Tuesday, February 28, 2017

MENGURANGI TIMBANGAN, RESIKONYA BISA TERJENGKANG!

MENGURANGI TIMBANGAN, RESIKONYA BISA TERJENGKANG!

Waktu saya SMA dulu saya mengenal seorang pedagang plastik kiloan untuk bungkus makanan atau apapun itu. Segala jenis plastik dia jual, dari yang bening ukuran kecil, sampai plastik kresek ukuran besar. Usahanya begitu jaya, setiap malam berkarung-karung plastik datang kerumahnya, dikeluarkan, dipilah-pilah, baru besok pagi dibawa ke pasar dan diedarkan kepada para pedagang disana. Buat bungkus cabe, sayur, ikan, ayam, rengginang, semua masuk..

Anehnya, para tetangga bilang kalau malam hari sedang proses pemilahan, plastik itu dikeluarkan bungkusnya dari pabrik. Pedagang itu mengambil beberapa lembar plastiknya, terus plastik pembungkusnya direkatkan lagi dengan api lilin. Plastik-plastik yang diambil itu dikumpulkan, menjadi segumpul, dirapikan dan jadi penambah dagangannya..

Curang? Iyalah!
100 lembar plastik bening, diambil 5 terus dikumpulkan, yang 95 dilem lagi dijual, yang 5 dikumpulkan sampai terkumpul banyak, dilem, jadi dagangan lagi. Pembeli plastiknya tidak mungkin menghitung lembar demi lembar plastik yang dia beli, buang waktu saja..

Bagaimana endingnya?
Saya jadi saksi pedagang itu dulunya makmur, punya motor 3, rumahnya langsung diganti keramik semua, bisnisnya rame. Namun janji ALLAH buat orang-orang yang curang dalam berdagang ternyata terbukti.

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthoffifin: 1-3).

CELAKA! Itu ancamannya..
Pedagang plastik itu terjerat riba hingga ratusan juta. Rumahnya disatroni tukang tagih siang malam. Dagangannya ludes tak bersisa. Mereka memilih meninggalkan rumahnya dan pergi ke kota lain, sampai hari ini mereka tidak kembali, rumah itu hanya ditempati saudaranya bertahun-tahun dengan kayu yang makin keropos dan cat yang hancur memudar.

Berapa banyak di jaman sekarang orang yang berbisnis bermain curang, timbangan diakali biar yang sekilo jadi berkurang takarannya.
Yang jualan online pun begitu, barang buruk dibilang bagus, kirim di luar spek, barang returan dikemas ulang lalu jual lagi ke pembeli lain. Gambling, semoga pembelinya gak protes..

Jualan dengan cara begitu, dapat uangnya tapi gak dapat berkahnya..
uang kepegang, tapi ALLAH bakal ambil lagi uang itu dengan cara-cara lain, lewat sakit.. celaka di jalan.. kehilangan.. atau gantian dia yang ditipu pelanggan.. nyesek kan!

Kemarin saya ke Gunung Kidul, ada cemilan khas sana yaitu belalang goreng. Rasanya memang enak kok, banyak yang suka walaupun ada juga yang ngeri melihat tampilannya...

Saya pernah bertanya penjualnya yang tersebar di jalan-jalan:
"Mbak ini kok toplesnya diganjel dengan dus tengahnya? Dari bawah kelihatan penuh, tapi ternyata bagian tengah berkurang jauh karena ditahan oleh dus yang dipotong bundar berbentuk cembung.."

Jawabnya:
"Iya mas, saya cuma dikirimi oleh supplyernya.. saya gak mengemas sendiri"

"Kalau begini namanya bisa diangap curang lho mbak sama pembeli, harga 25 ribu setoples, kelihatan banyak padahal enggak. Coba kalo beli di toko kacang bawang, kacang kapri, kacang tepung, dari bawah kelihatan penuh, pas dibuka ya tetap penuh.. "

Penjual itu cuman mringis gak bisa jawab...

Kalau memang alasannya untuk meniriskan minyak harusnya bisa dilakukan di luar toples usai digoreng, saya pernah membeli dengan harga yang sama 25 ribu, tapi toples isi penuh tanpa ada pengganjal dus cembung dibawahnya yang mengurangi volumenya.

Mmm... bisa jadi beda ya suppliyernya.

ALLAH meminta kita yang mau dapat rejeki berkah, adalah jadi pedagang yang JUJUR yang menyempurnakan semua takarannya..

"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya [QS al-Isrâ`:35].

Mulai sekarang berjanjilah pada diri sendiri, agar selalu hati-hati dalam mencari rejeki. Kalau hanya sekedar materi banyak sekali di bumi ini, tapi yang diridhoi oleh Ilahi harus dihindari yang ALLAH benci...

Yuk marii..
@Saptuari

Monday, February 27, 2017

TIPE KONSUMEN DI BISNIS KULINER..

TIPE KONSUMEN DI BISNIS KULINER..

Kamu yang punya bisnis kuliner pasti pernah ngalami dipuji pelanggan sekaligus dikomplain pelanggan, itu biasa.. wajarrrr dan normal! Gak ada yang sempurna di dunia ini, karena koki dan karyawan di warungmu bukan malaikat, namanya lalai, geseh, pasti bisa terjadi kapan saja.. mereka manusia biasa!

Ada yang japri ke saya, warungnya yang baru buka dikomplian pelanggan langsung ngedrop.. PDnya ilang! Saya bilang, justru itu moment bagus dapat masukan dari lidah orang lain, gak masalah.. jadikan semangat untuk masak lebih enak lagi besok.
TIPE KONSUMEN DI BISNIS KULINER
Berikut beberapa tipe konsumen di bisnis kuliner yang saya pelajari sendiri, tentu dengan gaya bahasa saya yak!

1. TIPE PEMANGSA SEGALA
Ini konsumen yang gak ribet soal makanan! Di otaknya makanan itu hanya ada dua macam, enak dan enaaak banget! Pokoknya lapar.. datang.. makan.. kenyang.. bayar!

2. TIPE PENDIAM DAN PEMALU
Dia makan bisa gak dihabiskan, kalau ada yang gak cocok dengan lidahnya dia memilih diam. Ditanya kok gak habis? Jawabannya: "sudah kenyang..." Kalau beneran sudah kenyang dan makanannya enak pasti dia bisa bilang "dibungkus aja yaa.."

3. TIPE SANTUN BAIK HATI
Mereka konsumen ideal, datang dengan sopan, pesan makanan dengan sabar urut antrian, pantang komplain, menikmati kehadiran dan makanan di warungmu. Bisa jadi dia gak puas, tapi ketika membayar tetap tersenyum dan mengucapkan terimakasih.. masya ALLAH! Dia yakin kehadirannya hari itu sudah diatur ALLAH, kalau ada rasa yang gak cocok wajar saja, toh besok juga bisa makan lagi dimana saja. Setiap suapan makanan adalah rejeki yang harus disyukuri. Semoga banyak pahala untuknya..

4. TIPE REPORTER
Ketika makanan dihidangkan dia langsung ambil kamera, memfotonya dari beberapa sudut, dan sibuk menguploadnya di instagram, tidak lupa cekin.. bahkan sudah bisa komentar "kelihatan enak" padahal belum dimakan. Pokoknya ngeksis dulu, makan belakangan, bahkan sampai lupa berdoa.

5. TIPE KOMENTATOR
Dia tipenya harus memberian penilaian subyektif menurut standar lidahnya.. dia dengan pedenya akan bilang kurang ini kurang itu, pokoknya harus ada yang bisa dianalisa. Dia akan bergaya seperti komentator di TV, enak akan maknyuss tapi kalau gak enak kadang lebih kejam.. dan itu bukan hanya diomongkan tapi diupload di media sosial.

6. TIPE PENCACAT SEJATI
Konsumen ini yang kadang bikin ngelu hati.. semua makanan di matanya gak ada yang sempurna. Merasa sudah bayar maka dia akan ngomong semaunya. Ada 50 konsumen yang makan siang itu tanpa komplain, dia bisa jadi satu-satunya pengomplain. Berani ngomong langsung ke karyawan atau kasir, bayar sambil menggerutu, pokoknya sekali ada cacatnya dia akan melampiaskan rasa tidak puasnya terang-terangan walau jadi pusat perhatian. Gayanya juga kadang membandingkan dengan tempat makan lain yang sejenis. Kalau di sosmed dia akan berkata kejam: "cukup sekali! Saya gak akan datang lagi... cuihh!!" hehe..

7. TIPE DESTROYER
Ini konsumen yang memang dilahirkan untuk jadi pengisruh dimanapun dia berada. Sifatnya pemarah, temperamen tinggi, teriak-teriak semaunya, dan merasa dialah raja yang harus dilayani. Ada tulisan di Facebook keluhan orang yang warungnya diamuk si destroyer, gara-gara sudah pesan tempat namun di jam yang sudah ditentukan dia belum datang, sementara konsumen lain antri dalam kondisi hujan. Tempat itu diberikan konsumen lain sementara, pas dia datang langsung komplain, ngamuk, sampai mesin kasir nyaris jatuh disikutnya.. berdoa saja agar ALLAH jauhkan kita dari konsumen yang beginian dan dari godaan syeitan yang terkutuk, minta ALLAH kirimkan konsumen yang baik hati saja.. Aaamiiin!

8. TIPE MATA-MATA
Dia bisa jadi pemilik usaha yang sama, atau dia orang yang pengen nyontoh usaha kita. Gayanya tenang, sambil menunggu makan biasanya dia sudah mengeluarkan kamera, bergaya sok santai motret daftar menu, daftar minuman, tempelan-tempelan di dinding, posisi lampu, sampai bentuk meja kursi pun difoto. Ketika makan pun dia akan memotret makanannya, pura-pura menikmati dan membandingkan makanan di warungnya. Ketika membayar dia akan basa basi dengan kasir, menanyakan beberapa hal yang dia anggap penting, yang vulgar ada yang terang-terangan meminta resep bumbunya, dengan alasan mau buka di planet lain! Wataaawww bletak!!

Sudah paham yaa.. dengan semua tipe konsumen begitu dirimu juga akan dilatih kesabarannya, makin hari jadi asupan gizi dan pengalaman untukmu...
hadapi!
tekuni!

Setiap masalah pasti ada solusinya, asal selalu melibatkan ALLAH dalam ikhtiar kita..

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada KEMUDAHAN.."
-Quran Surat Al Inshirah:5

Kapan mau mampir lagi?
@Saptuari

Wednesday, February 22, 2017

SUJUD! KEAJAIBAN REJEKI MEMINTA PADA ALLAH..

SUJUD! KEAJAIBAN REJEKI MEMINTA PADA ALLAH..

"Mas Saptu, mampir warung saya mas! Please tak tunggu.. ada bebek paling enak se-Magelang, dan ada kisah luar biasa mas!"
Isi WA dari Dimas Adnan saya terima kemarin dalam perjalanan dari Jogja ke Temanggung.

Ada cerita 'nggedabusss' apa lagi dari orang ini, dibanding tawaran bebeknya, saya kok lebih tertarik dengan ceritanya. Kalo menarik saya tayangkan di group ini..

Jam 4 sore saya mampir ke lokasi yang dia kirim rutenya via WA, di jalan Bandongan arah Kaliangkrik. Sebuah warung makan dengan konsep natural dari bambu, tempat parkirnya luas penuh dengan mobil. Ketika saya keluar dia sudah prengas-prenges membawa payung, sementara di dalam suara begitu ramai orang yang sedang makan. Sebuah Neonbox besar bertuliskan: ATM Cafe, Angkringan Tmax Tmilk! Haiyah.. apalagi nih..

"Cerita opo lagi Dim? Nek ra menarik ora layak tayang pokoke.. hehe" kata saya iseng

"Naaah itulah mas.. saya maksa mas Saptu kesini karena ada testimoni yang mau saya ceritakan.. sambil nunggu bebeknya datang yo mas, wajib mencoba.."

Mmmm.. ini nih yang jadi godaannya..

"Usaha SuperMilk dah saya tutup mas, karena pemilik tempat mulai tidak konsisten, dari yang sebelumnya bagi hasil tiap bulan dia mulai minta ngerecoki keuangan harian, akhirnya saya milih menutup usaha saja, daripada diteruskan cuma sakit hati.."

Terus? Gitu thok? Biasa itu mah..

"Dalam kondisi saya gak punya modal banyak, bikin buka usaha lagi mau dari mana? Tempat gak punya? Karyawan gak punya?.. dan saya mraktekkan ilmunya, memperbaiki sholat total! Selalu jamaah di masjid, kobliah ba'diah, tahajud, dhuha gak pernah putus.. kemana-mana saya pakai kemeja sekarang, mantesin diri ketika ALLAH memanggil saya langsung ke masjid sudah pakai kemeja, saya cuman pakai kaos kalo di rumah habis isya, atau habis subuh.. "

Terus, apa tuh yang kamu rasakan? Minta harta banyak? Dapat pinjaman? Dapat modal usaha?

"Enggak mas, setiap sujud saya lama berdoa, hanya minta ya ALLAH cukupkan semua kebutuhanku saat ini, saya gak minta macem-macem atau nyebut rupiah. ALLAH tau apa yang saya butuhkan, dan saya minta dicukupkan.. "

Ngefek begitu?

"Itulah mas.. dimulai dari saya seperti diingatkan ada orang yang pernah mencari saya ketika dia dulu mampir ke warung susu, dia bilang mau ketemu. Cuman saya waktu itu belum ada waktu.. pas sekarang kok tiba-tiba ingat, saya datangi alamat yang dulu dikasih. Masya ALLAH kejaiban itu datang mas, orangnya ternyata teman almarhum Bapak saya, dan ternyata asalnya gak jauh dari rumah saya juga, cuman selama ini dia tinggal di Jakarta, orang itu bilang kesaya: Dimas, saya suka melihat usahamu, saya mau kamu kerjasama dengan saya, ada tanah 3000 meter siap kelola, kalo modal kurang saya tambahi, nanti bagi hasil, kamu 60%, saya 40%.. "

"Jleb! Masya ALLAH.. orang ini seperti ALLAH langsung yang hadirkan di depan mata, tanpa saya sibuk mikir utang bank lagi, tanpa mikir utang ke kawan dan saudara, saya minta ke ALLAH langsung! Dan ALLAH hadirkan solusinya.. ALLAH atur prosesnya!"
Lanjut Dimas dengan berapi-api..

Terus? Terus?

"Langsung saya kebut segera merenovasi tempat ini, namanya Angkringan Tmax Tmilk, kalo dalam bahasa jawa itu kayak 'Thimak Thimik', pelan-pelan.. seperti Tuma'ninah dalam gerakan sholat. Sholat itu harus ada jeda, dinikmati tiap gerakannya, gak boleh buru-buru.. itu filosofinya.. Alhamdulillah, warung ini sambutannya luar biasa mas.. siang sampai malam selalu rame, saya sedang nyiapkan ada meeting room di belakang karena permintaan pelanggan agar bisa rapat sekaligus makan siang disini.."

Suara riuh pembeli sedang makan terdengar dari dalam, bebek di piring saya sudah tak bersisa.. ludess sampai sambelnya! Cabe mahal bro!

"Berapa omzet sehari Dim? " tanya saya

"Alhamdulillah rata-rata sudah 5 juta mas, kalo pas weekend naik lagi.. naah gara-gara responnya bagus, saya ditawari lahan kedua mas di Blabak Magelang 2000m, minta dibuatkan persis seperti ini.. masya ALLAH, seperti dibuka jalan sama ALLAH, saya hanya minta DICUKUPKAN.. oleh ALLAH malah dikasih banyak peluang di depan mata.."

Kok bisa cepet rame gini? Kamu promosi pakai apa? Facebook? Instagram? Brosur? Spanduk?

"Enggak mas.. pakai doa" tutupnya sambil cengengesan

Hujan rintik di Magelang, seolah mengamini semua cerita yang saya dengar..

Perjalanan menuju Jogja menjelang petang, jadi syahdu jika mengingat janji Tuhan..

"Jadikanlah SABAR dan SHALAT sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (Al-Baqarah:45)

Gerimis..
@Saptuari

Saturday, February 18, 2017

BERBISNIS DARI KETERBATASAN... TERNYATA BISA!!

BERBISNIS DARI KETERBATASAN... TERNYATA BISA!!

Ketika acara Milad #SedekahRombongan ke 5 ada sesi sharing dengan kurir relawan. Kisah mbak Shendi Agustya Irflani membuat seisi ruangan menangis haru. Bu Khofifah Mensos yang duduk di samping saya pun berkali-kali menghapus air matanya..

"Anak saya sakit hydrocephalus.. pembesaran kepala berisi cairan yang bocor. Dari Cilacap saya dan suami berangkat ke Jakarta untuk berobat ke RSCM dengan bekal seadanya. Kami hanya ingin anak kami sembuh, namun ternyata pengobatan anak kami butuh waktu lama, tidak hanya satu dua minggu. Ketika di RSCM kami kehabisan biaya sehingga tidak mampu menyewa rumah kos, kami tidur di selasar rumah sakit sementara suami saya bekerja serabutan untuk menambah biaya hidup kami.."

Mbak Shendi mulai bercerita, 500 orang yang ada di ruangan itu terdiam..

"Satu ketika uang di dompet tinggal 2000 rupiah, saya harus menahan lapar hari itu. Waktu itu saya sholat sambil nangis memohon pertolongan dari ALLAH.. saya benar-benar terpuruk, anak sakit, jauh dari keluarga, dan bekal habis.. saya pantang meminta-minta pada manusia, hanya ALLAH tempat saya meminta bantuan.."

Suasana makin haru..

"Dalam kondisi kepepet itu saya kaget ketika sedang duduk di selasar rumah sakit ada seorang bapak yang mendekati saya dan menyapa dengan ramah.."

"Ibu sakit apa? Atau keluarga yang sakit? dari mana? Apa yang dibutuhkan saat ini?"

"Bapak itu mengenalkan diri namanya pak Harji dari gerakan #SedekahRombongan, saya kaget sekali ketika bapak itu menyerahkan uang 500 ribu dalam amplop, dan bilang kalau itu uang untuk biaya hidup di rumah sakit. Ya ALLAH inikah pertolonganMu... saya nangis waktu itu, sungguh ALLAH mendengar doa saya.. saya lapar, saya berdoa dan ALLAH langsung memberikan rejekiNya.. "

Banyak peserta sudah mulai berkaca-kaca..

"Saya tidak mau berdiam diri dengan uang itu, saya harus bisa mencari uang sendiri dan saya tidak mau tangan saya di bawah terus! Uang itu 100 ribu saya buat makan, cukup untuk beberapa kali makan.. yang 400 ribu saya gunakan untuk membeli krupuk ikan di penyetor, terus krupuk itu saya jual keliling di rumah sakit, masya Allah krupuk itu ludes dengan cepatnya.. saya ambil lagi, jual lagi, ambil lagi, jual lagi, teruuus begitu sambil menunggu anak saya yang dirawat di RSCM.. ALLAH memang Maha Kaya, sejak saat itu rejeki dari jualan krupuk ikan cukup untuk makan sehari-hari, bisa bayar kos, bahkan saya bisa menabung.."

Masya ALLAH sampai sini sudah menginspirasi, tapi cerita belum selesai..

"Ada kawan yang menyarankan agar saya berjualan di facebook, saya mulai mengupload krupuk ikan itu... banyak kawan-kawan yang memesan bahkan mereka ambil banyak untuk dijual lagi, kadang sampai malam saya dan suami membungkus krupuk-krupuk itu untuk dikirim besok pagi. Ada pesanan dari Papua juga. Saya juga menjadi reseller salah satu kosmetik, saya upload juga di facebook.. pesenan juga terus berdatangan dari berbagai kota, Alhamdulillaaah..."

Selesai? Beluum...

"Ketika dulu saya dalam kondisi terpuruk saya dibantu #SedekahRombongan, sekarang saya sudah punya usaha sendiri, omzet sebulan minimal 30 juta, saya bertekad untuk gantian saya yang memberi.. saya bergabung menjadi kurir relawan di #SR, dan tiap bulan sebagian dari keuntungan saya jualan krupuk dan kosmetik selalu saya sedekahkan untuk mereka yang juga bernasib seperti saya dulu.. keluarga sakit, dan butuh dana untuk bertahan hidup di Jakarta... saya begitu bahagia ketika bisa bersedekah, sambil merawat anak saya yang sakit ternyata saya juga bisa bermanfaat untuk sesama... "

Seisi ruangan banjir airmata..

Ini pelajaran mahal dan jadi contoh untuk siapa saja yang sedang di bawah.. habis-habisan karena keluarga sakit, atau terjerat utang bertahun-tahun.. bersandarlah kepada ALLAH Yang Muahaaa Kaya!
Yang Muaaahaa Berkuasa!
Sungguh pertolongan ALLAH sangat dekat bagi mereka yang percaya dan mau MENDEKAT padaNya..

Kisah mbak Shendi ini menginspirasi banyak orang, pantas jika sebuah stasiun televisi pernah memberinya award Inspirasi Indonesia "Pantang Menyerah"..

Oh iya.. bagi yang ingin mendengar dan melihat cuplikan kisah mbak Shendi langsung, bisa lihat nanti malam, Jumat 20 Januari jam 20.00 dan besok Sabtu siang jam 13.00 di acara Kick Andy...

Insya ALLAH saya ikut menemani..
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

Solusi untuk melunasi hutang

Setelah postingan saya "SK Yang Tergadai" temennya "Putri Yang Tertukar" direpost ribuan orang, banyak kawan-kawan PNS yang curhat ke saya tentang kondisi mereka yang hidup penuh utang. Di satu sisi jelas miris dan ikut prihatin, di sisi lain harus ada solusinya.. kalau enggak ya seumur hidup tersandera oleh utang! Karena gaji mereka otomatis terpotong sebelum sampai di tangan.. yang masih sisa walaupun sedikit masih mending, banyak yang sampai minus untuk bayar utang hingga harus ngobyek sana-sini banting tulang siang malam hanya untuk setor cicilan..

Makin hot karena minggu lalu saya dapat kiriman dari kang Ajat Jatnika di Karawang, headline koran lokal "GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS" dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.. ngerii!

Terus kawan saya Makhjudin Zein mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi 34 KM dari jam 12 malam, demi mengantri di waktu subuh di loket pengambilan uang pensiun. Apakah yang diterima utuh? Ooo tidak.. dari uang pensiun 3,9 juta hanya tersisa 395.000 saja! Tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta, padahal uang yang diterima hanya 80 juta, katanya dulu untuk beli sawah.. siapapun yang melihat video itu bakalan nyesek ke ulu hati, baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..

Bagi yang sudah belajar ilmu RIBA gak susah nyari jawabannya, ada di Quran dan hadist kok..

‎"Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." [QS. Al-Baqarah: Ayat 276]

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]

Dan jeritan kawan-kawan PNS yang curhat ternyata intinya sama:

"Saya ingin bebas dari semua utang mas!"
"Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!"
"Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!"
"Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikir cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!"

Sebenarnya solusinya sudah sering saya bahas, tapi kuncinya cuman satu: mau enggak menjalaninya?
Berat? Ya beraaat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. dramatis pokoknya!
Bikin malu? Tentu! Tapi gak malu-maluin di depan ALLAH..

"Apa itu mas? Apa itu! Apa ituuuu!!"
Fiuuuuh! Yuk satu-satu saya tuntun..

1. TAUBAT!
Minta ampun sama ALLAH karena kita sudah berani mainan riba. Sholat taubat 2 rakaat sebanyak-banyaknya. Bisa sesudah shalat fardhu maupun di waktu dhuha dan tahajut.. pokoknya sholat taubat sebanyak-banyaknya, kejar ampunan ALLAH! Gak usah nyari solusi dulu, gak bakal ketemu.. kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan ALLAH bukakan! Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasih dari Tuhan yang menciptakan kita.. dah level paling atas nih!

2. BERAZZAM
Artinya berniat dan bercita-cita dengan sangaaaaaattt sungguh-sungguh untuk bebas utang dan riba! Di level ini kalau niat itu begitu muantab maka perasaan jijik pada utang itu sudah pada level jijik melihat babi dan khamar! Kan semua jelas-jelas diharamkan ALLAH, Tuhan yang punya langit dan bumi, maka pilihannya cuman satu kita taat dan patuh pada aturan itu!
Riba haram mas? Baca saja di Quran Surat Al Baqarah 275.. masak masih ngeyel pada aturan ALLAH?

Banyak orang yang testimoni mulai merasakan keajaiban di level ini, ketika sudah mantab meninggalkan riba maka satu demi satu keajaiban datang! Ini seperti bukti dari hadist ini:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400]

3. SIAP KEHILANGAN!
Kehilangan apa? Kehilangan benda-benda yang selama ini membuat tersandera!
Gini, utang dengan jaminan SK itu hanya akan lunas di waktu yang telah ditentukan. Pihak pemberi utang tenang, karena ada jaminan dari tempat kerja bahwa tiap bulan gaji otomatis terpotong, gak ada kredit macet.. dan PASTI UNTUNG! Kalau berhutang dengan jadwal waktu 5 tahun, padahal baru setahun sudah terasa begitu sesak di dada, bagaimana cara memblokir yang 4 tahun tersisa?
Hanya satu pilihan.. lunasi pokoknya, tebass langsung!
Uang dari mana mas? Ya jual asset salah satu cara tercepat!
Punya motor? Jual aja..
Punya mobil? Jual aja..
Punya tanah? Jual aja..
Punya rumah? Jual aja..
Hasil penjualan 100% untuk bayar utang! Kalaupun nombok gak banyak-banyak amat laaah..

"Jual barang dan asset itu gak gampang mas? Susah cari pembeli! Berbulan-bulan iklan gak laku-laku juga!"

Mmmm.. pakai ilmu manusia sih! Pakai ilmunya ALLAH dong yang diajarkan Nabi!
Apa itu? SEDEKAH DI DEPAN!
Niatnya diganti, bukan begini:
"Kalau rumah saya laku, saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim!"

Tapi begini:
"Saya akan bersedekah 5 juta kepada anak-anak yatim, agar ALLAH ridho dan memberikan jalan keluar. Mengirimkan pembeli yang cocok yang akan membeli asset saya"

Tuh begitu... ada buktinya kalo itu manjur?
Sepanjang saya seminar "Kembali Ke Titik Nol" di berbagai kota, buanyak yang ngasih testimoni setelah asset mereka terjual setelah rutin ngasih makan anak-anak yatim dan duafa! Masak gak percaya sama ilmu yang diajarkan Nabi sih?

4. CARI PENDAPATAN LAIN YANG HALAL!
Sambil proses menjual asset, gak usah malu untuk ngobyek di luar jam kerja asal itu halal! Nyambi jadi driver ojek online boleeeh! Lepaskan itu seragam PNS, ganti jaket warna warni. Halal kok.. angkut!
Mau jualan? Gak dilarang.. belajar jualan online, dari jilbab, flaskdisk, casing HP, sambel kemasan, madu, obat herbal, apapun itulah.. pokoknya asal halal ya sikat! Kumpulkan uangnya untuk membayar pokok utang!

5. UBAH GAYA HIDUP!
Gak usah gampang panasss ketika teman sekantor pada pamer limit kartu kredit, pamer mobil baru, pamer motor baru, pamer laptop baru, apalagi cuman HP baru... haaaalaah, makplenyik lah itu!
Pokoknya "madep mantep" utang lunas! Fokuuusss jangan gampang panas!

6. MINTA DOA ORANG TUA
Mereka yang melahirkan dan membesarkanmu, cium tangan bahkan kaki mereka agar ALLAH makin ridho.. minta doa dari mereka agar bisa makin kuat menghadapi jeratan utang itu.

Daaaaan... jika moment mengharukan itu datang, engkau bisa membebaskan SK mu, jangan pernah lagi menyekolahkannya.. mulailah hidup hemat dan tertib dalam mengelola keuangan keluarga. Yakin deh, ketika hati tenang, pikiran lapang, itu semua potensi diri dan kreativitas bakal keluarrrr! Energi kebaikan akan berlipat-lipat, dan rejeki akan datang lagi lebih berkah dan lebih banyak...

Janji ALLAH:
"Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.." [QS An Nisa:100]

Selamat berjuang kawan! Kelak engkau jadi PNS sungguhan.. Pengen Nambahi Sedekah!

Sedekahnya jadi buanyak! Karena rejeki terus datang berlipat-lipat..

Salam lunas!
@Saptuari
Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

SISTEM MANAJEMEN MODAL BISNIS KULINER

SISTEM MANAJEMEN MODAL BISNIS KULINER

Bagi yang mau bisnis kuliner rumah makan atau warung makan banyak yang belum tau cara mengatur perputaran modalnya. Berikut saya kasih beberapa contoh sistem yang pernah saya lakukan juga kawan-kawan lain lakukan, silahkan dicontoh mana yang paling cocok untukmu.

1. SISTEM PUTAR TERUS
Misal punya warung makan dengan target omzet 3 juta perhari, rata-rata margin bisa 100% (modal bahan baku 50% nya) maka yang dilakukan: modal awal 1,5 juta untuk bahan baku, selanjutnya di hari-hari berikutnya selalu menyisihkan uang minimal 1,5 dari omzet untuk beli bahan baku, jika omzet naik maka dinaikan biaya belanjanya. Omzet dikumpulkan di satu rekening, putar terusss sampai nanti akhir bulan tersisa uang berapa, dikurangi biaya sewa tabungan tempat dan gaji karyawan, sisanya itulah profit bersih dalam sebulan.

2. SISTEM POTONG DI DEPAN
Ada beberapa rumah makan yang sudah punya perhitungan rata-rata profit bersih sehari adalah 20% dari total omzet, maka mereka langsung menyisihkan 20% tanpa ampun tiap tutup buku harian, 80% diputar terusss untuk modal bahan baku, naik turun tidak masalah. Misal begini:
Tanggal 1, omzet 2 juta, 20% nya 400 ribu langsung sisihkan ke rekening khusus.
Tanggal 2, omzet 2,5 juta, 20% nya 500 ribu langsung tabung ke rekening khusus.
Tanggal 3, omzet 2,3 juta, 20% nya 460 ribu langsung disimpan
Begitu seterusnya sampai sebulan..
Naah uang yang terkumpul itulah profit dalam 1 bulan, ternyata sisa modal kurang untuk gaji karyawan, maka bisa diambil dari simpanan itu. Begitu juga dengan tabungan sewa tempat.

3. SISTEM MODAL TETAP
Dari awal bukan sudah ditetapkan modal uang senilai 1 kali omzet ditahan. Misal omzet harian ingin 4 juta, maka sejak awal sudah disiapkan dana 4 juta yang diputar untuk modal bahan baku, dana itu tidak bisa diambil.. misal omzet harian misal 5 juta, maka diambil dulu untuk menggenapi modal awal 4 juta, (sisa bahan baku diperkirakan dihitung di dapur dan dinominalkan), sisanya baru ditabung. Bisa tuh omzet 5 juta, setelah dikurangi modal tetap nabung 1,5 juta/hari.
Setelah satu bulan ditotal, dikurangi gaji karyawan dan tabungan sewa tempat, itulah profit bersih.

Berapa harus menabung untuk sewa tempat dalam sebulan?
Gampaaang... misal sewa tempat setahun 50 juta, maka dibagi 12 bulan, jadinya tiap bulan wajib nabung 4,2 juta.. tidak boleh diotak atik agar tahun depan waktu perpanjang tempat dana sudah tersedia!

Nyimpen dana di bank untuk perputaran uang usaha boleh nggak mas?
Boleh kok.. karena akadnya jasa, kalo mau yang bersih tanpa bunga bisa ke bank syariah, ada tabungan wadiah tanpa bunga..

BERIKAN YANG BEDA, KONSUMENMU AKAN BAHAGIA..

BERIKAN YANG BEDA, KONSUMENMU AKAN BAHAGIA..

Lihat video di bawah ini, seorang pemuda Zimbabwe yang tampil beda ketika berjualan asongan di jalanan. Ketika yang lain tampil dengan baju seadanya, Farai justru memakai baju yang rapi bahkan kadang warna warni mencolok mata. Hal tersebut membuat dia mudah dikenali oleh langganannya, dan membuat yang lain jadi berminat membeli dagangannya..

Bagaimana dengan usahamu? Apakah sudah punya pembeda dibanding lainnya? Kalau belum berarti ada PR yang harus kamu kerjakan agar memiliki keunikan dan gampang diingat..

Tahun 2005 ketika saya membuka usaha Kedai Digital, entah darimana saya membuat tagline yang gampang diingat bahkan terus dipakai sampai hari ini.. apa itu?
"Bikin Mug Satoe Sadja!"
Kata kawan-kawan saya begitu mengena walaupun singkat dan sederhana. Bahkan ada yang memelesetkan jadi "Bikin Mug, Saptu Sadja!" Hehe.. maksudnya kalo mau bikin mug bisa ke tempat Saptu!
Wiss sak karepmu, sik penting payu..

Hanya itu? Enggak lah.. kita harus belajar empati pada konsumen kita walaupun sederhana. Satu ketika saya sedang duduk di depan salah satu Kedai Digital di Jogja. Ada seorang konsumen yang selesai memesan mug terus di parkiran mau mengambil motor. Mug itu dibungkus tas kertas, lalu digantungkan di stang motornya. Konsumen itu seorang wanita dengan rok panjang berjilbab, ketika dia melangkah naik motor rok panjangnya nyangkut di footstep motor, sehingga motor menjadi tidak imbang dan miring ke samping. Nyarisss jatuh tapi kakinya bisa menahannya, namun mug yang masih anget itu meluncurrrr muluss ke aspal jalan.. mak pyarrrrr!! Pecah berderai-derai.. terhempas menyesakkan.. hiks!

Saya dengan gaya sok melayani langsung mengambil mug itu, dan berkata:
"Tenang mbak, kami akan ganti.. tunggu sebentar yaa, parkir lagi motornya.."

"Lho mas, itu kan saya yang salah.. "

"Tidak ada yang salah mbak, ini musibah.."
Wuik! Kayak tebar pesona.. gak usah bayangin saya sambil nyisir rambut samping pakai jari kayak film India..

Rugi? Enggak kok..
Kedai saya gak rugi, karena harga jual mug dengan cetak digital 2 kali lipat dari bahan baku.
Hanya saja tidak untung waktu itu, tapi gak masalah.. mbak yang nyaris jatuh itu akan bercerita kepada kawan-kawan kosnya, kalau mau bikin mug di Kedai Digital saja, sudah bagus, masnya yang jaga parkiran juga baik hati.. tuh, gak penting jabatan buat saya.. hehehe

Promosi gratiss dari mulut ke mulut dari konsumen itu muahaal harganya! Mereka hanya merekomendasikan produk yang bener-bener memuaskan mereka!

Belum lama ada yang komplain di facebook Tengkleng Hohah,
"Kecewa makan disana, tengklengnya kurang pedas! Gak sesuai yang diiklankan.."

Saya langsung menjawabnya dengan komentar santai..
"Mas, kadar kepedesan lidah orang berbeda-beda, kalau mau nambah cabe gratisss walaupun cabe sangat mahal.. lain kali jika kurang pedas langsung ngomong ke kokinya, mau ambil sendiri potongan cabe ke dapur juga boleeh.. monggooo!"

Jawaban sederhana, namun konsumen merasa bahwa ada yang peduli dengan keluhannya..

Silahkan dicoba bikin konsumen istimewa, mereka akan ingat padamu selamanya..

Salam,
@Saptuari