Saya mengetik tulisan ini berselimut dingin hingga suhu 1 derajat di Tokyo, hari ini usai saya mengisi seminar "Kembali Ke Titik Nol" untuk kawan-kawan KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) disana.
Usai mendarat di Bandara Haneda lusa pagi, saya dan Teuku Wisnu diajak cititour oleh pak Wilopo (Kepala Imigrasi Indonesia Jepang) dan pak Harun (Kepala Kantor Cabang Pertamina di Tokyo), sepanjang jalan kami ngobrol tentang Jepang, termasuk tentang prinsip hidup orang-orangnya.
Pak Harun bercerita,
"Mas kalo kita makan disini jangan pernah memberikan uang tip kepada pelayannya, itu malah membuat mereka tersinggung. Mereka tidak mau menerima, karena mereka merasa hak mereka adalah gaji dari yang mereka terima, beda kalau di negara lain, malah mereka nunggu tip dari tamu yang datang.."
Teuku Wisnu menambahi,
"Pantes pak, waktu beberapa tahun lalu saya ke Kyoto naik becak disana, ketika saya memberikan kelebihan bayarnya mereka menolak, sampai saya paksa-paksa tetep gak mau nerima.. no no no.. tengkyu teengkyu!"
"Di kantor saya mas akuntingnya kita ambil orang Jepang, dia bekerja 40 jam seminggu. Naah dalam perjalanannya pekerjaan itu bisa dikerjakan lebih cepat oleh dia, naaah dia itu menghadap saya minta gajinya dipotong, karena waktu kerjanya hanya 20 jam saja.. sepanjang hidup saya baru saya ketemu orang kayak gini.. " lanjut pak Harun
Wow! Hehe.. kalau kita di Indonesia yang bakalan ketemu bukan karyawan yang minta gaji turun yak, adanya yang minta gaji naik terus karena harus buat bayar cicilan motor, cicilan hape dan cicilan.. cicilan.. cicilan.. cicilan lainnyaaa..
"Pernah juga saya mas naik taksi, sopirnya salah masukkan alamat tujuan di GPS, nah terpaksa kami harus jalan muter, argonya kan terus jalan mas, pas saya mau bayar total yang di argo dia kurangi sendiri untuk menebus kesalahannya. Gak mau di menerima utuh.. " hehe, kalau di Indonesia pernah ngalamin kayak gitu?
"Tapi kehidupan disini keras mas, harga diri mereka sangat tinggi.. banyak yang gak punya agama, jiwa mereka kosong. Tiap tahun angka bunuh diri di Jepang sampai 30.000 orang lho mas, bahkan ada hutan di Jepang khusus tempat orang-orang bunuh diri, ada manager yang salesnya tidak tercapai, dia malu, depresi, dan dengan mudahnya bunuh diri.. "
Ngeri yaa..
"Di Jepang jarang mereka punya Asisten Rumah Tangga mas, semua dikerjakan sendiri, kalau gak bener-bener kaya gak ada yang punya ART di rumahnya.. soal kebersihan mereka nomer satu, lihat nih sepanjang jalan gak ada sampah, bersih semuanya.. kalau gak ada tempat sampah merek rela mengantonginya dan nanti membuang di tempatnya"
Mmm.. amazing ya, pantes di Jepang tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai ART, beda dengan di Hongkong dan Taiwan.. Buruh migran yang bekerja sebagai ART bejibuuun dimana-mana.. gaya hidup penduduknya sudah beda.
Seminar "Kembali Ke Titik Nol" di Balai Sekolah Republik Indonesia Tokyo kemarin membludak diluar perkiraan panitia, yang register hingga 650 orang. Rencana duduk pakai kursi karena ruangan tidak muat akhirnya dialihkan dengan duduk lesehan. Ketika datang saya langsung terhibur dengan wajah kawan-kawan dari Indonesia yang wajahnya ramah penuh senyum, memang beda dengan wajah orang Jepang, yang sekilas kelihatan sepanneng dan tegang hehe..
Saya bertemu orang-orang hebat disini, mereka yang bekerja atau kuliah, ada yang S1,S2, bahkan S3 di berbagai kampus di penjuru Jepang, bukan hanya di Tokyo.
Bahkan ketua panitia pembangunan masjid Indonesia Tokyo adalah seorang profesor muda dari Purworejo, Muhammad Aziz yang baru berusia 36 tahun. Lulus SMA langsung kuliah S1 sampai akhirnya jadi profesor di Tokyo Institute of Technologi.
Saya dan Teuku Wisnu bercerita tentang perjalanan hijrah kami masing-masing, Wisnu dari seorang artis yang dulu sangat terobsesi dengan uang dan uang, namun tidak pernah menemukan kedamaian hati, sampai dia menemukan jawaban.. ikut dan taat aturan ALLAH lah yang membuat hati tenang. Saya tentu bercerita tentang hijrah saya dari pengusaha yang bergelut dengan utang dan riba, sampai bisa melepaskannya..
Semua peserta sangat antusias! Mereka yang tinggal di luar negeri sangat haus dengan ilmu seperti ini..
Akhirnya saya bercerita tentang #SedekahRombongan yang saya kelola, dan mengajak semua peserta untuk bersedekah demi selesainya pembangunan masjid Indonesia Tokyo masih kurang 4,5 milyar rupiah dengan batas waktu April nanti. Panitia dari tahun ketahun sudah menghimpun dana sejak tahun 1999 sampai hari ini, hampir 20 tahun namun dana belum terkumpul, sementara tidak ada dana bantuan dari pemerintah Indonesia.. padahal harga bangunan di Tokyo sangaaat mahal sekali. Negara-negara lain sudah punya Masjid sendiri di Tokyo, seperti Turki, Banglades, Pakistan, Saudi... Indonesia yang belum.
Peserta rebutan untuk memberikan sedekah, juga lelang buku-buku saya, dan baju muslim produk Teuku Wisnu.. ludesss semuanya dan 100% untuk pembangunan masjid Indonesia Tokyo.. jika ditotal hampir 3 juta yen. Ditambah komunitas perawat yang menyumbang 1,3 juta yen.. kalau dikonversi rupiah hampir 500 juta.. Alhamdulillaaah!
Kemarin saya ke Shibuya, melihat ribuan orang yang bergerak melintasi jalan dengan sangat ramai. Dikepung gedung-gedung tinggi dan iklan hedonis yang angkuh memucatkan wajah mereka..
Jauh sekali auranya dengan wajah-wajah orang Indonesia yang tetap tertawa walaupun usai "kehilangan" uang berjuta-juta untuk sedekahnya..
Belajar jujur pada orang Jepang boleh.. tapi belajarlah tersenyum dan baik hati pada orang-orang Indonesia!
Tokyo dalam titik beku..
salam hangat selalu,
@Saptuari
Wednesday, January 18, 2017
ASURANSIKAN PADA ALLAH..
Minggu ini banyak beredar di Facebook video-video rekaman penjahat memecah kaca mobil, dalam hitungan detik kaca pecah dan penjahat dengan leluasa mengambil barang dalam mobil. Bahkan ada rahasia para maling dengan pecahan batu tertentu dikasih ludah sekali lempar langsung ambyarrr!
Saya pernah mengalaminya tahun 2011 lalu, kaca mobil depan sebelah kiri dipecah maling, iPad baru saya langsung melayang. Ketika itu jelas menggerutu, menyesali nasib dan memaki si maling. Setelah tau ilmu tentang riba baru mata saya terbuka, memang maling itu sudah tugasnya mengambil harta saya, tidak ada kejadian apapun tanpa seijin dan kehendak ALLAH kan!
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Duh ngaku deh saya, mobilnya saya beli dengan leasing kredit 4 tahun, saya asuransikan all risk, semua apapun resikonya saya sandarkan dan berlindung pada asuransi buatan manusia.
iPadnya? Iyaaa iyaaa.. saya ngaku! belinya juga gesek kartu kredit dengan akad utang riba dengan bunga berbunga, dan ada denda berlipat ganda..
Saya gak protes lagi sekarang, memang ALLAH lah yang mengirim maling itu dulu untuk menjewer saya, mau protes ke ALLAH langsung mana saya berani bro!!
Ayat dan hadist riba itu jelas-jelassss di depan mata gini.. hiks!
Sekarang asuransi pakai apa dong mas?
Saya belajar buanyak pada kawan-kawan yang hijrah duluan, dari para ustadz yang saya temui langsung atau saya lihat kajian-kajiannya di youtube yang penuh ilmu..
Apa itu mas?
BAYAR PREMINYA KE ALLAH LANGSUNG!
Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam jelas banget, kalau sedekah itu menjauhkan dari bala petaka, mendatangkan rejeki, menyembuhkan penyakit, memanjangkan umur, menenangkan hati, bahkan di hari kiamat nanti semua orang akan bernaung pada sedekahnya..
Yang memberi kita rejeki siapa? ALLAH
Yang membuat kita mampu membeli mobil siapa? ALLAH
Yang menggerakkan tangan dan kaki kita bisa sinkron nyopir mobil siapa? ALLAH
Yang bisa menjaga 100% keselamatan kita dijalan siapa? ALLAH
Yang bisa membutakan mata dan hati pencuri sehingga dia gak minat pada mobil kita siapa? ALLAH
Yang bisa membuat hati pencuri lembek sehingga gak jadi mecahin mobil kita siapa? ALLAH
Yang menjamin kita selamat sampai di rumah siapa? ALLAH
Ini ilmu tauhid, gak bakal bisa dilawan dengan teori asuransi kapitalis apapun buatan manusia..
Maka saya takjub pada kawan-kawan yang sudah membayar premi asuransi kepada ALLAH langsung, dia bersedekah dengan nilai yang malah jauh dari nilai asuransi kepada manusia..
Dia nafkahi anak-anak yatim
Dia santuni duafa dan orang-orang miskin
Dia wakafkan hartanya ke masjid-masjid
Dia obati tetangga yang sakit
Dia bantu orang yang membutuhkan..
niatnya hanya satu, mendapatkan RIDHO ALLAH!
Jika ALLAH sudah ridho, maka keselamatan dunia akherat ada digenggamannya...
Tak perlu menunggu mobilmu dipecah kacanya atau mengalami kecelakaan lainnya..
Berdiskusi dengan hati nurani sendiri, akan membuatmu paham aturan ilahi rabbi..
@Saptuari
Saya pernah mengalaminya tahun 2011 lalu, kaca mobil depan sebelah kiri dipecah maling, iPad baru saya langsung melayang. Ketika itu jelas menggerutu, menyesali nasib dan memaki si maling. Setelah tau ilmu tentang riba baru mata saya terbuka, memang maling itu sudah tugasnya mengambil harta saya, tidak ada kejadian apapun tanpa seijin dan kehendak ALLAH kan!
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya... memakan RIBA" [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
Duh ngaku deh saya, mobilnya saya beli dengan leasing kredit 4 tahun, saya asuransikan all risk, semua apapun resikonya saya sandarkan dan berlindung pada asuransi buatan manusia.
iPadnya? Iyaaa iyaaa.. saya ngaku! belinya juga gesek kartu kredit dengan akad utang riba dengan bunga berbunga, dan ada denda berlipat ganda..
Saya gak protes lagi sekarang, memang ALLAH lah yang mengirim maling itu dulu untuk menjewer saya, mau protes ke ALLAH langsung mana saya berani bro!!
Ayat dan hadist riba itu jelas-jelassss di depan mata gini.. hiks!
Sekarang asuransi pakai apa dong mas?
Saya belajar buanyak pada kawan-kawan yang hijrah duluan, dari para ustadz yang saya temui langsung atau saya lihat kajian-kajiannya di youtube yang penuh ilmu..
Apa itu mas?
BAYAR PREMINYA KE ALLAH LANGSUNG!
Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam jelas banget, kalau sedekah itu menjauhkan dari bala petaka, mendatangkan rejeki, menyembuhkan penyakit, memanjangkan umur, menenangkan hati, bahkan di hari kiamat nanti semua orang akan bernaung pada sedekahnya..
Yang memberi kita rejeki siapa? ALLAH
Yang membuat kita mampu membeli mobil siapa? ALLAH
Yang menggerakkan tangan dan kaki kita bisa sinkron nyopir mobil siapa? ALLAH
Yang bisa menjaga 100% keselamatan kita dijalan siapa? ALLAH
Yang bisa membutakan mata dan hati pencuri sehingga dia gak minat pada mobil kita siapa? ALLAH
Yang bisa membuat hati pencuri lembek sehingga gak jadi mecahin mobil kita siapa? ALLAH
Yang menjamin kita selamat sampai di rumah siapa? ALLAH
Ini ilmu tauhid, gak bakal bisa dilawan dengan teori asuransi kapitalis apapun buatan manusia..
Maka saya takjub pada kawan-kawan yang sudah membayar premi asuransi kepada ALLAH langsung, dia bersedekah dengan nilai yang malah jauh dari nilai asuransi kepada manusia..
Dia nafkahi anak-anak yatim
Dia santuni duafa dan orang-orang miskin
Dia wakafkan hartanya ke masjid-masjid
Dia obati tetangga yang sakit
Dia bantu orang yang membutuhkan..
niatnya hanya satu, mendapatkan RIDHO ALLAH!
Jika ALLAH sudah ridho, maka keselamatan dunia akherat ada digenggamannya...
Tak perlu menunggu mobilmu dipecah kacanya atau mengalami kecelakaan lainnya..
Berdiskusi dengan hati nurani sendiri, akan membuatmu paham aturan ilahi rabbi..
@Saptuari
MISTERI NASI DI DALAM BAKUL
Judulnya biar kelihatan horor, padahal hanya untuk menjawab teka-teki. Kalian pernah makan di rumah makan atau lesehan yang nasinya dihidangkan di dalam bakul?
Biasanya kita pesan dari daftar menu, dan pesanan dihidangkan di meja makan dari mulai nasi sebakul dan lauk pauknya.
Pernah enggak kamu perhatikan, nasi yang sudah dihidangkan itu masih tersisa lumayan banyak di bakul, bisa jadi karena rombongan pemesan gak semua makan nasi, atau sedang diet mengurangi nasi, sehingga bakul itu masih terlihat setengah isi..
Pertanyaan yang jadi misteri... dikemanakan sisa nasi itu? Apakah hanya dibuang ke tempat sampah? Padahal nasi itu masih bersih..
Mubazir ya? Padahal setiap butir nasi adalah proses panjang dari keringat petani mulai menanam, merawat selama 3 bulan, melindunginya dari serbuan burung-burung, memetiknya, menggilingnya hingga kulitnya terkelupas, menjualnya ke pasar, baru dibeli pemilik warung, dicuci, dimasak, baru dihidangkan..
Saya melakukan survey ke beberapa warung makan/restoran yang saya singgahi, saya tanya kepada pelayannya nasi itu diapakan jika bersisa, ini jawaban mereka:
1. Dibuang!
2. Jika masih bersih dipanaskan dan dijual kembali.
3. Dikumpulkan untuk makan karyawan
4. Dikumpulkan untuk makan sopir travel/bus yang mengantar tamu.
5. Dikumpulkan dan boleh dibawa pulang karyawan.
6. Buat makan ikan yang ada di kolam yang ada di restoran itu.
7. Dibungkus oleh pemilik warung dan diberi lauk terus dibagi-bagi ke tukang becak.
8. Dibungkus, dibawa pulang oleh pembeli
Sementara itu hasil survey saya, kalau kalian menemukan jawaban lain boleh kalian tulis di komentar untuk menjawab misterinya.
Kalau kamu tanya bagaimana di warung saya?
Nyariss tak bersisa dari meja pembeli, karena kami membuat harga flat 4000 saja nasi ambil sendiri semampu perutmu!
Gak rugi mas?
Ternyata enggak.. karena terjadi subsidi silang, ada yang datang badannya sebesar gadjah makan dengan nasi menggunung.. ada yang badannya mungil mrengil makan dengan nasi setengah centong.. saling melengkapi dan mensubsidi, dan alhamdulillaaah tidak pernah terjadi pertumpahan darah rebutan nasi...
Demikian tulisan ringan ini, misteri terjawab sudah..
Gitu yah!
@Saptuari
Biasanya kita pesan dari daftar menu, dan pesanan dihidangkan di meja makan dari mulai nasi sebakul dan lauk pauknya.
Pernah enggak kamu perhatikan, nasi yang sudah dihidangkan itu masih tersisa lumayan banyak di bakul, bisa jadi karena rombongan pemesan gak semua makan nasi, atau sedang diet mengurangi nasi, sehingga bakul itu masih terlihat setengah isi..
Pertanyaan yang jadi misteri... dikemanakan sisa nasi itu? Apakah hanya dibuang ke tempat sampah? Padahal nasi itu masih bersih..
Mubazir ya? Padahal setiap butir nasi adalah proses panjang dari keringat petani mulai menanam, merawat selama 3 bulan, melindunginya dari serbuan burung-burung, memetiknya, menggilingnya hingga kulitnya terkelupas, menjualnya ke pasar, baru dibeli pemilik warung, dicuci, dimasak, baru dihidangkan..
Saya melakukan survey ke beberapa warung makan/restoran yang saya singgahi, saya tanya kepada pelayannya nasi itu diapakan jika bersisa, ini jawaban mereka:
1. Dibuang!
2. Jika masih bersih dipanaskan dan dijual kembali.
3. Dikumpulkan untuk makan karyawan
4. Dikumpulkan untuk makan sopir travel/bus yang mengantar tamu.
5. Dikumpulkan dan boleh dibawa pulang karyawan.
6. Buat makan ikan yang ada di kolam yang ada di restoran itu.
7. Dibungkus oleh pemilik warung dan diberi lauk terus dibagi-bagi ke tukang becak.
8. Dibungkus, dibawa pulang oleh pembeli
Sementara itu hasil survey saya, kalau kalian menemukan jawaban lain boleh kalian tulis di komentar untuk menjawab misterinya.
Kalau kamu tanya bagaimana di warung saya?
Nyariss tak bersisa dari meja pembeli, karena kami membuat harga flat 4000 saja nasi ambil sendiri semampu perutmu!
Gak rugi mas?
Ternyata enggak.. karena terjadi subsidi silang, ada yang datang badannya sebesar gadjah makan dengan nasi menggunung.. ada yang badannya mungil mrengil makan dengan nasi setengah centong.. saling melengkapi dan mensubsidi, dan alhamdulillaaah tidak pernah terjadi pertumpahan darah rebutan nasi...
Demikian tulisan ringan ini, misteri terjawab sudah..
Gitu yah!
@Saptuari
Subscribe to:
Comments (Atom)