[QS. Al-Baqarah: Ayat 275]
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Jadi kalau masih ada yang ngeyel suka mainan riba, memperbanyak harta dari riba, hobinya ngutang kesana-sini demi kelihatan kaya dan gengsi. Beli sesuatu padahal dia sebenarnya belum mampu, semua yang dimilikinya adalah cicilan dan cicilan dengan bunga berbunga, endingnya bisa ditebak.. hidup gelisah siang dan malam karena utang, hancur lebur dalam kehinaan yang memalukan..
Sebagai seorang muslim kita begitu kuat dan mampu untuk menghindari babi dan khamr, harusnya kita juga mampu menolak keras semua tawaran riba yang hadir di depan mata..
ngeRIBAnget hukumnya..
tinggalkan, atau ALLAH hancurkan..
makjleb!!
@Saptuari
Dalam agama Islam sesuatu yang haram dan halal itu sudah dipisahkan jelas, hitam atau putih bukan abu-abu, dibolehkan atau dilarang bukan sak maumu... patuh dan tinggalkan atau ada hukuman dari Tuhan.
Contoh yang jelas-jelas di haramkan,
BABI...
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi.... "
[QS Al Maidah 3]
Sebagai orang yang patuh dan taat kita pasti berusaha keras tidak makan daging walaupun dimasak dengan bumbu terlezat, dibakar hingga asapnya harum menyebar. Dan larangan itu terbukti, ternyata babi adalah penyebar virus flu babi "H1N1" yang dapat menular dari manusia ke manusia melalui udara. Daging babi juga mengandung cacing pita yang berbahaya, video di youtube ada yang mencoba sepotong daging babi yang disiram dengan minuman soda, dalam beberapa waktu cacing-cacing itu keluar dari daging itu... hiiii!!
KHAMR.. "
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan..."
[QS Al Maidah 90]
Nabi pun menambahkan dalam hadist:
"Setiap yang memabukkan itu khamr, dan setiap yang memabukkan itu haram..." HR Muslim
Masih nekat dan ngeyel? Melawan aturan ALLAH, dan kita disuguhkan berita-berita ini:
"Korban miras oplosan meninggal 15 orang dengan mulut berbuih.."
"Pasien gagal ginjal berusia muda bertambah karena gaya hidup, mereka terbukti biasa meminum minuman keras sehingga merusak sistem ginjal, dalam seminggu pasien harus cuci darah untuk bertahan hidup"
"Seorang pilot maskapai XXX terbukti dalam kondisi mabuk ketika akan menerbangkan pesawat dari Surabaya ke Jakarta"
Dan berikutnya kita melihat nasib naas si pilot, gara-gara sesuatu yang memabukkan langsung amblas hidupnya.. dipecat dari maskapai itu, lisensi terbang dicabut seumur hidup, dia gak boleh lagi menerbangkan pesawat selamanya selama masih bernafas, hilang gaji 60-70 juta/bulan, harga diri dan nama baik ludess, dan berikutnya adalah video dia nangis-nangis usai diperiksa oleh polisi...
haram, dilarang, nekat? Itu konsekuensinya..
RIBA...
"Orang-orang yang memakan RIBA tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan RIBA. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan MENGHARAMKAN RIBA. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
[QS. Al-Baqarah: Ayat 275]
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Jadi kalau masih ada yang ngeyel suka mainan riba, memperbanyak harta dari riba, hobinya ngutang kesana-sini demi kelihatan kaya dan gengsi. Beli sesuatu padahal dia sebenarnya belum mampu, semua yang dimilikinya adalah cicilan dan cicilan dengan bunga berbunga, endingnya bisa ditebak.. hidup gelisah siang dan malam karena utang, hancur lebur dalam kehinaan yang memalukan..
Sebagai seorang muslim kita begitu kuat dan mampu untuk menghindari babi dan khamr, harusnya kita juga mampu menolak keras semua tawaran riba yang hadir di depan mata..
ngeRIBAnget hukumnya..
tinggalkan, atau ALLAH hancurkan..
makjleb!!
@Saptuari
Senyumnya Bisa Lebar Sekali
Senyumnya Bisa Lebar Sekali!
Catatan dari seminar "Kembali Ke Titik Nol" Sidoarjo
Usai seminar di Sidoarjo 8 Januari lalu saya sempatkan untuk menandatangi buku-buku yang dimiliki para peserta. Semua saya urek-urek, entah siapa dulu yang memulai kalau buku rasanya lebih afdol jika ada tandatangan penulisnya. Dari sekian banyak yang mengantri saya sekilas melihat mbak ini sambil membawa dua buku saya, ketika antriannya diduluin yang lain dia santai saja, malah kayaknya sengaja biar dapat urek-urek paling akhir..
Aaah benar kan, ketika sudah paling akhir dia menyodorkan dua buku "Kembali Ke Titik Nol" dan "Berani Jadi Taubaters" untuk saya urek-urek, sambil ngomong begini..
"Lihat nih mas.. senyum dan tertawaku sekarang lebarrr benerr tanpa beban.. lah piye, wiss gak nduwe utang kok!"
Oooo.. pantesss, baru tau saya, kalau lebar tidaknya sebuah senyuman bisa dipengaruhi oleh kadar utang yang dimiliki seseorang hehe..
Sambil ngurek-ngurek buku kami pun berbincang lebih lanjut..
"Mas, saya memang sudah selesai semua utang dimanapun, dan saya pengen ngajak saudara dan kawan-kawan saya juga untuk hijrah, tanggapannya ada yang malah nyakitin hati ya mas, saya di unfriend, diremove, diblok dan diunfollow mereka.." lanjutnya
"Gakpapa mbak... yang penting dirimu tidak 'diunfriend' oleh ALLAH, tidak diremove dari keberkahan ALLAH, tidak diblok dari rejekinya ALLAH, tidak diunfollow oleh malaikat-malaikatnya ALLAH.... amaaan deh!" Jawab saya
"Eh.. gitu ya mas! Bener juga yaaa.. padahal niat saya baik ya mas, kenapa mereka gak mau diajak dalam kebaikan ya?"
"Karena hidayah itu hak mutlaknya ALLAH mbak, kita gak punya kuasa apapun untuk merubah hatinya jika ALLAH belum berkehendak.. mereka masih suka hidup dari utang dan riba karena mungkin tuntutan gaya hidup saat ini begitu memaksa, langsung dijejeli ayat dan hadist tentang riba bisa muntah mereka, setan bermain manasin otak untuk berontak, menutup telinga dan mengeraskan hati.. lagi enak-enaknya punya mobil dan rumah baru hasil ngutang langsung ditebasss begitu, ya sakitt lah hehe.. tapi bagi orang yang ALLAH kehendaki dapat hidayah, hatinya akan lembut, terbuka menerima kebaikan itu, dan mereka dengan ikhlas akan ikutan hijrah seperti kawan-kawan lainnya.."
"Mmmm.. padahal saya tau kondisi mereka lho mas, apa gak capek hidup ngutang kesana-sini, bahkan berkali-kali saya ditembungi, sekali menasehati saya malah dimusuhi.. apa yang bisa saya lakukan ya mas?"
"Doakan mbak.. tujukan buat orang itu, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu" tembakin terus ke dia, minta sama ALLAH untuk membalikkan hatinya agar dia sadar bahaya riba... biar ALLAH yang nanti mengatur prosesnya.. jangan pernah memaksa, jangan pernah memusuhi, jangan pernah merendahkan atau mencaci.. mengajak kebaikan juga harus dengan cara-cara yang baik, jangan sampai dia terluka sebelum terbuka hatinya... begituuu mbak! Udah yaa, pesawat saya jam 2 harus kembali ke Jogja.. "
Saya masih melihat senyum sumringahnya, begitu ya orang yang hidup tanpa utang dan riba.. senyum pun tak perlu ditahan, tinggal sekarang bekerja lagi menjemput rejeki yang halal, merubah gaya hidup, bisa kembali fokus ibadah tanpa terganggu telepon, sms atau ketukan pintu para penagih utang!
Masya ALLAH.... indahnya!
Kuncinya ini: beli jika mampu... jika belum mampu? sabaaarr..
Orang sabarrrr kelak rejekinya lebarrrr...
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Catatan dari seminar "Kembali Ke Titik Nol" Sidoarjo
Usai seminar di Sidoarjo 8 Januari lalu saya sempatkan untuk menandatangi buku-buku yang dimiliki para peserta. Semua saya urek-urek, entah siapa dulu yang memulai kalau buku rasanya lebih afdol jika ada tandatangan penulisnya. Dari sekian banyak yang mengantri saya sekilas melihat mbak ini sambil membawa dua buku saya, ketika antriannya diduluin yang lain dia santai saja, malah kayaknya sengaja biar dapat urek-urek paling akhir..
Aaah benar kan, ketika sudah paling akhir dia menyodorkan dua buku "Kembali Ke Titik Nol" dan "Berani Jadi Taubaters" untuk saya urek-urek, sambil ngomong begini..
"Lihat nih mas.. senyum dan tertawaku sekarang lebarrr benerr tanpa beban.. lah piye, wiss gak nduwe utang kok!"
Oooo.. pantesss, baru tau saya, kalau lebar tidaknya sebuah senyuman bisa dipengaruhi oleh kadar utang yang dimiliki seseorang hehe..
Sambil ngurek-ngurek buku kami pun berbincang lebih lanjut..
"Mas, saya memang sudah selesai semua utang dimanapun, dan saya pengen ngajak saudara dan kawan-kawan saya juga untuk hijrah, tanggapannya ada yang malah nyakitin hati ya mas, saya di unfriend, diremove, diblok dan diunfollow mereka.." lanjutnya
"Gakpapa mbak... yang penting dirimu tidak 'diunfriend' oleh ALLAH, tidak diremove dari keberkahan ALLAH, tidak diblok dari rejekinya ALLAH, tidak diunfollow oleh malaikat-malaikatnya ALLAH.... amaaan deh!" Jawab saya
"Eh.. gitu ya mas! Bener juga yaaa.. padahal niat saya baik ya mas, kenapa mereka gak mau diajak dalam kebaikan ya?"
"Karena hidayah itu hak mutlaknya ALLAH mbak, kita gak punya kuasa apapun untuk merubah hatinya jika ALLAH belum berkehendak.. mereka masih suka hidup dari utang dan riba karena mungkin tuntutan gaya hidup saat ini begitu memaksa, langsung dijejeli ayat dan hadist tentang riba bisa muntah mereka, setan bermain manasin otak untuk berontak, menutup telinga dan mengeraskan hati.. lagi enak-enaknya punya mobil dan rumah baru hasil ngutang langsung ditebasss begitu, ya sakitt lah hehe.. tapi bagi orang yang ALLAH kehendaki dapat hidayah, hatinya akan lembut, terbuka menerima kebaikan itu, dan mereka dengan ikhlas akan ikutan hijrah seperti kawan-kawan lainnya.."
"Mmmm.. padahal saya tau kondisi mereka lho mas, apa gak capek hidup ngutang kesana-sini, bahkan berkali-kali saya ditembungi, sekali menasehati saya malah dimusuhi.. apa yang bisa saya lakukan ya mas?"
"Doakan mbak.. tujukan buat orang itu, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu" tembakin terus ke dia, minta sama ALLAH untuk membalikkan hatinya agar dia sadar bahaya riba... biar ALLAH yang nanti mengatur prosesnya.. jangan pernah memaksa, jangan pernah memusuhi, jangan pernah merendahkan atau mencaci.. mengajak kebaikan juga harus dengan cara-cara yang baik, jangan sampai dia terluka sebelum terbuka hatinya... begituuu mbak! Udah yaa, pesawat saya jam 2 harus kembali ke Jogja.. "
Saya masih melihat senyum sumringahnya, begitu ya orang yang hidup tanpa utang dan riba.. senyum pun tak perlu ditahan, tinggal sekarang bekerja lagi menjemput rejeki yang halal, merubah gaya hidup, bisa kembali fokus ibadah tanpa terganggu telepon, sms atau ketukan pintu para penagih utang!
Masya ALLAH.... indahnya!
Kuncinya ini: beli jika mampu... jika belum mampu? sabaaarr..
Orang sabarrrr kelak rejekinya lebarrrr...
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Dua Buku Notes Saksi Kejaiban Ilahi..
DUA BUKU NOTES SAKSI KEJAIBAN ILAHI..
(Kisah dari seminar "Kembali Ke Titik Nol" Pontianak)
Ini salah satu keajaiban mereka yang berazzam (bercita-cita dengan sungguh-sunggah) bebas utang dan riba. Di level ini ALLAH sudah menunjukkan kekuasaanNya, bukannya semua kejadian di dunia ini atas kehendak ALLAH? Tidak ada yang kebetulan.. tidak ada yang kemungkinan..
Kisah Mas Zulverdi dan mbak Mila, pasangan suami istri di Pontianak yang sangaaat ingin bebas dari jeratan utang dan riba. Mereka membersihkan diri dari pekerjaan yang penuh dengan akad-akad riba setelah tau hukumnya dan konsekuensinya.
Mas Zul pernah bekerja sebagai kepala cabang kantor asuransi terkemuka, mbak Mila bekerja di dealer mobil bagian sales yang juga sangat dekat dengan transaksi riba. Gaji dan bonus puluhan juta biasa mereka terima, tapi anehnya uangnya gak pernah kumpul. Tiap dibuat usaha dalam waktu tiga atau empat bulan selalu bangkrut. Banyak halangan di keluarga mereka yang membuat harus selalu keluar uang banyak, sehingga penghasilan besar tapi mereka tidak pernah bisa menabung. Tumpukan utang makin bertambah di beberapa titik, gaji mereka tiap bulan ludes untuk bayar cicilan.
Bulan November 2015 mereka mengikuti seminar "Pengusaha Tanpa Riba" di Pontianak. Setelah dijelaskan detail hukum-hukum dan konsekuensi riba mereka diajak untuk berazzam dan menuliskannya kapan waktunya mereka akan bebas utang dan riba.
Dalam seminar itu tempat duduk peserta laki-laki dan perempuan dipisah, jadi selama seminar mereka berdua tidak bisa saling komunikasi. Ajaibnya.. tangan mereka seperti ditulis untuk menuliskan tanggal yang sama, begini tulisannya:
"Bismillahirahmanirrohim.. Alhamdulillah aku bersyukur padamu yaa ALLAH, karena ternyata Engkau telah menolongku, memudahkan urusan-urusanku, dan menguatkan langkah-langkahku.. sehingga pada tanggal 21 November 2016 utang-utangku lunas semua...
Ammiin"

Coba lihat dua kertas yang saya foto dari notes mereka berdua, tanpa janjian, tanpa komunikasi, tertulis angka yang sama.. 21 November!! Masya ALLAH... tidak ada yang kebetulan di dunia ini.
Setelah itu mereka mulai memantaskan diri di depan ALLAH, tidak lagi hanya fokus pada masalah diri sendiri, tapi mereka mewakafkan waktunya untuk orang lain. Mereka bergabung menjadi pengurus di pondok pesantren Munzalan Ashhabul Yamin bersama ustadz Luqmanul Hakim (penulis buku Mustahil Miskin), terlibat di proyek wakaf pembangunan masjid dan surau.
Ikhtiar lainnya, mereka menjual mobil leasing yang mereka pakai. Naik motor lagi gakpapa sambil mereka berbisnis Pancake Durian Pontianak yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Rumah mereka satu-satunya pun diputuskan untuk dijual agar sisa utang riba 200 an juta di beberapa titik segera terbayar. Selama proses itu mereka juga berikhtiar mencari rumah lainnya yang harganya lebih murah..
Apa yang terjadi?
Tanggal 9 November 2016, rumah mereka terjual cash senilai 700 juta. Dibayar lunas hari itu juga.. mereka langsung melunasi semua utang yang tersisa, membayari sebuah rumah yang luasnya hampir sama dengan rumah yang dijual dan harganya hanya 300 juta, sisa uangnya bisa untuk membeli mobil bekas yang layak pakai. Seperti sebuah alur yang dimudahkan oleh ALLAH..
"Engkau tinggalkan yang ALLAH benci, maka dapat ganti yang lebih baik. Kehilangan rumah yang bertahun-tahun ditempati, ikhlas karena ingin ridho ALLAH, diganti rumah yang luasnya hampir sama, malah jaraknya lebih dekat dengan tempat kerja, dan dapat membeli mobil lagi yang dulu telah dijual karena riba... dan yang paling penting, semua utangnya lunasss-nas!!" Tegas saya
"Begitulah mas, pernah satu malam kami berdua melihat dua catatan itu sampai menangis.. kami juga keheranan kenapa tanggalnya sama, dan benar janji ALLAH, 21 November lalu kami sudah bebas dari semua riba.. tiga bulan sudah kami hidup dalam ketenangan, rasanya legaaa sekali.." kata mas Zul
Luar biasa yaaa..
siapa yang menggerakkan tangan suami istri itu?
Siapa yang memudahkan proses setahun hijrah mereka?
Jawabannya di hadist ini,
Pesan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam:
"Barangsiapa ingin doanya terkabul dan kesulitannya teratasi, hendaklah dia MENOLONG ORANG yang dalam kesempitan" (HR Ahmad)
Mereka berdua memilih melayani anak yatim dan duafa di pondok pesantren itu, tidak egois terbelenggu memikirkan masalah mereka sendiri, maka ALLAH lah yang menyelesaikan masalah mereka.
Saat ini mas Zul menjadi Manager Teknik dan Development di Baitulmaal Muzakki dengan gerakan wakaf produktif, mbak Mila bergabung di tim Muslim Food Indonesia, yang mengedukasi umat Islam untuk menghindari makanan dan produk-produk yang haram dan subhat, sambil mereka terus berbisnis Pancake Durian Pontianak yang laris manis..
Bagaimana dengan dirimu?
Utang ribamu banyak?
Pengen sekali hijrah?
Buntu gak tau cara memulainya?
Ingin mendapat pertolongan ALLAH?
Kapan engkau akan mulai mewakafkan dirimu untuk membantu sesama?
Salam hijrah..
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
(Kisah dari seminar "Kembali Ke Titik Nol" Pontianak)
Ini salah satu keajaiban mereka yang berazzam (bercita-cita dengan sungguh-sunggah) bebas utang dan riba. Di level ini ALLAH sudah menunjukkan kekuasaanNya, bukannya semua kejadian di dunia ini atas kehendak ALLAH? Tidak ada yang kebetulan.. tidak ada yang kemungkinan..
Kisah Mas Zulverdi dan mbak Mila, pasangan suami istri di Pontianak yang sangaaat ingin bebas dari jeratan utang dan riba. Mereka membersihkan diri dari pekerjaan yang penuh dengan akad-akad riba setelah tau hukumnya dan konsekuensinya.
Mas Zul pernah bekerja sebagai kepala cabang kantor asuransi terkemuka, mbak Mila bekerja di dealer mobil bagian sales yang juga sangat dekat dengan transaksi riba. Gaji dan bonus puluhan juta biasa mereka terima, tapi anehnya uangnya gak pernah kumpul. Tiap dibuat usaha dalam waktu tiga atau empat bulan selalu bangkrut. Banyak halangan di keluarga mereka yang membuat harus selalu keluar uang banyak, sehingga penghasilan besar tapi mereka tidak pernah bisa menabung. Tumpukan utang makin bertambah di beberapa titik, gaji mereka tiap bulan ludes untuk bayar cicilan.
Bulan November 2015 mereka mengikuti seminar "Pengusaha Tanpa Riba" di Pontianak. Setelah dijelaskan detail hukum-hukum dan konsekuensi riba mereka diajak untuk berazzam dan menuliskannya kapan waktunya mereka akan bebas utang dan riba.
Dalam seminar itu tempat duduk peserta laki-laki dan perempuan dipisah, jadi selama seminar mereka berdua tidak bisa saling komunikasi. Ajaibnya.. tangan mereka seperti ditulis untuk menuliskan tanggal yang sama, begini tulisannya:
"Bismillahirahmanirrohim.. Alhamdulillah aku bersyukur padamu yaa ALLAH, karena ternyata Engkau telah menolongku, memudahkan urusan-urusanku, dan menguatkan langkah-langkahku.. sehingga pada tanggal 21 November 2016 utang-utangku lunas semua...
Ammiin"

Coba lihat dua kertas yang saya foto dari notes mereka berdua, tanpa janjian, tanpa komunikasi, tertulis angka yang sama.. 21 November!! Masya ALLAH... tidak ada yang kebetulan di dunia ini.
Setelah itu mereka mulai memantaskan diri di depan ALLAH, tidak lagi hanya fokus pada masalah diri sendiri, tapi mereka mewakafkan waktunya untuk orang lain. Mereka bergabung menjadi pengurus di pondok pesantren Munzalan Ashhabul Yamin bersama ustadz Luqmanul Hakim (penulis buku Mustahil Miskin), terlibat di proyek wakaf pembangunan masjid dan surau.
Ikhtiar lainnya, mereka menjual mobil leasing yang mereka pakai. Naik motor lagi gakpapa sambil mereka berbisnis Pancake Durian Pontianak yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Rumah mereka satu-satunya pun diputuskan untuk dijual agar sisa utang riba 200 an juta di beberapa titik segera terbayar. Selama proses itu mereka juga berikhtiar mencari rumah lainnya yang harganya lebih murah..
Apa yang terjadi?
Tanggal 9 November 2016, rumah mereka terjual cash senilai 700 juta. Dibayar lunas hari itu juga.. mereka langsung melunasi semua utang yang tersisa, membayari sebuah rumah yang luasnya hampir sama dengan rumah yang dijual dan harganya hanya 300 juta, sisa uangnya bisa untuk membeli mobil bekas yang layak pakai. Seperti sebuah alur yang dimudahkan oleh ALLAH..
"Engkau tinggalkan yang ALLAH benci, maka dapat ganti yang lebih baik. Kehilangan rumah yang bertahun-tahun ditempati, ikhlas karena ingin ridho ALLAH, diganti rumah yang luasnya hampir sama, malah jaraknya lebih dekat dengan tempat kerja, dan dapat membeli mobil lagi yang dulu telah dijual karena riba... dan yang paling penting, semua utangnya lunasss-nas!!" Tegas saya
"Begitulah mas, pernah satu malam kami berdua melihat dua catatan itu sampai menangis.. kami juga keheranan kenapa tanggalnya sama, dan benar janji ALLAH, 21 November lalu kami sudah bebas dari semua riba.. tiga bulan sudah kami hidup dalam ketenangan, rasanya legaaa sekali.." kata mas Zul
Luar biasa yaaa..
siapa yang menggerakkan tangan suami istri itu?
Siapa yang memudahkan proses setahun hijrah mereka?
Jawabannya di hadist ini,
Pesan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam:
"Barangsiapa ingin doanya terkabul dan kesulitannya teratasi, hendaklah dia MENOLONG ORANG yang dalam kesempitan" (HR Ahmad)
Mereka berdua memilih melayani anak yatim dan duafa di pondok pesantren itu, tidak egois terbelenggu memikirkan masalah mereka sendiri, maka ALLAH lah yang menyelesaikan masalah mereka.
Saat ini mas Zul menjadi Manager Teknik dan Development di Baitulmaal Muzakki dengan gerakan wakaf produktif, mbak Mila bergabung di tim Muslim Food Indonesia, yang mengedukasi umat Islam untuk menghindari makanan dan produk-produk yang haram dan subhat, sambil mereka terus berbisnis Pancake Durian Pontianak yang laris manis..
Bagaimana dengan dirimu?
Utang ribamu banyak?
Pengen sekali hijrah?
Buntu gak tau cara memulainya?
Ingin mendapat pertolongan ALLAH?
Kapan engkau akan mulai mewakafkan dirimu untuk membantu sesama?
Salam hijrah..
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Pak Haji Disidang Anak Sendiri
Pak Bejo usahanya terlihat lancar jaya, tiap saya lewat depan gudang kayunya selalu ada truk yang parkir sedang menurunkan dan menaikkan kayu-kayu pesanan. Beliau orang yang tawadhu.. soal ibadah tidak perlu diragukan lagi, tiap adzan memanggil selalu merapat ke masjid. Jenggot dan rambut putihnya seolah jadi pertanda, beliau sudah melewati hidup penuh kebijaksanaan dan ketenangan. Kalau sudah pakai peci terlihat seperti orang yang berulang kali naik haji. Cocok pokoknya!
Sampai siang itu usai sholat dzuhur di halaman masjid menghampiri saya..
"Mas, saya semalam kayak disidang anak-anak saya sendiri, sampai saya gak bisa jawab mas.." katanya
"Lah pripun to pak? Mosok panjenengan sebagai orang tua malah tahluk di depan anak hehe.." jawab saya
"Nah itulah mas, ternyata ilmu saya masih kurang. Selama ini saya membangun usaha saya dengan pinjaman bank, usaha jalan tapi utang saya bertahun-tahun malah terus nambah gak pernah selesai, tiap bulan saya kerja tapi juga dikejar-kejar cicilan, kemarin saya rencana mau nambah pinjaman lagi.. saya ajak anak-anak saya rembukan, baru kemarin saya klakep gak bisa jawab mas.."
"Gimana itu pak?"
"Mereka bilang: Bapak itu mbok gak usah mainan riba lagi, dari duluuu kok utang bank gak selesai-selesai, mungkin ini yang bikin kami suka panas membantah omongan bapak, karena rejeki keluarga kita gak berkah pak.."
"Waduuh.. segitunya ya pak.."
"Mereka langsung nunjukin ayat-ayat dan hadist tentang riba, pening kepala saya mas.. mungkin ini sebabnya saya bisnis kok rasanya kemrungsung ya.. bisnis jalan tapi gak tenang, kayaknya saya mau punya uang yang selo saja susah sekali, sampai tiap tahun utang saya terus nambah-nambah gak berhenti.. gimana ya mas?"
"Ya mungkin ada benarnya nasehat anak-anak panjenengan pak, orang tua harus bijak.. mereka lebih muda, tapi soal ilmu ALLAH bisa berikan lewat jalan siapa saja, tanpa harus melihat usia. Monggo saja pak direnungkan.. sementara jangan menambah utang.." jawab saya menenangkan. Dari dulu saya tidak suka main tebas kepada mereka yang belum paham. Hidayah itu haknya ALLAH, kita tidak punya kuasa membolak-balik hati manusia..

Hari berlalu..
Kami bertemu lagi di parkiran lain hari..
"Mas saya sudah memutuskan membatalkan top up utang saya, padahal tinggal tandatangan saja. Saya jadi sadar kalau langkah saya kemarin salah, dapat uang tapi kayak gak dapat keberkahan bikin hati gak tenang. Saya punya tanah di pinggir jalan Jogja-Wonosari mas, kalau ada yang mau nyewa 5 tahun monggo.. uangnya saya mau gunakan untuk nutup utang saya di bank" pak Bejo sangat bersemangat menjelaskan.
"Itu mah gampang pak.. panjenengan ini ibadahnya masya ALLAH, sholat gak pernah telat, pengajian rajin, jadi ketua panitia pembangunan masjid, sedekah jalan terus.. tinggal minta ke Big Boss kita saja to pak, minta ALLAH langsung mendatangkan orang yang akan menyewa tanah itu.. nanti ALLAH yang mengatur prosesnya.." jawab saya enteng
Sekitar dua minggu kemudian, ternyata jawaban doa itu gak lama..
Masih diparkiran masjid kami bertemu
"Alhamdulillaaah mas.. ALLAH hadirkan orang yang menyewa! Dibayar cash 150 juta mas, saya langsung lunasi semua utang saya di bank.. bener kata anak-anak saya, baru beberapa hari hati rasanya begitu tenang.." wajahnya begitu ceria
"Naaah bener kan pak, kulo nderek bingah nggih pak, semoga usahanya semakin berkah.."
Saya boncengkan beliau naik motor, kebetulan usaha kayunya dekat dengan rumah saya..
Ceritanya belum selesai, ALLAH seperti memberikan pesan dari kisah nyata ini. Dua bulan berlalu, ketika saya mau ngontrol warung di jalan pak Bejo mencegat saya. Wajahnya kembali gak cerita.. ada apa lagi ya?
"Mas, bisakah mencarikan pinjaman saya 70 juta? Saya ada proyek pengadaan kayu dari Semarang, ini surat PO-nya (Purchasing Order).. jelas disitu nilai proyek pesanan kayunya. Tapi modal saya gak cukup. Saya kemarin muter-muter cari pinjaman ke koperasi sampai ke bank syariah, tapi kok akadnya sama saja ya.. ada surveyornya bilang bisa memberikan bagi hasil 6% setahun flat! Tapi dia minta dari perhitungan seluruh omzet saya diluar PO ini.. ya saya gak mau, jatuhnya saya kena riba lagi kayak dulu.. tolong saya mas kalau ada yang bisa meminjamkan dana"
Mmmm.. ini ya yang jadi masalahnya, saya sih bisa saja enteng menjawab lagi, "ya berdoa saja pak, minta lagi sama ALLAH..." gak salah kan? cuman dengan melihat ikhtiar beliau yang sudah muter-muter, dan ibadahnya yang tekun, tentu malah saya yang sok tau nyuruh berdoa terus.. hehe nanti kalo malah dijawab "Gundulmu! Dikira saya gak pernah berdoa yaaa.." jadi ilang semangatnya..
ALLAH itu Maha Pengatur.. bener-bener tidak ada sekecil apapun peristiwa tanpa kehendaknya.
Saya kok tiba-tiba ingat ada WA yang masuk beberapa hari lalu, tentang sebuah BMT yang hijrah dengan akad syar'i nya. Saya gak akan menyebut merek karena ini bukan iklan terselubung, silahkan googling sendiri di yahoo..
"Pak Haji, coba saja kontak nomer ini. Kemarin petugasnya menghubungi saya menjelaskan kalau lembaga mereka sudah punya penasehat ustadz ahli fiqih muamalah, dan mereka merombak seluruh akad-akad yang selama ini mereka miliki. Coba saja bersyirkah dengan mereka, semoga ini jadi satu solusi.."
Waktu berlalu seminggu..
Bertemu lagi dengan beliau wajahnya cerah lagi, sepertinya saya bakal ditraktir makan hehe..
"Alhamdulillah mass.. terimakasih infonya! Deal mas dengan BMT itu. Saya berikan bukti PO dan sertifikat rumah saya sebagai agunan, saya dapat modal jangka pendek dalam waktu 2 bulan, dengan bagi hasil keuntungan 60:40. Yang bikin saya kaget, saya menerima uang 70 juta utuh. Tanpa potongan administrasi, tanpa provisi, tanpa biaya-biaya yang gak jelas lainnya.. doakan ya mas, semoga lancar proyek ini. Kemarin saya tandatangan di kantornya hati saya kok tenang yaa.. gak kayak dulu pas tandatangan utang"
Wow!
Baru seminggu lalu saya bertemu beliau lagi, menyalami saya dengan hangat..
"Terimakasih sarannya ya mas, akhirnya syirkah saya sudah selesai.. tepat dua bulan dana cair dari pemberi proyek, uang modal 70 juta saya kembalikan, bagi hasil keuntungan sekitar 4,8 Juta juga saya berikan.. saya senang, mereka senang, semua lancar, insya ALLAH ada keberkahan.."
Masya ALLAH..
Andaikan semua BMT di Indonesia mau berhijrah dengan akad syirkah yang benar tentu banyak pengusaha kecil yang akan terbantu. Kuncinya adalah MENJAGA AMANAH..
Uang yang diberikan untuk modal syirkah sumbernya halal...
Usaha yang dijalankan juga halal..
Pemilik usaha juga amanah menggunakan 100% modal untuk usaha, bukan untuk beli barang nuruti nafsu saja..
Insya ALLAH ada keberkahan di dalamnya..
Gak ada kredit macet dimana-mana..
Sekali lagi saya melihat keindahan Islam
Ketika ALLAH melarang riba dengan konsekuensinya yang menghancurkan,
Maka ALLAH berikan solusinya yang adil dan penuh keberkahan..
Salam,
@Saptuari
Note:
BMT (Baitul Maal Wat Tamwil = Balai Usaha Mandiri Terpadu) adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dan kecil.
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Sampai siang itu usai sholat dzuhur di halaman masjid menghampiri saya..
"Mas, saya semalam kayak disidang anak-anak saya sendiri, sampai saya gak bisa jawab mas.." katanya
"Lah pripun to pak? Mosok panjenengan sebagai orang tua malah tahluk di depan anak hehe.." jawab saya
"Nah itulah mas, ternyata ilmu saya masih kurang. Selama ini saya membangun usaha saya dengan pinjaman bank, usaha jalan tapi utang saya bertahun-tahun malah terus nambah gak pernah selesai, tiap bulan saya kerja tapi juga dikejar-kejar cicilan, kemarin saya rencana mau nambah pinjaman lagi.. saya ajak anak-anak saya rembukan, baru kemarin saya klakep gak bisa jawab mas.."
"Gimana itu pak?"
"Mereka bilang: Bapak itu mbok gak usah mainan riba lagi, dari duluuu kok utang bank gak selesai-selesai, mungkin ini yang bikin kami suka panas membantah omongan bapak, karena rejeki keluarga kita gak berkah pak.."
"Waduuh.. segitunya ya pak.."
"Mereka langsung nunjukin ayat-ayat dan hadist tentang riba, pening kepala saya mas.. mungkin ini sebabnya saya bisnis kok rasanya kemrungsung ya.. bisnis jalan tapi gak tenang, kayaknya saya mau punya uang yang selo saja susah sekali, sampai tiap tahun utang saya terus nambah-nambah gak berhenti.. gimana ya mas?"
"Ya mungkin ada benarnya nasehat anak-anak panjenengan pak, orang tua harus bijak.. mereka lebih muda, tapi soal ilmu ALLAH bisa berikan lewat jalan siapa saja, tanpa harus melihat usia. Monggo saja pak direnungkan.. sementara jangan menambah utang.." jawab saya menenangkan. Dari dulu saya tidak suka main tebas kepada mereka yang belum paham. Hidayah itu haknya ALLAH, kita tidak punya kuasa membolak-balik hati manusia..

Hari berlalu..
Kami bertemu lagi di parkiran lain hari..
"Mas saya sudah memutuskan membatalkan top up utang saya, padahal tinggal tandatangan saja. Saya jadi sadar kalau langkah saya kemarin salah, dapat uang tapi kayak gak dapat keberkahan bikin hati gak tenang. Saya punya tanah di pinggir jalan Jogja-Wonosari mas, kalau ada yang mau nyewa 5 tahun monggo.. uangnya saya mau gunakan untuk nutup utang saya di bank" pak Bejo sangat bersemangat menjelaskan.
"Itu mah gampang pak.. panjenengan ini ibadahnya masya ALLAH, sholat gak pernah telat, pengajian rajin, jadi ketua panitia pembangunan masjid, sedekah jalan terus.. tinggal minta ke Big Boss kita saja to pak, minta ALLAH langsung mendatangkan orang yang akan menyewa tanah itu.. nanti ALLAH yang mengatur prosesnya.." jawab saya enteng
Sekitar dua minggu kemudian, ternyata jawaban doa itu gak lama..
Masih diparkiran masjid kami bertemu
"Alhamdulillaaah mas.. ALLAH hadirkan orang yang menyewa! Dibayar cash 150 juta mas, saya langsung lunasi semua utang saya di bank.. bener kata anak-anak saya, baru beberapa hari hati rasanya begitu tenang.." wajahnya begitu ceria
"Naaah bener kan pak, kulo nderek bingah nggih pak, semoga usahanya semakin berkah.."
Saya boncengkan beliau naik motor, kebetulan usaha kayunya dekat dengan rumah saya..
Ceritanya belum selesai, ALLAH seperti memberikan pesan dari kisah nyata ini. Dua bulan berlalu, ketika saya mau ngontrol warung di jalan pak Bejo mencegat saya. Wajahnya kembali gak cerita.. ada apa lagi ya?
"Mas, bisakah mencarikan pinjaman saya 70 juta? Saya ada proyek pengadaan kayu dari Semarang, ini surat PO-nya (Purchasing Order).. jelas disitu nilai proyek pesanan kayunya. Tapi modal saya gak cukup. Saya kemarin muter-muter cari pinjaman ke koperasi sampai ke bank syariah, tapi kok akadnya sama saja ya.. ada surveyornya bilang bisa memberikan bagi hasil 6% setahun flat! Tapi dia minta dari perhitungan seluruh omzet saya diluar PO ini.. ya saya gak mau, jatuhnya saya kena riba lagi kayak dulu.. tolong saya mas kalau ada yang bisa meminjamkan dana"
Mmmm.. ini ya yang jadi masalahnya, saya sih bisa saja enteng menjawab lagi, "ya berdoa saja pak, minta lagi sama ALLAH..." gak salah kan? cuman dengan melihat ikhtiar beliau yang sudah muter-muter, dan ibadahnya yang tekun, tentu malah saya yang sok tau nyuruh berdoa terus.. hehe nanti kalo malah dijawab "Gundulmu! Dikira saya gak pernah berdoa yaaa.." jadi ilang semangatnya..
ALLAH itu Maha Pengatur.. bener-bener tidak ada sekecil apapun peristiwa tanpa kehendaknya.
Saya kok tiba-tiba ingat ada WA yang masuk beberapa hari lalu, tentang sebuah BMT yang hijrah dengan akad syar'i nya. Saya gak akan menyebut merek karena ini bukan iklan terselubung, silahkan googling sendiri di yahoo..
"Pak Haji, coba saja kontak nomer ini. Kemarin petugasnya menghubungi saya menjelaskan kalau lembaga mereka sudah punya penasehat ustadz ahli fiqih muamalah, dan mereka merombak seluruh akad-akad yang selama ini mereka miliki. Coba saja bersyirkah dengan mereka, semoga ini jadi satu solusi.."
Waktu berlalu seminggu..
Bertemu lagi dengan beliau wajahnya cerah lagi, sepertinya saya bakal ditraktir makan hehe..
"Alhamdulillah mass.. terimakasih infonya! Deal mas dengan BMT itu. Saya berikan bukti PO dan sertifikat rumah saya sebagai agunan, saya dapat modal jangka pendek dalam waktu 2 bulan, dengan bagi hasil keuntungan 60:40. Yang bikin saya kaget, saya menerima uang 70 juta utuh. Tanpa potongan administrasi, tanpa provisi, tanpa biaya-biaya yang gak jelas lainnya.. doakan ya mas, semoga lancar proyek ini. Kemarin saya tandatangan di kantornya hati saya kok tenang yaa.. gak kayak dulu pas tandatangan utang"
Wow!
Baru seminggu lalu saya bertemu beliau lagi, menyalami saya dengan hangat..
"Terimakasih sarannya ya mas, akhirnya syirkah saya sudah selesai.. tepat dua bulan dana cair dari pemberi proyek, uang modal 70 juta saya kembalikan, bagi hasil keuntungan sekitar 4,8 Juta juga saya berikan.. saya senang, mereka senang, semua lancar, insya ALLAH ada keberkahan.."
Masya ALLAH..
Andaikan semua BMT di Indonesia mau berhijrah dengan akad syirkah yang benar tentu banyak pengusaha kecil yang akan terbantu. Kuncinya adalah MENJAGA AMANAH..
Uang yang diberikan untuk modal syirkah sumbernya halal...
Usaha yang dijalankan juga halal..
Pemilik usaha juga amanah menggunakan 100% modal untuk usaha, bukan untuk beli barang nuruti nafsu saja..
Insya ALLAH ada keberkahan di dalamnya..
Gak ada kredit macet dimana-mana..
Sekali lagi saya melihat keindahan Islam
Ketika ALLAH melarang riba dengan konsekuensinya yang menghancurkan,
Maka ALLAH berikan solusinya yang adil dan penuh keberkahan..
Salam,
@Saptuari
Note:
BMT (Baitul Maal Wat Tamwil = Balai Usaha Mandiri Terpadu) adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dan kecil.
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
Wednesday, January 18, 2017
BELAJAR JUJUR PADA ORANG JEPANG
Saya mengetik tulisan ini berselimut dingin hingga suhu 1 derajat di Tokyo, hari ini usai saya mengisi seminar "Kembali Ke Titik Nol" untuk kawan-kawan KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) disana.
Usai mendarat di Bandara Haneda lusa pagi, saya dan Teuku Wisnu diajak cititour oleh pak Wilopo (Kepala Imigrasi Indonesia Jepang) dan pak Harun (Kepala Kantor Cabang Pertamina di Tokyo), sepanjang jalan kami ngobrol tentang Jepang, termasuk tentang prinsip hidup orang-orangnya.
Pak Harun bercerita,
"Mas kalo kita makan disini jangan pernah memberikan uang tip kepada pelayannya, itu malah membuat mereka tersinggung. Mereka tidak mau menerima, karena mereka merasa hak mereka adalah gaji dari yang mereka terima, beda kalau di negara lain, malah mereka nunggu tip dari tamu yang datang.."
Teuku Wisnu menambahi,
"Pantes pak, waktu beberapa tahun lalu saya ke Kyoto naik becak disana, ketika saya memberikan kelebihan bayarnya mereka menolak, sampai saya paksa-paksa tetep gak mau nerima.. no no no.. tengkyu teengkyu!"
"Di kantor saya mas akuntingnya kita ambil orang Jepang, dia bekerja 40 jam seminggu. Naah dalam perjalanannya pekerjaan itu bisa dikerjakan lebih cepat oleh dia, naaah dia itu menghadap saya minta gajinya dipotong, karena waktu kerjanya hanya 20 jam saja.. sepanjang hidup saya baru saya ketemu orang kayak gini.. " lanjut pak Harun
Wow! Hehe.. kalau kita di Indonesia yang bakalan ketemu bukan karyawan yang minta gaji turun yak, adanya yang minta gaji naik terus karena harus buat bayar cicilan motor, cicilan hape dan cicilan.. cicilan.. cicilan.. cicilan lainnyaaa..
"Pernah juga saya mas naik taksi, sopirnya salah masukkan alamat tujuan di GPS, nah terpaksa kami harus jalan muter, argonya kan terus jalan mas, pas saya mau bayar total yang di argo dia kurangi sendiri untuk menebus kesalahannya. Gak mau di menerima utuh.. " hehe, kalau di Indonesia pernah ngalamin kayak gitu?
"Tapi kehidupan disini keras mas, harga diri mereka sangat tinggi.. banyak yang gak punya agama, jiwa mereka kosong. Tiap tahun angka bunuh diri di Jepang sampai 30.000 orang lho mas, bahkan ada hutan di Jepang khusus tempat orang-orang bunuh diri, ada manager yang salesnya tidak tercapai, dia malu, depresi, dan dengan mudahnya bunuh diri.. "
Ngeri yaa..
"Di Jepang jarang mereka punya Asisten Rumah Tangga mas, semua dikerjakan sendiri, kalau gak bener-bener kaya gak ada yang punya ART di rumahnya.. soal kebersihan mereka nomer satu, lihat nih sepanjang jalan gak ada sampah, bersih semuanya.. kalau gak ada tempat sampah merek rela mengantonginya dan nanti membuang di tempatnya"
Mmm.. amazing ya, pantes di Jepang tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai ART, beda dengan di Hongkong dan Taiwan.. Buruh migran yang bekerja sebagai ART bejibuuun dimana-mana.. gaya hidup penduduknya sudah beda.
Seminar "Kembali Ke Titik Nol" di Balai Sekolah Republik Indonesia Tokyo kemarin membludak diluar perkiraan panitia, yang register hingga 650 orang. Rencana duduk pakai kursi karena ruangan tidak muat akhirnya dialihkan dengan duduk lesehan. Ketika datang saya langsung terhibur dengan wajah kawan-kawan dari Indonesia yang wajahnya ramah penuh senyum, memang beda dengan wajah orang Jepang, yang sekilas kelihatan sepanneng dan tegang hehe..
Saya bertemu orang-orang hebat disini, mereka yang bekerja atau kuliah, ada yang S1,S2, bahkan S3 di berbagai kampus di penjuru Jepang, bukan hanya di Tokyo.
Bahkan ketua panitia pembangunan masjid Indonesia Tokyo adalah seorang profesor muda dari Purworejo, Muhammad Aziz yang baru berusia 36 tahun. Lulus SMA langsung kuliah S1 sampai akhirnya jadi profesor di Tokyo Institute of Technologi.
Saya dan Teuku Wisnu bercerita tentang perjalanan hijrah kami masing-masing, Wisnu dari seorang artis yang dulu sangat terobsesi dengan uang dan uang, namun tidak pernah menemukan kedamaian hati, sampai dia menemukan jawaban.. ikut dan taat aturan ALLAH lah yang membuat hati tenang. Saya tentu bercerita tentang hijrah saya dari pengusaha yang bergelut dengan utang dan riba, sampai bisa melepaskannya..
Semua peserta sangat antusias! Mereka yang tinggal di luar negeri sangat haus dengan ilmu seperti ini..
Akhirnya saya bercerita tentang #SedekahRombongan yang saya kelola, dan mengajak semua peserta untuk bersedekah demi selesainya pembangunan masjid Indonesia Tokyo masih kurang 4,5 milyar rupiah dengan batas waktu April nanti. Panitia dari tahun ketahun sudah menghimpun dana sejak tahun 1999 sampai hari ini, hampir 20 tahun namun dana belum terkumpul, sementara tidak ada dana bantuan dari pemerintah Indonesia.. padahal harga bangunan di Tokyo sangaaat mahal sekali. Negara-negara lain sudah punya Masjid sendiri di Tokyo, seperti Turki, Banglades, Pakistan, Saudi... Indonesia yang belum.
Peserta rebutan untuk memberikan sedekah, juga lelang buku-buku saya, dan baju muslim produk Teuku Wisnu.. ludesss semuanya dan 100% untuk pembangunan masjid Indonesia Tokyo.. jika ditotal hampir 3 juta yen. Ditambah komunitas perawat yang menyumbang 1,3 juta yen.. kalau dikonversi rupiah hampir 500 juta.. Alhamdulillaaah!
Kemarin saya ke Shibuya, melihat ribuan orang yang bergerak melintasi jalan dengan sangat ramai. Dikepung gedung-gedung tinggi dan iklan hedonis yang angkuh memucatkan wajah mereka..
Jauh sekali auranya dengan wajah-wajah orang Indonesia yang tetap tertawa walaupun usai "kehilangan" uang berjuta-juta untuk sedekahnya..
Belajar jujur pada orang Jepang boleh.. tapi belajarlah tersenyum dan baik hati pada orang-orang Indonesia!
Tokyo dalam titik beku..
salam hangat selalu,
@Saptuari
Usai mendarat di Bandara Haneda lusa pagi, saya dan Teuku Wisnu diajak cititour oleh pak Wilopo (Kepala Imigrasi Indonesia Jepang) dan pak Harun (Kepala Kantor Cabang Pertamina di Tokyo), sepanjang jalan kami ngobrol tentang Jepang, termasuk tentang prinsip hidup orang-orangnya.
Pak Harun bercerita,
"Mas kalo kita makan disini jangan pernah memberikan uang tip kepada pelayannya, itu malah membuat mereka tersinggung. Mereka tidak mau menerima, karena mereka merasa hak mereka adalah gaji dari yang mereka terima, beda kalau di negara lain, malah mereka nunggu tip dari tamu yang datang.."
Teuku Wisnu menambahi,
"Pantes pak, waktu beberapa tahun lalu saya ke Kyoto naik becak disana, ketika saya memberikan kelebihan bayarnya mereka menolak, sampai saya paksa-paksa tetep gak mau nerima.. no no no.. tengkyu teengkyu!"
"Di kantor saya mas akuntingnya kita ambil orang Jepang, dia bekerja 40 jam seminggu. Naah dalam perjalanannya pekerjaan itu bisa dikerjakan lebih cepat oleh dia, naaah dia itu menghadap saya minta gajinya dipotong, karena waktu kerjanya hanya 20 jam saja.. sepanjang hidup saya baru saya ketemu orang kayak gini.. " lanjut pak Harun
Wow! Hehe.. kalau kita di Indonesia yang bakalan ketemu bukan karyawan yang minta gaji turun yak, adanya yang minta gaji naik terus karena harus buat bayar cicilan motor, cicilan hape dan cicilan.. cicilan.. cicilan.. cicilan lainnyaaa..
"Pernah juga saya mas naik taksi, sopirnya salah masukkan alamat tujuan di GPS, nah terpaksa kami harus jalan muter, argonya kan terus jalan mas, pas saya mau bayar total yang di argo dia kurangi sendiri untuk menebus kesalahannya. Gak mau di menerima utuh.. " hehe, kalau di Indonesia pernah ngalamin kayak gitu?
"Tapi kehidupan disini keras mas, harga diri mereka sangat tinggi.. banyak yang gak punya agama, jiwa mereka kosong. Tiap tahun angka bunuh diri di Jepang sampai 30.000 orang lho mas, bahkan ada hutan di Jepang khusus tempat orang-orang bunuh diri, ada manager yang salesnya tidak tercapai, dia malu, depresi, dan dengan mudahnya bunuh diri.. "
Ngeri yaa..
"Di Jepang jarang mereka punya Asisten Rumah Tangga mas, semua dikerjakan sendiri, kalau gak bener-bener kaya gak ada yang punya ART di rumahnya.. soal kebersihan mereka nomer satu, lihat nih sepanjang jalan gak ada sampah, bersih semuanya.. kalau gak ada tempat sampah merek rela mengantonginya dan nanti membuang di tempatnya"
Mmm.. amazing ya, pantes di Jepang tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai ART, beda dengan di Hongkong dan Taiwan.. Buruh migran yang bekerja sebagai ART bejibuuun dimana-mana.. gaya hidup penduduknya sudah beda.
Seminar "Kembali Ke Titik Nol" di Balai Sekolah Republik Indonesia Tokyo kemarin membludak diluar perkiraan panitia, yang register hingga 650 orang. Rencana duduk pakai kursi karena ruangan tidak muat akhirnya dialihkan dengan duduk lesehan. Ketika datang saya langsung terhibur dengan wajah kawan-kawan dari Indonesia yang wajahnya ramah penuh senyum, memang beda dengan wajah orang Jepang, yang sekilas kelihatan sepanneng dan tegang hehe..
Saya bertemu orang-orang hebat disini, mereka yang bekerja atau kuliah, ada yang S1,S2, bahkan S3 di berbagai kampus di penjuru Jepang, bukan hanya di Tokyo.
Bahkan ketua panitia pembangunan masjid Indonesia Tokyo adalah seorang profesor muda dari Purworejo, Muhammad Aziz yang baru berusia 36 tahun. Lulus SMA langsung kuliah S1 sampai akhirnya jadi profesor di Tokyo Institute of Technologi.
Saya dan Teuku Wisnu bercerita tentang perjalanan hijrah kami masing-masing, Wisnu dari seorang artis yang dulu sangat terobsesi dengan uang dan uang, namun tidak pernah menemukan kedamaian hati, sampai dia menemukan jawaban.. ikut dan taat aturan ALLAH lah yang membuat hati tenang. Saya tentu bercerita tentang hijrah saya dari pengusaha yang bergelut dengan utang dan riba, sampai bisa melepaskannya..
Semua peserta sangat antusias! Mereka yang tinggal di luar negeri sangat haus dengan ilmu seperti ini..
Akhirnya saya bercerita tentang #SedekahRombongan yang saya kelola, dan mengajak semua peserta untuk bersedekah demi selesainya pembangunan masjid Indonesia Tokyo masih kurang 4,5 milyar rupiah dengan batas waktu April nanti. Panitia dari tahun ketahun sudah menghimpun dana sejak tahun 1999 sampai hari ini, hampir 20 tahun namun dana belum terkumpul, sementara tidak ada dana bantuan dari pemerintah Indonesia.. padahal harga bangunan di Tokyo sangaaat mahal sekali. Negara-negara lain sudah punya Masjid sendiri di Tokyo, seperti Turki, Banglades, Pakistan, Saudi... Indonesia yang belum.
Peserta rebutan untuk memberikan sedekah, juga lelang buku-buku saya, dan baju muslim produk Teuku Wisnu.. ludesss semuanya dan 100% untuk pembangunan masjid Indonesia Tokyo.. jika ditotal hampir 3 juta yen. Ditambah komunitas perawat yang menyumbang 1,3 juta yen.. kalau dikonversi rupiah hampir 500 juta.. Alhamdulillaaah!
Kemarin saya ke Shibuya, melihat ribuan orang yang bergerak melintasi jalan dengan sangat ramai. Dikepung gedung-gedung tinggi dan iklan hedonis yang angkuh memucatkan wajah mereka..
Jauh sekali auranya dengan wajah-wajah orang Indonesia yang tetap tertawa walaupun usai "kehilangan" uang berjuta-juta untuk sedekahnya..
Belajar jujur pada orang Jepang boleh.. tapi belajarlah tersenyum dan baik hati pada orang-orang Indonesia!
Tokyo dalam titik beku..
salam hangat selalu,
@Saptuari
ASURANSIKAN PADA ALLAH..
Minggu ini banyak beredar di Facebook video-video rekaman penjahat memecah kaca mobil, dalam hitungan detik kaca pecah dan penjahat dengan leluasa mengambil barang dalam mobil. Bahkan ada rahasia para maling dengan pecahan batu tertentu dikasih ludah sekali lempar langsung ambyarrr!
Saya pernah mengalaminya tahun 2011 lalu, kaca mobil depan sebelah kiri dipecah maling, iPad baru saya langsung melayang. Ketika itu jelas menggerutu, menyesali nasib dan memaki si maling. Setelah tau ilmu tentang riba baru mata saya terbuka, memang maling itu sudah tugasnya mengambil harta saya, tidak ada kejadian apapun tanpa seijin dan kehendak ALLAH kan!
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Duh ngaku deh saya, mobilnya saya beli dengan leasing kredit 4 tahun, saya asuransikan all risk, semua apapun resikonya saya sandarkan dan berlindung pada asuransi buatan manusia.
iPadnya? Iyaaa iyaaa.. saya ngaku! belinya juga gesek kartu kredit dengan akad utang riba dengan bunga berbunga, dan ada denda berlipat ganda..
Saya gak protes lagi sekarang, memang ALLAH lah yang mengirim maling itu dulu untuk menjewer saya, mau protes ke ALLAH langsung mana saya berani bro!!
Ayat dan hadist riba itu jelas-jelassss di depan mata gini.. hiks!
Sekarang asuransi pakai apa dong mas?
Saya belajar buanyak pada kawan-kawan yang hijrah duluan, dari para ustadz yang saya temui langsung atau saya lihat kajian-kajiannya di youtube yang penuh ilmu..
Apa itu mas?
BAYAR PREMINYA KE ALLAH LANGSUNG!
Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam jelas banget, kalau sedekah itu menjauhkan dari bala petaka, mendatangkan rejeki, menyembuhkan penyakit, memanjangkan umur, menenangkan hati, bahkan di hari kiamat nanti semua orang akan bernaung pada sedekahnya..
Yang memberi kita rejeki siapa? ALLAH
Yang membuat kita mampu membeli mobil siapa? ALLAH
Yang menggerakkan tangan dan kaki kita bisa sinkron nyopir mobil siapa? ALLAH
Yang bisa menjaga 100% keselamatan kita dijalan siapa? ALLAH
Yang bisa membutakan mata dan hati pencuri sehingga dia gak minat pada mobil kita siapa? ALLAH
Yang bisa membuat hati pencuri lembek sehingga gak jadi mecahin mobil kita siapa? ALLAH
Yang menjamin kita selamat sampai di rumah siapa? ALLAH
Ini ilmu tauhid, gak bakal bisa dilawan dengan teori asuransi kapitalis apapun buatan manusia..
Maka saya takjub pada kawan-kawan yang sudah membayar premi asuransi kepada ALLAH langsung, dia bersedekah dengan nilai yang malah jauh dari nilai asuransi kepada manusia..
Dia nafkahi anak-anak yatim
Dia santuni duafa dan orang-orang miskin
Dia wakafkan hartanya ke masjid-masjid
Dia obati tetangga yang sakit
Dia bantu orang yang membutuhkan..
niatnya hanya satu, mendapatkan RIDHO ALLAH!
Jika ALLAH sudah ridho, maka keselamatan dunia akherat ada digenggamannya...
Tak perlu menunggu mobilmu dipecah kacanya atau mengalami kecelakaan lainnya..
Berdiskusi dengan hati nurani sendiri, akan membuatmu paham aturan ilahi rabbi..
@Saptuari
Saya pernah mengalaminya tahun 2011 lalu, kaca mobil depan sebelah kiri dipecah maling, iPad baru saya langsung melayang. Ketika itu jelas menggerutu, menyesali nasib dan memaki si maling. Setelah tau ilmu tentang riba baru mata saya terbuka, memang maling itu sudah tugasnya mengambil harta saya, tidak ada kejadian apapun tanpa seijin dan kehendak ALLAH kan!
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Duh ngaku deh saya, mobilnya saya beli dengan leasing kredit 4 tahun, saya asuransikan all risk, semua apapun resikonya saya sandarkan dan berlindung pada asuransi buatan manusia.
iPadnya? Iyaaa iyaaa.. saya ngaku! belinya juga gesek kartu kredit dengan akad utang riba dengan bunga berbunga, dan ada denda berlipat ganda..
Saya gak protes lagi sekarang, memang ALLAH lah yang mengirim maling itu dulu untuk menjewer saya, mau protes ke ALLAH langsung mana saya berani bro!!
Ayat dan hadist riba itu jelas-jelassss di depan mata gini.. hiks!
Sekarang asuransi pakai apa dong mas?
Saya belajar buanyak pada kawan-kawan yang hijrah duluan, dari para ustadz yang saya temui langsung atau saya lihat kajian-kajiannya di youtube yang penuh ilmu..
Apa itu mas?
BAYAR PREMINYA KE ALLAH LANGSUNG!
Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam jelas banget, kalau sedekah itu menjauhkan dari bala petaka, mendatangkan rejeki, menyembuhkan penyakit, memanjangkan umur, menenangkan hati, bahkan di hari kiamat nanti semua orang akan bernaung pada sedekahnya..
Yang memberi kita rejeki siapa? ALLAH
Yang membuat kita mampu membeli mobil siapa? ALLAH
Yang menggerakkan tangan dan kaki kita bisa sinkron nyopir mobil siapa? ALLAH
Yang bisa menjaga 100% keselamatan kita dijalan siapa? ALLAH
Yang bisa membutakan mata dan hati pencuri sehingga dia gak minat pada mobil kita siapa? ALLAH
Yang bisa membuat hati pencuri lembek sehingga gak jadi mecahin mobil kita siapa? ALLAH
Yang menjamin kita selamat sampai di rumah siapa? ALLAH
Ini ilmu tauhid, gak bakal bisa dilawan dengan teori asuransi kapitalis apapun buatan manusia..
Maka saya takjub pada kawan-kawan yang sudah membayar premi asuransi kepada ALLAH langsung, dia bersedekah dengan nilai yang malah jauh dari nilai asuransi kepada manusia..
Dia nafkahi anak-anak yatim
Dia santuni duafa dan orang-orang miskin
Dia wakafkan hartanya ke masjid-masjid
Dia obati tetangga yang sakit
Dia bantu orang yang membutuhkan..
niatnya hanya satu, mendapatkan RIDHO ALLAH!
Jika ALLAH sudah ridho, maka keselamatan dunia akherat ada digenggamannya...
Tak perlu menunggu mobilmu dipecah kacanya atau mengalami kecelakaan lainnya..
Berdiskusi dengan hati nurani sendiri, akan membuatmu paham aturan ilahi rabbi..
@Saptuari
MISTERI NASI DI DALAM BAKUL
Judulnya biar kelihatan horor, padahal hanya untuk menjawab teka-teki. Kalian pernah makan di rumah makan atau lesehan yang nasinya dihidangkan di dalam bakul?
Biasanya kita pesan dari daftar menu, dan pesanan dihidangkan di meja makan dari mulai nasi sebakul dan lauk pauknya.
Pernah enggak kamu perhatikan, nasi yang sudah dihidangkan itu masih tersisa lumayan banyak di bakul, bisa jadi karena rombongan pemesan gak semua makan nasi, atau sedang diet mengurangi nasi, sehingga bakul itu masih terlihat setengah isi..
Pertanyaan yang jadi misteri... dikemanakan sisa nasi itu? Apakah hanya dibuang ke tempat sampah? Padahal nasi itu masih bersih..
Mubazir ya? Padahal setiap butir nasi adalah proses panjang dari keringat petani mulai menanam, merawat selama 3 bulan, melindunginya dari serbuan burung-burung, memetiknya, menggilingnya hingga kulitnya terkelupas, menjualnya ke pasar, baru dibeli pemilik warung, dicuci, dimasak, baru dihidangkan..
Saya melakukan survey ke beberapa warung makan/restoran yang saya singgahi, saya tanya kepada pelayannya nasi itu diapakan jika bersisa, ini jawaban mereka:
1. Dibuang!
2. Jika masih bersih dipanaskan dan dijual kembali.
3. Dikumpulkan untuk makan karyawan
4. Dikumpulkan untuk makan sopir travel/bus yang mengantar tamu.
5. Dikumpulkan dan boleh dibawa pulang karyawan.
6. Buat makan ikan yang ada di kolam yang ada di restoran itu.
7. Dibungkus oleh pemilik warung dan diberi lauk terus dibagi-bagi ke tukang becak.
8. Dibungkus, dibawa pulang oleh pembeli
Sementara itu hasil survey saya, kalau kalian menemukan jawaban lain boleh kalian tulis di komentar untuk menjawab misterinya.
Kalau kamu tanya bagaimana di warung saya?
Nyariss tak bersisa dari meja pembeli, karena kami membuat harga flat 4000 saja nasi ambil sendiri semampu perutmu!
Gak rugi mas?
Ternyata enggak.. karena terjadi subsidi silang, ada yang datang badannya sebesar gadjah makan dengan nasi menggunung.. ada yang badannya mungil mrengil makan dengan nasi setengah centong.. saling melengkapi dan mensubsidi, dan alhamdulillaaah tidak pernah terjadi pertumpahan darah rebutan nasi...
Demikian tulisan ringan ini, misteri terjawab sudah..
Gitu yah!
@Saptuari
Biasanya kita pesan dari daftar menu, dan pesanan dihidangkan di meja makan dari mulai nasi sebakul dan lauk pauknya.
Pernah enggak kamu perhatikan, nasi yang sudah dihidangkan itu masih tersisa lumayan banyak di bakul, bisa jadi karena rombongan pemesan gak semua makan nasi, atau sedang diet mengurangi nasi, sehingga bakul itu masih terlihat setengah isi..
Pertanyaan yang jadi misteri... dikemanakan sisa nasi itu? Apakah hanya dibuang ke tempat sampah? Padahal nasi itu masih bersih..
Mubazir ya? Padahal setiap butir nasi adalah proses panjang dari keringat petani mulai menanam, merawat selama 3 bulan, melindunginya dari serbuan burung-burung, memetiknya, menggilingnya hingga kulitnya terkelupas, menjualnya ke pasar, baru dibeli pemilik warung, dicuci, dimasak, baru dihidangkan..
Saya melakukan survey ke beberapa warung makan/restoran yang saya singgahi, saya tanya kepada pelayannya nasi itu diapakan jika bersisa, ini jawaban mereka:
1. Dibuang!
2. Jika masih bersih dipanaskan dan dijual kembali.
3. Dikumpulkan untuk makan karyawan
4. Dikumpulkan untuk makan sopir travel/bus yang mengantar tamu.
5. Dikumpulkan dan boleh dibawa pulang karyawan.
6. Buat makan ikan yang ada di kolam yang ada di restoran itu.
7. Dibungkus oleh pemilik warung dan diberi lauk terus dibagi-bagi ke tukang becak.
8. Dibungkus, dibawa pulang oleh pembeli
Sementara itu hasil survey saya, kalau kalian menemukan jawaban lain boleh kalian tulis di komentar untuk menjawab misterinya.
Kalau kamu tanya bagaimana di warung saya?
Nyariss tak bersisa dari meja pembeli, karena kami membuat harga flat 4000 saja nasi ambil sendiri semampu perutmu!
Gak rugi mas?
Ternyata enggak.. karena terjadi subsidi silang, ada yang datang badannya sebesar gadjah makan dengan nasi menggunung.. ada yang badannya mungil mrengil makan dengan nasi setengah centong.. saling melengkapi dan mensubsidi, dan alhamdulillaaah tidak pernah terjadi pertumpahan darah rebutan nasi...
Demikian tulisan ringan ini, misteri terjawab sudah..
Gitu yah!
@Saptuari
Subscribe to:
Comments (Atom)